Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya
Magnific.com/jcomp
  • Fase oral biasanya dimulai saat bayi mampu meraih benda pada usia 3–4 bulan, makin intens pada 6–7 bulan ketika tumbuh gigi, dan dapat berlangsung hingga sekitar 3 tahun.
  • Kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya mulai berkurang setelah usia 18 bulan, tetapi tetap perlu pengawasan karena benda kecil berisiko menyebabkan bayi tersedak.
  • Orang tua perlu menyingkirkan benda kecil, mengunci bahan berbahaya termasuk baterai kancing, melakukan babyproofing, serta menyediakan teether dan mainan bertekstur yang aman digigit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Fase oral adalah kebiasaan bayi memasukkan tangan, jari, atau benda ke mulut untuk mengenali lingkungan, meredakan ketidaknyamanan saat tumbuh gigi, dan menenangkan diri.
  • Who?
    Bayi dan anak hingga sekitar usia 3 tahun mengalami fase oral; orang tua atau pengasuh perlu mendampingi serta menjaga keamanan lingkungan mereka.
  • Where?
    Fase ini berlangsung di lingkungan bayi beraktivitas, terutama area bermain dan rumah, sehingga benda kecil maupun berbahaya perlu dijauhkan dari jangkauan anak.
  • When?
    Kebiasaan biasanya mulai saat bayi berusia 3–4 bulan, lebih intens pada usia 6–7 bulan ketika tumbuh gigi, dan umumnya berkurang setelah usia 18 bulan.
  • Why?
    Bayi menggunakan mulut untuk mengenali bentuk, tekstur, dan rasa benda; menggigit juga dapat memberi tekanan pada gusi serta mengisap dapat membantu bayi merasa tenang.
  • How?
    Keamanan dijaga dengan menyingkirkan benda kecil, menyimpan obat dan bahan kimia, mengamankan kabel serta area berbahaya, dan menyediakan teether atau mainan aman yang mudah dibersihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi suka memasukkan tangan dan benda ke mulut saat umur 3 atau 4 bulan. Saat giginya tumbuh di umur 6 atau 7 bulan, ia bisa lebih sering menggigit. Ini bisa sampai umur 3 tahun. Mama dan Papa harus menjauhkan benda kecil, obat, dan baterai. Bayi bisa diberi mainan gigitan yang aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Fase oral memperlihatkan rasa ingin tahu bayi berkembang seiring kemampuannya meraih, menggenggam, dan tumbuh gigi. Dengan lingkungan bermain yang ditata lebih aman serta pilihan seperti teether dan mainan bertekstur, eksplorasi alami ini dapat tetap memberi ruang bagi si Kecil mengenali sekitarnya sambil memperoleh pendampingan yang perhatian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasukkan tangan, jari, hingga berbagai benda ke dalam mulut adalah fase oral bayi untuk mengenali lingkungan sekitarnya.

Kebiasaan ini umum dilakukan bayi sebagai bagian dari proses eksplorasi selama tumbuh kembangnya.

Lantas, berapa lama fase oral berlangsung dan bagaimana cara menjaga si Kecil agar tetap aman?

Untuk mengetahui durasi fase oral sekaligus tips amannya, Popmama.com telah melansir informasi dari Baby Centre untuk Mama.

Yuk, simak penjelasannya!

Durasi Fase Oral pada Bayi

Magnific.com/rawpixel.com

Melansir Baby Centre, saat si Kecil mulai mampu meraih dan menggenggam benda pada usia 3–4 bulan, ia akan mulai memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari eksplorasinya.

Kebiasaan ini dapat semakin intens pada usia 6–7 bulan, ketika si Kecil mulai tumbuh gigi sehingga lebih sering menggigit atau memasukkan benda ke mulut.

Fase tersebut dapat berlangsung hingga anak berusia sekitar 3 tahun.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya mulai berkurang setelah usia 18 bulan.

Kenapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut?

Pexels.com/Orange Ocean

Kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut merupakan bagian dari tumbuh kembang bayi. Berikut beberapa alasannya:

  1. Mengeksplorasi lingkungan
    Bayi menggunakan mulut untuk mengenali bentuk, tekstur, dan rasa benda di sekitarnya.

  2. Meredakan rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi
    Menggigit benda yang aman dapat membantu memberi tekanan pada gusi yang terasa nyeri atau gatal.

  3. Menenangkan diri
    Mengisap tangan, jari, atau empeng dapat membantu si Kecil merasa lebih tenang, terutama saat lelah atau mengantuk.

Tips Aman Selama Fase Oral Bayi

Magnific.com/jcomp

Berikut tips aman selama fase oral bayi yang bisa dilakukan Mama dan Papa untuk mendukung si Kecil bereksplorasi tanpa mengabaikan keselamatannya.

  1. Jauhkan benda-benda kecil
    Bayi mudah memasukkan benda ke mulut karena rasa ingin tahu. Pastikan benda kecil di area bermain segera disingkirkan untuk mencegah risiko tersedak.

  2. Simpan benda berbahaya
    Jauhkan obat-obatan, produk pembersih, bahan kimia, dan baterai kancing dari jangkauan bayi.

  3. Buat rumah lebih aman
    Lakukan babyproofing dengan mengamankan kabel, menutup akses ke tempat berbahaya, dan memasang pagar pengaman.

  4. Sediakan benda yang aman untuk digigit
    Berikan teether atau mainan bertekstur yang aman dan mudah dibersihkan agar si Kecil tetap bisa bereksplorasi.

Meski normal dalam tumbuh kembang, fase oral tetap membutuhkan perhatian dari Mama dan Papa untuk menjaga keamanan.

Yuk, dampingi eksplorasi si Kecil dan pastikan lingkungan sekitarnya bebas dari benda yang berbahaya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article