Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya
Magnific.com/jcomp
  • Fase oral biasanya dimulai saat bayi mampu meraih benda pada usia 3–4 bulan, makin intens pada 6–7 bulan ketika tumbuh gigi, dan dapat berlangsung hingga sekitar 3 tahun.
  • Kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya mulai berkurang setelah usia 18 bulan, tetapi tetap perlu pengawasan karena benda kecil berisiko menyebabkan bayi tersedak.
  • Orang tua perlu menyingkirkan benda kecil, mengunci bahan berbahaya termasuk baterai kancing, melakukan babyproofing, serta menyediakan teether dan mainan bertekstur yang aman digigit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasukkan tangan, jari, hingga berbagai benda ke dalam mulut adalah fase oral bayi untuk mengenali lingkungan sekitarnya.

Kebiasaan ini umum dilakukan bayi sebagai bagian dari proses eksplorasi selama tumbuh kembangnya.

Lantas, berapa lama fase oral berlangsung dan bagaimana cara menjaga si Kecil agar tetap aman?

Untuk mengetahui durasi fase oral sekaligus tips amannya, Popmama.com telah melansir informasi dari Baby Centre untuk Mama.

Yuk, simak penjelasannya!

  1. Durasi Fase Oral pada Bayi

    Durasi Fase Oral pada Bayi
    Magnific.com/rawpixel.com

    Melansir Baby Centre, saat si Kecil mulai mampu meraih dan menggenggam benda pada usia 3–4 bulan, ia akan mulai memasukkan berbagai benda ke dalam mulut sebagai bagian dari eksplorasinya.

    Kebiasaan ini dapat semakin intens pada usia 6–7 bulan, ketika si Kecil mulai tumbuh gigi sehingga lebih sering menggigit atau memasukkan benda ke mulut.

    Fase tersebut dapat berlangsung hingga anak berusia sekitar 3 tahun.

    Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya mulai berkurang setelah usia 18 bulan.

  2. Kenapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut?

    Kenapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut?
    Pexels.com/Orange Ocean

    Kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut merupakan bagian dari tumbuh kembang bayi. Berikut beberapa alasannya:

    1. Mengeksplorasi lingkungan
      Bayi menggunakan mulut untuk mengenali bentuk, tekstur, dan rasa benda di sekitarnya.

    2. Meredakan rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi
      Menggigit benda yang aman dapat membantu memberi tekanan pada gusi yang terasa nyeri atau gatal.

    3. Menenangkan diri
      Mengisap tangan, jari, atau empeng dapat membantu si Kecil merasa lebih tenang, terutama saat lelah atau mengantuk.

  3. Tips Aman Selama Fase Oral Bayi

    Tips Aman Selama Fase Oral Bayi
    Magnific.com/jcomp

    Berikut tips aman selama fase oral bayi yang bisa dilakukan Mama dan Papa untuk mendukung si Kecil bereksplorasi tanpa mengabaikan keselamatannya.

    1. Jauhkan benda-benda kecil
      Bayi mudah memasukkan benda ke mulut karena rasa ingin tahu. Pastikan benda kecil di area bermain segera disingkirkan untuk mencegah risiko tersedak.

    2. Simpan benda berbahaya
      Jauhkan obat-obatan, produk pembersih, bahan kimia, dan baterai kancing dari jangkauan bayi.

    3. Buat rumah lebih aman
      Lakukan babyproofing dengan mengamankan kabel, menutup akses ke tempat berbahaya, dan memasang pagar pengaman.

    4. Sediakan benda yang aman untuk digigit
      Berikan teether atau mainan bertekstur yang aman dan mudah dibersihkan agar si Kecil tetap bisa bereksplorasi.

    Meski normal dalam tumbuh kembang, fase oral tetap membutuhkan perhatian dari Mama dan Papa untuk menjaga keamanan.

    Yuk, dampingi eksplorasi si Kecil dan pastikan lingkungan sekitarnya bebas dari benda yang berbahaya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More