Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Leher Bayi Belum Tegak di Usia 6 Bulan, Apakah MPASI Perlu Ditunda?
Magnific
  • Leher bayi yang belum sepenuhnya tegak pada usia 6 bulan tidak otomatis membuat MPASI harus ditunda, kesiapan perlu dinilai dari kondisi fisik secara menyeluruh.

  • Tanda kesiapan MPASI mencakup mampu duduk dengan sedikit bantuan, kepala cukup stabil, tertarik pada makanan, membuka mulut, serta refleks menjulurkan lidah mulai berkurang.

  • Tummy time dan gendong tegak dapat menguatkan leher serta punggung, konsultasi dokter anak dianjurkan bila ada kekhawatiran, riwayat prematur, atau berat lahir rendah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memasuki usia 6 bulan, banyak Mama mulai mempersiapkan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) untuk si Kecil. Namun, ada kalanya muncul kekhawatiran ketika bayi belum bisa menegakkan leher dengan sempurna. Kondisi ini sering membuat orangtua bertanya-tanya apakah MPASI sebaiknya ditunda sampai leher bayi benar-benar kuat.

Menurut dr. Yoga Yandika, Sp.A, dalam Instagram pribadinya @yogayandika_spa, dijelaskan bahwa leher yang belum sepenuhnya tegak bukan satu-satunya penentu kesiapan bayi untuk mulai MPASI. Ada beberapa tanda lain yang juga perlu diperhatikan sebelum orangtua memutuskan untuk menunda pemberian makanan pendamping.

Nah, agar Mama tidak bingung, berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya.

Leher Bayi Belum Tegak di Usia 6 Bulan, Apakah MPASI Perlu Ditunda?

Magnific

Melihat leher bayi belum benar-benar tegak di usia 6 bulan memang bisa membuat orangtua merasa khawatir. Tidak sedikit yang akhirnya memilih menunda pemberian MPASI karena menganggap bayi belum siap.

Menurut dr. Yoga, kondisi tersebut bukan berarti MPASI harus otomatis ditunda. Kesiapan bayi untuk mulai makan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menopang kepala, tetapi juga dilihat dari kondisi fisik dan tanda kesiapan lainnya.

"Jika lehernya belum benar-benar tegak, bukan berarti MPASI harus otomatis ditunda. Yang penting adalah kondisi fisik dan kesiapan lainnya, serta konsultasikan dengan dokter," ujar dr. Yoga.

Artinya, kepala yang belum tegak sempurna tidak selalu menjadi penghalang untuk memulai MPASI. Yang terpenting, kesiapan bayi dinilai secara keseluruhan.

Jika Mama masih ragu atau si Kecil memiliki kondisi tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak agar mendapatkan penilaian yang sesuai.

Kesiapan MPASI Perlu Dilihat dari Beberapa Tanda, Bukan Hanya Posisi Leher

Magnific

Menurut dr. Yoga, kepala yang tegak memang menjadi salah satu tanda kesiapan MPASI. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua.

Ada beberapa tanda lain yang juga menunjukkan bahwa bayi mulai siap menerima MPASI. Tanda-tanda tersebut meliputi:

  1. Bayi sudah bisa duduk dengan sedikit bantuan.

  2. Kepala cukup stabil saat berada dalam posisi tegak.

  3. Bayi mulai tertarik pada makanan dan membuka mulut ketika melihat makanan.

  4. Refleks mendorong makanan keluar dengan lidah mulai berkurang.

Jika beberapa tanda tersebut sudah terlihat, kesiapan bayi dapat dinilai secara lebih menyeluruh. Oleh karena itu, Mama tidak perlu hanya berfokus pada apakah leher bayi sudah benar-benar tegak atau belum.

Tummy Time dan Gendong Posisi Tegak Dapat Membantu Menguatkan Otot Leher Bayi

Magnific

Selain memperhatikan tanda kesiapan MPASI, dr. Yoga juga menjelaskan beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan orangtua di rumah untuk membantu menguatkan otot leher dan punggung bayi.

"Yang bisa bunda lakukan di rumah? Yang pertama, tummy time beberapa kali sehari, ini sangat membantu otot leher dan punggung," katanya.

Tummy time yang dilakukan beberapa kali sehari dapat menjadi salah satu latihan untuk membantu bayi melatih kekuatan leher dan punggungnya. Selain itu, dr. Yoga juga menyarankan agar bayi digendong dalam posisi tegak saat waktu santai, misalnya ketika diajak bermain. Posisi ini dapat membantu bayi berlatih mengangkat kepalanya dengan aman.

Penggunaan baby gear atau alat duduk juga boleh dilakukan, tetapi durasinya perlu dibatasi. Mama juga perlu memastikan bahwa bayi sudah mampu mempertahankan posisi kepalanya sendiri saat menggunakan alat tersebut.

Di samping itu, kesiapan MPASI tetap perlu dipantau secara menyeluruh, mulai dari kemampuan duduk dengan sedikit bantuan, kontrol kepala yang cukup baik, hingga apakah bayi sudah menunjukkan minat terhadap makanan.

Segera Konsultasikan ke Dokter jika Mama Masih Khawatir

Magnific

Setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, apabila Mama merasa khawatir dengan kesiapan si Kecil untuk memulai MPASI, dr. Yoga menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter anak.

"Jika ayah bunda merasa khawatir atau ada faktor risiko seperti berat badan lahir rendah, lahir kurang bulan, jangan lupa segera konsultasikan ke dokter anak untuk dievaluasi lebih lanjut," jelasnya.

Konsultasi juga penting dilakukan apabila bayi memiliki faktor risiko, seperti lahir kurang bulan atau memiliki berat badan lahir rendah. Dengan begitu, dokter dapat mengevaluasi kesiapan bayi secara menyeluruh dan memberikan saran sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jadi, kepala yang belum tegak sempurna tidak selalu menjadi penghalang untuk memulai MPASI. Yang terpenting, kesiapan bayi dinilai secara keseluruhan. Jika Mama masih ragu atau si Kecil memiliki kondisi tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak agar mendapatkan penilaian yang sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article