Tanda-tanda gangguan pencernaan pada bayi perlu Mama kenali sejak dini karena sistem pencernaan si Kecil masih dalam tahap perkembangan. Kondisi tersebut membuat bayi lebih rentan mengalami berbagai masalah pencernaan, mulai dari perut kembung hingga diare dan sembelit.
Tanda-Tanda Gangguan Pencernaan pada Bayi, Jangan Diabaikan!

- Gangguan pencernaan bayi dapat terlihat dari rewel, menangis terus, gelisah, menarik kaki ke perut, atau melengkungkan punggung akibat rasa tidak nyaman.
- Tanda fisik meliputi perut kembung atau keras, sering kentut, serta perubahan BAB seperti diare cair, sembelit dengan feses keras, lendir berlebih, atau darah.
- Pemicu dapat berupa alergi, intoleransi, infeksi, atau perubahan pola makan; pencegahan mencakup cukup cairan, menjaga kebersihan perlengkapan, dan konsultasi probiotik serta zinc ke dokter.
Gangguan pencernaan dapat terlihat melalui perubahan kondisi fisik maupun perilaku bayi. Gejalanya pun dapat berbeda-beda, mulai dari perubahan pola BAB, nafsu makan, hingga bayi yang menjadi lebih rewel dari biasanya.
Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang tanda-tanda gangguan pencernaan pada bayi yang perlu diketahui.
Table of Content
1. Bayi lebih rewel

Magnific Bayi yang mengalami gangguan pencernaan dapat menunjukkan perubahan perilaku, salah satunya menjadi lebih rewel atau menangis terus-menerus tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini dapat muncul karena adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian perut.
Selain menangis, bayi mungkin tampak gelisah, sering menarik atau mengangkat kedua kakinya ke arah perut, hingga melengkungkan punggung. Gerakan tersebut dapat menjadi tanda bahwa si Kecil sedang merasa tidak nyaman pada saluran pencernaannya.
2. Perut terlihat kembung dan bayi lebih sering kentut

Magnific Perubahan pada kondisi perut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan. Perut bayi yang terlihat lebih besar dari biasanya atau terasa keras ketika disentuh dapat menunjukkan bahwa bayi sedang mengalami kembung.
Kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Karena itu, bayi juga dapat lebih sering kentut sebagai cara tubuh mengeluarkan gas yang berlebih.
3. BAB menjadi lebih cair atau justru sulit dikeluarkan

Magnific/jcomp Gangguan pencernaan pada bayi dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar (BAB), termasuk diare dan sembelit. Diare ditandai dengan BAB yang lebih sering dengan tekstur feses yang lebih encer atau cair dari biasanya. Warna feses juga dapat berubah dan baunya mungkin menjadi lebih menyengat.
Sebaliknya, sembelit terjadi ketika bayi BAB lebih jarang dari biasanya dengan feses yang keras. Bayi dapat terlihat mengejan, menangis, atau kesakitan saat berusaha BAB. Feses yang keluar juga dapat berukuran kecil dan keras menyerupai kerikil.
4. Nafsu makan berkurang

Magnific Gangguan pada sistem pencernaan juga dapat memengaruhi keinginan bayi untuk makan atau menyusu. Bayi mungkin menolak susu atau makanan yang biasanya dikonsumsi, menyusu hanya sebentar lalu melepaskannya, atau terlihat kurang bersemangat saat makan.
Perubahan ini dapat terjadi karena rasa tidak nyaman pada perut membuat bayi kehilangan minat untuk makan. Mama perlu memperhatikan perubahan asupan tersebut, terutama jika berlangsung bersamaan dengan gejala pencernaan lainnya.
5. Ada perubahan yang tidak biasa pada feses

Magnific Selain frekuensi dan tekstur BAB, Mama juga perlu memperhatikan kondisi feses si Kecil. Adanya lendir dalam jumlah berlebihan atau bercak darah pada feses merupakan perubahan yang perlu diwaspadai.
Feses yang mengandung banyak lendir dapat berkaitan dengan iritasi pada usus. Sementara itu, darah pada feses dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk alergi, infeksi, atau gangguan lain pada saluran pencernaan.
Penyebab Gangguan Pencernaan pada Bayi

Magnific Gangguan pencernaan pada bayi dapat dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gejala seperti diare, muntah, ruam, dan perut kembung.
Selain itu, infeksi akibat bakteri, virus, atau parasit juga dapat menyebabkan gastroenteritis yang ditandai dengan diare, muntah, dan demam. Perubahan pola makan, seperti pengenalan makanan padat terlalu dini atau perubahan pola makan Mama yang menyusui, juga dapat memengaruhi sistem pencernaan bayi.
Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan pada Bayi

Magnific/Valeria_Aksakova Beberapa hal yang dapat dilakukan Mama untuk membantu menjaga kondisi pencernaan bayi, yaitu:
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Asupan cairan yang cukup penting untuk membantu mencegah dehidrasi, terutama ketika bayi mengalami diare atau muntah akibat infeksi saluran pencernaan.
Jaga kebersihan makanan dan perlengkapan bayi. Botol susu, peralatan ASIP, alat makan, hingga mainan yang sering masuk ke mulut perlu dijaga kebersihannya.Â
Konsultasikan pemberian probiotik dan zinc dengan dokter. Penelitian dalam jurnal Clinical and Experimental Pediatrics tahun 2024 menemukan bahwa kombinasi probiotik dan zinc secara bersamaan dapat membantu mempercepat pemulihan diare pada anak yang mengalami infeksi.Â
Nah, itu dia informasi mengenai tanda-tanda gangguan pencernaan pada bayi.Â
Apakah si Kecil sedang mengalami salah satu tanda tersebut, Ma?





















