Kelahiran anak merupakan momen yang membahagiakan sekaligus penuh perhatian bagi setiap orangtua.
Kenapa Kepala Bayi Lonjong? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

- Kepala bayi yang tampak lonjong cukup umum terjadi akibat ruang rahim terbatas, tekanan selama persalinan, atau tekanan berulang pada area tertentu karena tengkorak masih lentur.
- Bentuk kepala biasanya dapat berubah seiring pertumbuhan dengan mengubah posisi kepala, lebih sering menggendong, serta tummy time saat bayi terjaga dan diawasi.
- Konsultasikan ke dokter jika bentuk kepala tidak biasa, bayi mengalami kejang atau sulit makan, maupun pertumbuhan lingkar kepala terlalu cepat atau lambat.
Setelah si Kecil lahir, Mama dan Papa tentu akan memperhatikan setiap bagian tubuhnya, termasuk bentuk kepala yang terkadang terlihat lonjong.Â
Kondisi tersebut cukup umum dan bisa terjadi karena berbagai faktor. Lantas, apa saja penyebab bentuk kepala bayi lonjong dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini!
Table of Content
Penyebab Kepala Lonjong pada Bayi

Magnific.com/jcomp Melansir Mayo Clinic, beberapa kondisi berikut dapat membuat bentuk kepala bayi tampak lonjong:
Ruang rahim terbatas
Ruang rahim yang sempit, seperti pada kehamilan kembar, dapat memengaruhi bentuk kepala bayi.Proses persalinan
Tekanan saat melewati jalan lahir, terutama dengan bantuan forsep atau vakum, dapat mengubah bentuk kepala bayi sementara.Tekanan pada bagian tertentu
Tengkorak bayi yang masih lentur membuat tekanan pada area tertentu dapat menyebabkan bentuk kepala tampak asimetris.
Cara Mengatasi Kepala Lonjong pada Bayi

Magnific.com/jcomp Mama tak perlu khawatir, bentuk kepala bayi yang tampak lonjong dapat berubah seiring pertumbuhan.
Mengutip dari Healthline, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu memperbaiki bentuk kepala si Kecil:
Ubah posisi kepala secara berkala
Ganti arah kepala atau posisi mainan agar si Kecil tidak terus bertumpu pada sisi yang sama.Lebih sering menggendong
Menggendong atau menggunakan baby carrier dapat membantu mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala bayi.Rutin melakukan tummy time
Lakukan tummy time beberapa kali sehari saat bayi terjaga dan dalam pengawasan untuk membantu memperkuat otot leher dan punggung.
Kapan Harus ke Dokter?

Pexels.com/Sunvani Hoà ng Perhatikan kondisi si Kecil bila bentuk kepalanya tampak tidak biasa atau muncul gejala seperti kejang dan sulit makan.
Mama juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila pertumbuhan lingkar kepala si Kecil berlangsung terlalu cepat atau justru lebih lambat dari seharusnya.
Dengan pemeriksaan yang tepat, Mama bisa mengetahui kondisi kepala si Kecil sekaligus mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.
Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila Mama menemukan perubahan yang membuat khawatir, ya!





















