Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Normal Bayi Baru Lahir Sering Tidur? Ini Faktanya

Apakah Normal Bayi Baru Lahir Sering Tidur? Ini Faktanya
Pexels/Jonathan Borba
  • Bayi baru lahir umumnya tidur 16-17 jam per hari yang setiap sesinya 1–2 jam. Mereka belum memiliki pola siang-malam teratur karena tetap perlu sering menyusu.

  • Tidur lama masih normal bila bayi mudah dibangunkan, menyusu baik, memiliki popok basah teratur, buang air besar sesuai usia, serta berat badan terpantau bertambah.

  • Segera konsultasikan ke dokter bila bayi sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, lemas, popok basah berkurang, kuning makin mengantuk, atau mengalami gangguan napas dan suhu tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi baru lahir memang cenderung lebih banyak tidur dibandingkan anak yang lebih besar. Namun, orangtua tetap perlu memperhatikan pola menyusu dan tanda-tanda bayi sulit dibangunkan.

Apalagi jika si Kecil terlihat lebih sering tidur daripada terjaga untuk bermain atau berinteraksi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) memang sebagian besar bayi baru lahir tidur sekitar 16-17 jam dalam sehari. Namun, waktu tidur tersebut biasanya tidak berlangsung sekaligus. 

Bayi dapat tidur selama 1-2 jam sekali waktu, kemudian terbangun untuk menyusu sebelum kembali tidur. 

Jadi, apakah normal jika bayi baru lahir sering tidur? 

Berikut Popmama.com rangkum hal yang perlu diketahui orangtua mengenai apakah normal bayi baru lahir sering Tidur dan faktanya.

  1. 1. Bayi baru lahir memang membutuhkan banyak tidur

    Bayi baru lahir memang membutuhkan banyak tidur
    Pexels/Bruno Curly

    Tidur merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang bayi. Pada masa awal kehidupannya, tubuh bayi mengalami berbagai proses perkembangan sehingga kebutuhan tidurnya jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

    Bayi baru lahir dapat tidur sekitar 16–17 jam dalam periode 24 jam. Namun, pola tersebut berbeda pada setiap bayi. Ada bayi yang tidur lebih lama, sementara bayi lainnya lebih sering terbangun.

    Orangtua juga tidak perlu berharap bayi langsung memiliki pola tidur siang dan malam yang teratur. Bayi baru lahir belum memiliki siklus tidur yang teratur seperti orang dewasa. Mereka juga masih perlu sering terbangun untuk memenuhi kebutuhan makan.

    Karena ukuran lambungnya masih kecil, bayi perlu mendapatkan ASI atau susu secara berkala. Bayi yang menyusu langsung umumnya menyusu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam, sedangkan bayi yang mendapatkan susu melalui botol umumnya perlu menyusu setiap 2-3 jam pada masa awal kehidupannya.

    Artinya, tidur lama bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Karena yang penting juga memastikan apakah bayi tetap mendapatkan asupan yang cukup.

  2. 2. Tidur lama masih normal jika bayi tetap mudah dibangunkan untuk menyusu

    Tidur lama masih normal jika bayi tetap mudah dibangunkan untuk menyusu
    Pexels/Huynh Van

    Bayi yang sehat memang dapat terlihat seperti tidur hampir sepanjang hari. Namun, biasanya mereka akan terbangun secara berkala untuk menyusu.

    AAP menjelaskan bahwa bayi baru lahir yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur masih dapat dianggap normal apabila ia bangun setiap beberapa jam, menyusu dengan baik, terlihat nyaman, dan memiliki waktu ketika ia tampak waspada atau terjaga.

    Orangtua dapat memperhatikan beberapa tanda bahwa bayi mendapatkan asupan yang cukup, seperti:

    • Bayi dapat menyusu dengan baik
    • Bayi terlihat menelan saat menyusu
    • Bayi memiliki popok basah secara teratur
    • Bayi buang air besar sesuai dengan pola yang diharapkan untuk usianya
    • Berat badan bayi bertambah sesuai pemantauan dokter

    Pada beberapa kondisi, bayi mungkin perlu dibangunkan untuk menyusu, terutama pada masa awal setelah lahir. Hal ini sebaiknya mengikuti arahan dokter atau tenaga kesehatan yang memantau kondisi bayi.

    Jadi, bayi yang sering tidur belum tentu berarti ada masalah. Selama ia dapat dibangunkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan menunjukkan perkembangan yang baik, pola tersebut umumnya masih termasuk normal.

  3. 3. Waspadai jika bayi terlalu mengantuk dan sulit dibangunkan

    Waspadai jika bayi terlalu mengantuk dan sulit dibangunkan
    Pexels/Foden Nguyen

    Berbeda dengan bayi yang banyak tidur tetapi masih dapat dibangunkan, bayi yang sangat mengantuk hingga sulit dibangunkan untuk menyusu perlu mendapatkan perhatian medis.

    AAP menyarankan orangtua berkonsultasi dengan dokter apabila bayi jarang terlihat terjaga, tidak bangun sendiri untuk menyusu, atau tampak terlalu lelah dan tidak tertarik untuk makan. Kondisi seperti ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan, terutama jika merupakan perubahan yang tiba-tiba dari pola biasanya.

    Orangtua juga perlu segera mencari pertolongan medis jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti:

    • Sulit dibangunkan atau tidak responsif
    • Tidak mau atau tidak mampu menyusu
    • Tidak memiliki popok basah seperti biasanya
    • Kulit atau bagian putih mata tampak kuning dan bayi semakin mengantuk
    • Bayi terlihat lemas atau sangat tidak aktif
    • Mengalami kesulitan bernapas, bernapas sangat cepat, atau terdengar suara napas yang tidak biasa
    • Mengalami demam atau suhu tubuh terlalu rendah

    Khusus pada bayi dengan penyakit kuning, rasa kantuk yang berlebihan hingga sulit dibangunkan dan tidak mau menyusu merupakan tanda yang perlu segera diperiksa.

    Selain itu, pastikan bayi selalu tidur dengan cara yang aman. AAP merekomendasikan bayi tidur telentang di permukaan yang datar dan tidak miring, serta tidak menggunakan bantal, selimut longgar, bumper, atau benda empuk lainnya di area tidur bayi.

    Jadi, normal jika bayi baru lahir sering tidur, bahkan sebagian besar waktunya memang dihabiskan untuk tidur. Namun, orangtua tetap perlu memastikan Si Kecil cukup menyusu, memiliki popok basah, dan dapat dibangunkan serta terlihat responsif ketika terjaga.

    Namu, jika bayi justru semakin sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, atau menunjukkan tanda-tanda sakit, jangan menganggapnya hanya sebagai kebiasaan tidur. Segera konsultasikan kondisi bayi kepada dokter masing-masing.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More