Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Bayi 3 Bulan

Pexels
Pexels
Intinya sih...
  • Memberi MPASI sebelum usia 6 bulan, bisa membahayakan kesehatan bayi dan meningkatkan risiko tersedak.
  • Memberikan minuman selain ASI atau susu formula pada bayi 3 bulan dapat menyebabkan perut kembung, kekurangan gizi, diare, hingga keracunan air.
  • Pemberian madu pada bayi di bawah usia 1 tahun dilarang karena bisa mengandung bakteri berbahaya dan mengancam nyawa bayi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini sudah ditinjau oleh dr. Fitria Mahrunnisa, MSc, Sp.A

Sejak lahir, bayi terus tumbuh dan berkembang. Bayi juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari orangtua untuk melatih perkembangannya.

Orangtua tentu ingin bayinya tumbuh dan berkembang dengan baik serta mencapai tonggak perkembangan sesuai jadwalnya. Namun kadang, orangtua tidak sadar melakukan beberapa hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan atau si Kecil belum cukup umur untuk hal-hal tertentu.

Bila si Kecil berusia 3 bulan, hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan pada bayi 3 bulan? Yuk, simak daftarnya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Memberi MPASI

Freepik/jannoon028
Freepik/jannoon028

Setiap orangtua tentu ingin memastikan kebutuhan bayinya terpenuhi, termasuk kebutuhan nutrisi. Saat bayi merasa lapar, ia akan menangis sebagai bentuk komunikasi. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua tangisan bayi menandakan rasa lapar. 

Ketika bayi terus menangis meskipun sudah diberikan ASI atau susu formula, sebagian orangtua kerap menganggap bayi masih lapar dan akhirnya memberikan makanan padat sebelum waktunya. Misalnya, memberikan pisang pada bayi berusia 3 bulan yang sebenarnya belum siap menerima makanan pendamping ASI (MPASI). 

Padahal, pemberian makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan dapat membahayakan kesehatannya, bahkan berisiko mengancam nyawa karena sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna sehingga belum mampu mencerna makanan padat dengan baik. Selain itu, kemampuan mengunyah dan menelan bayi juga masih terbatas, yang dapat meningkatkan risiko tersedak. 

Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk menunda pemberian makanan padat hingga bayi siap secara usia dan perkembangan, yaitu minimal pada usia 6 bulan.

2. Memberikan minuman selain ASI atau susu formula

Freepik
Freepik

Sebagian orangtua mungkin mengira jika cairan di luar ASI atau susu formula bisa diberikan pada bayi. Karena itu, orangtua memberikan teh, jus atau air untuk si Kecil yang masih berusia 3 bulan.

Memberikan minuman selain ASI atau susu formula tidak boleh dilakukan pada bayi berusia 3 bulan, ya, Ma.

Di usia 3 bulan, ginjal bayi belum sempurna untuk menyaring cairan selain ASI atau susu formula. Memberikan cairan selain ASI dan susu formula bisa membahayakan bayi. Tindakan itu bisa menyebabkan perut kembung, kekurangan gizi (karena membuat kenyang), diare, hingga keracunan air (hiponatremia).

Di usia 3 bulan, bayi hanya membutuhkan nutrisi yang berasal dari ASI atau susu formula. Oleh sebab itu, Bunda dilarang memberikan minuman apa pun kepada bayi tanpa rekomendasi dari dokter.   

3. Memberikan madu

Pixabay/fancycrave1
Pixabay/fancycrave1

Madu bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini mungkin membuat Mama berpikir untuk memberikan madu ke si Kecil yang berusia 3 bulan.  

Pemberian madu pada bayi di bawah usia 1 tahun adalah hal yang dilarang, Ma. Kenapa?

Ini karena madu bisa saja mengandung bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan serius pada bayi. Keracunan itu terjadi salah satunya karena sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna. Dalam kasus yang parah, keracunan ini bisa mengancam nyawa bayi, Ma.

4. Menunda atau melewatkan jadwal imunisasi bayi

Pexels/Artem Podrez
Pexels/Artem Podrez

Imunisasi sangat penting bagi bayi dan anak-anak, Ma. Selain itu, imunisasi pun harus dilakukan sesuai jadwalnya agar bayi terlindungi dari beragam penyakit berbahaya, seperti hepatitis B, TBC, polio, cacar air, pneumonia, hingga meningitis. Semua penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian imunisasi sesuai dosis dan jadwal yang tepat. 

Namun dalam beberapa kasus, bayi mungkin melewatkan jadwal imunisasinya. Apa yang harus dilakukan? Bayi tetap bisa mendapatkan imunisasi. Konsultasikan dengan dokter yang mengetahui kondisi kesehatan si Kecil, ya.

5. Melatih bayi untuk duduk

Freepik/prostooleh
Freepik/prostooleh

Melihat bayi mencapai tonggak perkembangannya adalah hal yang sangat menyenangkan bagi orangtua. Karena itu, tidak heran jika orangtua sangat bersemangat untuk mendukung dan melatih si Kecil. Salah satunya adalah mengajarkan bayi untuk duduk.

Duduk merupakan salah satu tonggak perkembangan yang penting bagi bayi. Namun perlu diingat, orangtua tidak boleh melatih bayi usia 3 bulan untuk duduk, ya.

Kenapa? Bayi 3 bulan belum memiliki otot leher, otot bahu, otot punggung yang kuat. Jadi, ia belum bisa menopang tubuhnya sendiri untuk duduk. Orangtua tidak perlu terburu-buru untuk mengajar bayi duduk dan tunggulah 1 bulan lagi.

6. Tidak mengajak bayi berbicara atau mengobrol

Freepik
Freepik

Bayi membutuhkan orangtua untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu cara yang bisa dilakukan orangtua adalah mengajaknya bicara atau mengobrol. Meski bayi belum bisa bicara, ia belajar banyak hal dari obrolan orangtuanya, lho. Ia menyimak Mama ketika sedang bercerita.

Selain itu, pada usia 3 bulan, bayi sudah mulai mengoceh. Lalu, apa yang mungkin terjadi jika orangtua tidak melatih dan mengajak bayi mengobrol? Kemungkinan, kemampuan bicara bayi tidak akan terasah, Ma. Kosakatanya pun tidak bertambah. Akibatnya, ini bisa menghambat kemampuan bicaranya kelak.

7. Membiarkan bayi tidur miring ke kanan dan ke kiri

Pexels
Pexels

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa side sleeping atau tidur miring tidak aman untuk bayi dan tidak memiliki manfaat. Posisi tidur miring ini juga tidak lebih baik untuk bayi yang mengalami refluks. 

Posisi tidur miring memiliki risiko bayi akan berpindah posisi menjadi tengkurap dan pada bayi dengan usia terlalu muda berisiko membuat wajah bayi terjebak di matras dan menyebabkan sufokasi. 

8. Tidak memberikan waktu untuk tummy time

Pexels
Pexels

Tummy time sangat penting untuk bayi. Salah satunya adalah memperkuat otot leher, bahu, dan punggung bayi, mencegah kepala peyang (flat head syndrome) dan leher kaku (tortikolis), serta melatih keterampilan motorik kasar seperti berguling, merangkak, dan duduk. Pada akhirnya, tummy time ini akan mendukung perkembangan tonggak pertumbuhan lainnya, Ma.

Nah, sebagian orangtua mungkin membayangkan jika bayi akan sangat tersiksa saat tummy time. Misalnya ia akan sulit bernapas.

Namun, salah satu hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi yang berusia 3 bulan adalah tidak memberikan waktu untuk tummy time. Padahal, tummy time merupakan proses yang perlu dilalui bayi agar ia bisa duduk dan berjalan, Ma.

Itu daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada bayi 3 bulan. Bayi membutuhkan bantuan orangtua untuk tumbuh dan berkembang. Namun selain itu, orangtua juga perlu memahami bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh orangtua pada bayinya.

Semoga informasi ini bisa membantu orangtua dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil, ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More

Cara Bayi Menunjukkan Kasih Sayang pada Orang-Orang di Sekitarnya

14 Jan 2026, 17:20 WIBBaby