Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Garis Wajah Bayi Tidak Simetris? Bisa Jadi Tanda Kepala Peyang

Garis Wajah Bayi Tidak Simetris? Bisa Jadi Tanda Kepala Peyang
Magnific
Intinya Sih
  • Garis wajah bayi yang tidak simetris, telinga tidak sejajar, atau kepala sering miring dapat menjadi tanda plagiocephaly (kepala peyang), terutama pada usia 0-6 bulan.

  • Plagiocephaly posisional paling sering terjadi akibat tekanan berulang pada sisi kepala yang sama, risikonya meningkat pada bayi kembar, prematur, tortikolis, atau persalinan dengan alat bantu.

  • Penanganan disesuaikan penyebab, dari perubahan posisi tidur, tummy time, cara menggendong, penggunaan helm khusus, fisioterapi, hingga operasi, bayi perlu diperiksa bila bentuk kepala abnormal atau disertai gejala tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada bulan-bulan pertama kehidupan, bentuk kepala bayi masih sangat lunak sehingga lebih mudah berubah jika mendapat tekanan pada area yang sama dalam waktu lama. Kondisi ini dapat membuat salah satu sisi kepala menjadi lebih datar atau dikenal sebagai plagiocephaly (kepala peyang).

Selain bentuk kepala yang berubah, beberapa bayi juga dapat menunjukkan tanda lain, seperti garis wajah yang terlihat tidak simetris, posisi telinga kanan dan kiri yang berbeda, atau lebih sering memiringkan kepala ke satu sisi.

Agar Mama lebih memahami kondisi ini, berikut Popmama.com telah merangkum informasi yang perlu Mama ketahui.

Garis Wajah Bayi yang Tidak Simetris Bisa Jadi Tanda Kepala Peyang

Garis wajah bayi tidak simetris bisa jadi tanda kepala peyang
Magnific

Garis wajah yang terlihat tidak simetris memang bisa menjadi salah satu tanda plagiocephaly atau kepala peyang. Kondisi ini terjadi ketika salah satu sisi kepala bayi menjadi lebih datar akibat tekanan yang terus-menerus pada area tertentu. Plagiocephaly cukup sering terjadi, terutama pada bayi usia 0-6 bulan.

Selain garis wajah yang tampak tidak simetris, beberapa tanda lain yang dapat terlihat antara lain posisi telinga kanan dan kiri yang tidak sejajar, serta bayi yang lebih sering memiringkan kepala ke satu sisi.

dr. Hans Natanael, Sp.A lewat akun Instagram pribadinya @drhans_spesialisanak menjelaskan bahwa bentuk kepala bayi masih sangat lunak pada bulan-bulan pertama kehidupan, sehingga tekanan yang terjadi terus menerus pada satu sisi kepala dapat menyebabkan plagiocephaly atau kepala menjadi peyang

Mengapa Plagiocephaly Bisa terjadi?

Garis wajah bayi tidak simetris bisa jadi tanda kepala peyang
Magnific

Berdasarkan penyebabnya, plagiocephaly dibedakan menjadi dua jenis.

Jenis pertama adalah plagiocephaly kongenital, yaitu kondisi yang disebabkan oleh kraniosinostosis. Pada kondisi ini, ubun-ubun dan celah tengkorak bayi menutup lebih cepat dari yang seharusnya.

Sementara itu, jenis yang paling sering terjadi adalah plagiocephaly posisional. Kondisi ini muncul karena posisi kepala bayi terus berada pada sisi yang sama saat tidur, baik telentang maupun miring.

Selain kebiasaan posisi kepala saat tidur, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko plagiocephaly posisional, yaitu:

  1. Bayi lahir kembar.
  2. Bayi lahir prematur.
  3. Mengalami tortikolis atau kekakuan pada salah satu sisi otot leher sehingga kepala cenderung berada pada posisi yang sama.
  4. Proses persalinan menggunakan alat bantu seperti forceps atau vakum.

Penanganan Plagiocephaly Disesuaikan dengan Penyebabnya

Garis wajah bayi tidak simetris bisa jadi tanda kepala peyang
Unsplash/Jimmy Conover

Jika si Kecil mengalami plagiocephaly, penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisinya.

Pada plagiocephaly posisional, Mama biasanya akan dianjurkan dokter untuk melakukan beberapa perawatan sederhana di rumah. Misalnya, mengubah posisi kepala bayi secara perlahan setiap kali tidur, memberikan tummy time saat bayi terjaga dengan tetap diawasi, serta lebih sering menggendong si Kecil agar tekanan pada satu sisi kepala berkurang.

Apabila perawatan di rumah belum memberikan hasil yang diharapkan, penanganan dapat dilakukan dengan penggunaan helm khusus (cranial helmet) untuk membantu memperbaiki bentuk tengkorak bayi. Bila plagiocephaly terjadi bersamaan dengan tortikolis atau kekakuan otot leher, fisioterapi juga dapat dilakukan untuk membantu meregangkan otot leher bayi.

Sementara itu, pada plagiocephaly kongenital yang disebabkan oleh kraniosinostosis, penanganannya dapat berupa operasi untuk membuka ubun-ubun bayi yang menutup lebih cepat.


Kapan Bayi Perlu Segera Diperiksa ke Dokter?

Garis wajah bayi tidak simetris bisa jadi tanda kepala peyang
Magnific

Mama dapat segera membawa si Kecil ke dokter jika mulai melihat tanda-tanda plagiocephaly, sehingga penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat bisa diberikan.

Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan apabila bentuk kepala bayi masih tampak tidak normal hingga usia 6 bulan, terutama bila disertai dengan beberapa kondisi berikut:

  1. Ubun-ubun terasa keras.
  2. Kejang.
  3. Pergerakan tidak normal.
  4. Gangguan tumbuh kembang, seperti terlambat tengkurap atau terlambat mengangkat kepala.

Nah, itulah penjelasan mengenai garis wajah bayi tidak simetris bisa jadi tanda kepala peyang. Jika Mama melihat tanda-tanda tersebut pada si Kecil, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More