Seperti yang sudah disebutkan, Mama tidak perlu langsung mengeluarkan tangan si Kecil dari mulutnya selama kebersihan dan keamanannya tetap diperhatikan. Lebih lanjut, dr. Anthony mengatakan bahwa orangtua perlu memastikan kuku bayi sudah dipotong pendek dan tidak tajam agar tidak melukai bagian dalam mulut.
Mama juga perlu memastikan si Kecil tidak memasukkan jarinya terlalu dalam ke dalam mulut. Pasalnya, di area tenggorokan terdapat refleks vagal yang dapat memicu muntah ketika terangsang. Tak hanya itu, beberapa tips lain agar bayi tetap aman saat memasukkan tangannya ke mulut adalah:
Tetap jaga kebersihan tangan. Bersihkan tangan bayi secara rutin dengan sabun dan air atau tisu basah khusus bayi. Pastikan kukunya juga tetap pendek dan bersih untuk mengurangi paparan kuman.
Pastikan lingkungan aman. Jauhkan benda-benda kecil yang berisiko tertelan atau menyebabkan bayi tersedak. Pengawasan perlu lebih diperhatikan saat bayi mulai merangkak.
Berikan mainan yang aman. Teether yang aman dan mudah dibersihkan dapat menjadi pilihan untuk bayi yang sedang mengalami gatal atau tidak nyaman pada gusi.
Jaga kebersihan mulut. Meski giginya belum tumbuh, bersihkan gusi bayi setiap hari menggunakan kain bersih yang dibasahi untuk membantu menjaga kebersihan mulut.
Ma, seiring bertambahnya usia, kebiasaan memasukkan tangan ke mulut umumnya akan berkurang ketika si Kecil mulai menemukan cara lain untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar. Tetapi, jika kebiasaan ini terus berlanjut saat anak si Kecil sudah lebih besar atau disertai kekhawatiran lain, Mama dapat segera berkonsultasi dengan dokter anak, ya!
Itu dia informasi mengenai bayi sering masukkan tangan ke mulut. Semoga informasi ini bermanfaat Mama!