Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenali 6 Penyebab Bayi Sering Haus, Salah Satunya Tanda Diabetes
Magnific/jcomp
  • Bayi dapat lebih sering haus saat mengalami growth spurt karena tubuh membutuhkan energi dan nutrisi tambahan untuk pertumbuhan fisik yang berlangsung cepat.

  • Dehidrasi, cuaca panas, serta pakaian terlalu tebal dapat meningkatkan kehilangan cairan pada bayi, sehingga lebih sering meminta ASI atau susu.

  • Rasa haus berlebihan juga dapat terkait diabetes atau asupan foremilk yang lebih banyak tanpa cukup hindmilk, sehingga bayi cepat ingin menyusu kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa sering haus karena sedang tumbuh cepat, kurang cairan, cuaca panas, atau bajunya terlalu tebal. Bayi juga mungkin cuma minum ASI yang encer jadi cepat lapar lagi. Kadang-kadang, haus sekali bisa jadi tanda diabetes. Mama perlu melihat keadaan bayi dan memberi pakaian yang nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil lebih sering meminta ASI atau susu dari biasanya tentu bisa membuat Mama penasaran dan bertanya-tanya.

Apakah si Kecil sungguhan sedang lapar, ASI kurang, atau apa ada kondisi lain yang membuatnya cepat haus? Bayi sering haus bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan hingga masalah kesehatan tertentu, Ma.

Biar Mama nggak semakin bertanya-tanya, simak artikel Popmama.com tentang 6 penyebab bayi sering haus berikut ini.

1. Sedang dalam fase growth spurt

Unsplash/Lucy Wolski

Growth spurt adalah periode ketika bayi mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dari biasanya dalam waktu tertentu.

Dilansir dari What to Expect, bayi yang sedang mengalami growth spurt cenderung lebih sering merasa lapar atau haus.

Hal itu terjadi karena tubuhnya membutuhkan lebih banyak energi dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan yang sedang berlangsung pesat.

2. Dehidrasi

Unsplash/Trung Nhan Tran

Dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebab bayi lebih sering haus karena tubuhnya sedang kehilangan banyak cairan.

Bayi lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa karena sebagian besar tubuhnya terdiri dari air dan mereka dapat kehilangan cairan dengan lebih cepat.

Ketika cairan berkurang, otak akan memberikan sinyal agar si Kecil kembali mendapatkan asupan cairan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Si Kecil pun lebih sering haus dan selalu minta menyusu.

3. Diabetes

Unsplash/Myriams-Fotos

Rasa haus yang berlebihan pada bayi juga bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Berdasarkan The Bump, diabetes adalah kondisi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin sehingga gula menumpuk di dalam darah.

Kadar gula yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine.

Proses ini membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga si Kecil mudah mengalami dehidrasi dan terus merasa haus.

4. Terlalu banyak menyusu foremilk

Unsplash/Brian Wangenheim

Mengutip dari WebMD, foremilk merupakan ASI yang diminum si Kecil pada awal sesi menyusui. ASI ini biasanya terlihat lebih encer dan mengandung lebih banyak air serta laktosa sehingga membantu memenuhi kebutuhan cairan bayi.

Jika bayi hanya menyusu sebentar dan sering berganti payudara, si Kecil mungkin lebih banyak mendapatkan foremilk dan belum cukup memperoleh hindmilk, yaitu ASI yang keluar setelahnya dan mengandung lebih banyak lemak yang membantu memberikan energi sekaligus membuat bayi merasa kenyang lebih lama.

Bayi yang terlalu banyak menyusu foremilk bisa lebih cepat merasa lapar atau ingin menyusu kembali karena belum cukup mendapatkan energi.

5. Cuaca panas

Magnific/wirestock

Sama seperti orang dewasa, bayi juga merasa cepat haus saat cuaca panas. Dilansir dari Medical News Today, bayi bahkan memiliki kandungan air yang lebih tinggi dari orang dewasa.

Karena hal itu, bayi akan lebih banyak kehilangan cairan saat cuaca panas yang mendorong si Kecil mengalami dehidrasi.

Seperti kebanyakan orang, dehidrasi mendorong seseorang untuk terus merasa haus. Pada bayi, hal ini dapat terlihat dari keinginan bayi untuk terus menyusu demi memenuhi kebutuhan cairannya yang sudah hilang.

6. Memakai baju terlalu tebal

Unsplash/freestocks-photos

Memakaikan baju yang terlalu tebal atau berlapis-lapis bisa membuat si Kecil lebih mudah kepanasan, terutama jika memakainya saat cuaca panas.

Sistem pengaturan suhu tubuh bayi masih berkembang, sehingga si Kecil belum bisa menyesuaikan suhu tubuh sebaik orang dewasa.

Sama seperti orang dewasa, saat kepanasan, bayi akan berkeringat lebih banyak untuk mendinginkan tubuh. Kondisi ini membuat cairan tubuh lebih cepat berkurang dan bisa memicu rasa haus.

Oleh karena itu, sesuaikan pakaiannya sesuai cuaca, ya, Ma. Jika cuaca sedang panas, pilih pakaian yang tipis, nyaman, dan mudah menyerap keringat agar si Kecil tidak mudah kegerahan.

Itulah 6 penyebab bayi sering haus. Dengan mengenali beberapa penyebabnya, Mama dapat memberikan penangan yang tepat, terutama ketika bayi sering haus disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti diabetes.

Curated For You

Editorial Team

Related Article