Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah MPASI Menggunakan Cokelat? Kenali Risikonya

Bolehkah MPASI Menggunakan Cokelat? Kenali Risikonya
unsplash/Hui Sang
  • Cokelat sebaiknya tidak diprioritaskan dalam MPASI karena bayi perlu mengenal makanan kaya nutrisi, sementara anak di bawah 2 tahun dianjurkan menghindari gula tambahan.
  • Orang tua perlu memeriksa komposisi cokelat, karena produk olahannya dapat mengandung gula tambahan dan kakao secara alami mengandung kafein.
  • MPASI setelah usia 6 bulan perlu diberikan bertahap sesuai jenis, jumlah, frekuensi, dan tekstur, dengan fokus pada pemenuhan energi serta zat gizi tumbuh kembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi momen bagi si Kecil untuk mulai mengenal beragam rasa dan tekstur makanan.

Tak heran, muncul banyak pertanyaan soal bahan makanan yang boleh diperkenalkan, termasuk cokelat yang punya rasa manis dan aroma khas.

Sebelum memberikan cokelat kepada si Kecil, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui agar pemberiannya tetap tepat.

Lantas, bolehkah MPASI menggunakan cokelat? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi lengkapnya di bawah!

  1. 1. Bolehkah MPASI menggunakan cokelat?

    Bolehkah MPASI Menggunakan Cokelat?
    pexels.com/Gustavo Peres

    Saat mulai MPASI, si Kecil perlu dikenalkan pada beragam makanan yang kaya nutrisi, bukan sekadar rasa manis.

    Oleh karena itu, Mama sebaiknya mengutamakan makanan yang mendukung kebutuhan gizi sang Bayi.

    American Academy of Pediatrics (AAP) melalui HealthyChildren.org menyarankan agar anak di bawah usia 2 tahun menghindari makanan dan minuman dengan gula tambahan.

    Hal tersebut membuat Mama perlu lebih selektif jika ingin menambahkan cokelat ke dalam menu MPASI, terutama karena beberapa produk cokelat mengandung gula tambahan.

  2. 2. Perhatikan kandungan gula dan kafein

    Bolehkah MPASI Menggunakan Cokelat? Kenali Risikonya
    commons.wikimedia.org/Sumit Surai

    Mama juga perlu melihat komposisi produk cokelat sebelum memberikannya kepada si Kecil.

    Beberapa produk cokelat dan olahannya dapat mengandung gula tambahan, sementara kakao secara alami mengandung kafein dalam jumlah tertentu.

    Di sisi lain, CDC menyebut anak berusia di bawah 24 bulan sebaiknya menghindari minuman berkafein karena belum ada batas aman kafein yang ditetapkan untuk kelompok usia tersebut.

  3. 3. Utamakan makanan yang lebih kaya nutrisi

    Bolehkah MPASI Menggunakan Cokelat? Kenali Risikonya
    pexels/Vanessa Loring

    Saat MPASI, si Kecil membutuhkan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk tumbuh kembang.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut MPASI setelah usia 6 bulan perlu diberikan secara bertahap, baik dari jenis, jumlah, frekuensi, maupun teksturnya.

    Oleh karena itu, Mama sebaiknya lebih mengutamakan bahan makanan yang kaya nutrisi daripada menjadikan cokelat sebagai menu utama.

    Ada banyak pilihan makanan bergizi yang bisa dikenalkan kepada sang Bayi sambil tetap memperhatikan kebutuhan sesuai usianya.

    Nah, itu dia informasi tentang bolehkah MPASI menggunakan cokelat. Semoga tulisan ini bisa menambah informasi, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More