Kulit bayi Mama tiba-tiba menjadi kering, kemerahan, dan tampak mudah teriritasi? Bisa jadi itu tanda dermatitis atopik, kondisi kulit yang cukup umum dialami bayi, terutama di tahun pertama kehidupannya.
5 Cara Mengatasi Dermatitis Atopik pada Bayi agar Cepat Reda

- Dermatitis atopik pada bayi dapat dikendalikan meski belum sembuh total, terutama dengan pelembap tanpa pewangi minimal dua kali sehari, idealnya dalam tiga menit setelah mandi.
- Kenali dan hindari pemicu seperti keringat, air liur, udara kering, produk beraroma, deterjen, serta pakaian kasar; petroleum jelly polos dapat melindungi ruam sekitar mulut.
- Mandi singkat dengan air hangat dan sabun lembut, gunakan salep kortikosteroid sesuai arahan dokter; terapi mandi pemutih hanya dilakukan bila direkomendasikan dokter.
Meski belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan dermatitis atopik secara total, kabar baiknya, kondisi ini bisa dikendalikan dengan perawatan yang tepat sehari-hari.
Untuk bayi mama yang sedang mengalami kondisi dermatitis atopik, berikut Popmama.com mengulas 5 cara mengatasi dermatitis atopik pada bayi. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Gunakan pelembap kulit secara rutin

Pexels/Anna Shvets Pelembap adalah senjata utama melawan dermatitis atopik. Mengutip Children's Health Queensland, Mama disarankan untuk mengoleskan pelembap tanpa pewangi ke seluruh tubuh si Kecil minimal 2 kali sehari.
Melansir Cleveland Clinic, ada aturan "3 menit", yaitu mengoleskan pelembap paling lambat 3 menit setelah bayi Mama selesai mandi supaya kelembapan air tetap terkunci di kulitnya. Cara ini terbukti membantu meredakan gatal sekaligus mencegah kulit kembali kering.
2. Hindari lingkungan yang memicu dermatitis atopik

Pexels/Pyae Phyo Aung Setiap bayi bisa punya pemicu yang berbeda-beda, mulai dari keringat dan air liur, sampai udara kering, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari, seperti dikutip dari Cleveland Clinic. Kenali pola munculnya ruam pada si Kecil agar Mama lebih mudah menghindarinya.
Produk harian seperti sabun beraroma, deterjen, bedak bayi, atau pakaian berbahan kasar juga kerap menjadi penyebabnya.
Kalau air liur memicu ruam di sekitar mulut si Kecil, Mama disarankan untuk mengoleskan petroleum jelly polos sebagai lapisan pelindung sebelum menyusui atau tidur siang.
3. Oleskan salep sesuai anjuran dokter

Pexels/Ron Lach Salep kortikosteroid menjadi andalan untuk meredakan peradangan dan gatal pada kulit, terutama pada kulit si Kecil yang terkena dermatitis atopik.
Mengutip Cleveland Clinic, untuk dermatitis atopik ringan, salep hidrokortison 1 persen yang dijual bebas dioleskan 2 kali sehari maksimal 1 minggu, sedangkan untuk sedang hingga berat, membutuhkan resep dokter.
Menurut AAD, salep ini dioleskan setelah mandi dan sebelum pelembap, dengan takaran yang mengikuti anjuran dokter karena kulit bayi jauh lebih sensitif terhadap kortikosteroid dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Jangan asal pakai atau menghentikannya sendiri tanpa konsultasi.
4. Mandikan bayi dengan cara yang tepat

Pexels/ray guesc Mandi yang tepat justru membantu meredakan dermatitis atopik, bukan memperparah.Menurut AAD, Mama disarankan untuk memakai air suam-suam kuku, sabun lembut tanpa pewangi, dan membatasi waktu mandi cukup 5 sampai 10 menit saja tanpa menggosok kulit terlalu keras.
Melansir Children's Health Queensland, tepuk-tepuk kulit si Kecil sampai lembap, bukan kering total, lalu segera oleskan pelembap selagi kulitnya masih basah agar kelembapannya terkunci dengan sempurna.
5. Terapi mandi pemutih (bleach bath) sesuai anjuran dokter

Pexels/RDNE Stock project Kalau dermatitis atopik si Kecil susah dikendalikan atau berulang kali terinfeksi, dokter bisa merekomendasikan terapi mandi pemutih yang sudah diencerkan secara khusus.
Menurut AAD, cara ini membantu mengurangi bakteri dan peradangan pada kulit yang bermasalah.
Meski begitu, terapi ini tergolong jarang direkomendasikan untuk bayi dan harus benar-benar mengikuti takaran serta petunjuk dokter agar tidak semakin mengiritasi kulitnya yang sensitif. Jangan coba-coba melakukannya sendiri di rumah tanpa arahan medis, ya, Ma.
Nah, itulah pembahasan mengenai 5 cara mengatasi dermatitis atopik pada bayi yang dapat Mama coba pada bayi yang terkena dermatitis atopik. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!





















