Pada usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan makanan bertekstur halus seperti puree, bubur saring, atau makanan yang dilumatkan. Konsistensinya sebaiknya tidak terlalu cair, melainkan semi kental agar bayi dapat belajar menelan dengan aman sambil mengenal rasa baru secara perlahan.
Memasuki usia 7–9 bulan, kemampuan oral motor bayi mulai berkembang. Tekstur MPASI dapat dinaikkan secara bertahap menjadi lumatan yang lebih kasar atau makanan yang dihancurkan dengan garpu. Pada tahap ini, makanan tidak perlu lagi disaring terlalu halus. Bayi mulai belajar mengunyah menggunakan gusi dan lidah meskipun gigi belum tumbuh.
Saat bayi berusia 9–12 bulan, tekstur makanan bisa ditingkatkan menjadi cincang kasar atau makanan lunak yang dipotong kecil. Bayi biasanya sudah semakin terampil mengunyah, sehingga makanan tidak perlu dihaluskan.
Setelah usia 12 bulan, bayi umumnya sudah mulai dapat mengonsumsi makanan keluarga dengan beberapa penyesuaian. Tekstur makanan bisa lebih padat dan potongannya sedikit lebih besar, tetapi tetap harus lunak dan mudah dikunyah agar aman bagi bayi.
Bayi Belum Tumbuh Gigi, Apakah Tekstur MPASI Tetap Dinaikkan?

Dokter Meta Hanindita menjelaskan bahwa bayi tanpa gigi tetap bisa mengolah makanan bertekstur karena bantuan air liur dan otot mulut.
Jika tekstur MPASI tidak dinaikkan, bayi bisa kehilangan kesempatan melatih kemampuan oromotorik.
Panduan WHO menyarankan peningkatan bertahap tekstur MPASI dari puree halus di usia 6 bulan hingga makanan keluarga lunak setelah 12 bulan.
Masa pemberian makanan pendamping asi MPASI biasanya dimulai ketika bayi berusia sekitar 6 bulan. Seiring bertambahnya usia, tekstur makanan juga umumnya meningkat secara bertahap, dari yang sangat halus hingga lebih padat.
Pada usia awal MPASI sebagian bayi memang sudah mulai menumbuhkan gigi seri di bagian bawah. Namun perlu diketahui bahwa, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda, termaksud pada pertumbuhan gigi.
Terkadang kondisi bayi yang giginya belum juga tumbuh dalam fase MPASI sering kali membuat orangtua ragu, apakah tekstur makanan perlu tetap dinaikkan sesuai usianya atau sebaiknya tetap dilembutkan agar bayi mudah mencernanya dimulut.
Menjawab hal tersebut, berikut Popmama.com rangkum penjelasan mengenai bayi belum tumbuh gigi, apakah tekstur MPASI tetap dinaikkan? Yuk simak!
Table of Content
Bayi Belum Tumbuh Gigi, Apakah Tekstur MPASI Tetap Dinaikkan?

Menjawab pertanyaan ini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik, Meta Hanindita, menjelaskannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @metahanindita pada 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa bayi sebenarnya tetap mampu mengolah makanan bertekstur meskipun belum memiliki gigi. Makanan dapat dilumatkan dengan bantuan air liur serta gerakan otot-otot di mulut.
Pada masa MPASI ini, terdapat periode penting perkembangan otot oromotorik yang berperan dalam kemampuan mengunyah dan menelan. Karena itu, orangtua tidak perlu ragu untuk menaikkan tekstur MPASI secara bertahap sesuai usia bayi, meskipun gigi si Kecil belum tumbuh.
Dampak jika Tekstur MPASI Tidak Dinaikkan Sesuai Usia

Kemampuan makan bayi tidak hanya bergantung pada gigi, tetapi juga pada perkembangan otot mulut, lidah, serta kemampuan mengunyah dan menelan. Jika bayi terus diberikan makanan dengan tekstur yang terlalu halus dalam waktu lama, ia bisa kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan oromotoriknya.
Kondisi ini dapat berdampak pada kebiasaan makan bayi, salah satunya memicu gerakan tutup mulut (GTM) atau penolakan makan. Hal tersebut bisa terjadi karena bayi tidak terbiasa dengan variasi tekstur makanan. Akibatnya, ketika makanan yang lebih kasar mulai diperkenalkan pada usia yang lebih besar, bayi bisa menolak atau kesulitan mengunyah dan menelannya.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian MPASI juga perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Jika diberikan terlalu cepat, misalnya sebelum usia 4 bulan, bayi belum siap menerima makanan sehingga dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari ASI dan meningkatkan risiko obesitas.
Sebaliknya, jika pemberian MPASI terlambat, misalnya setelah usia 6 bulan, bayi berisiko mengalami kekurangan nutrisi penting seperti zat besi dan zinc yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi

Berdasarkan panduan dari World Health Organization, tekstur MPASI (Makanan Pendamping ASI) perlu disesuaikan dengan usia dan perkembangan kemampuan makan bayi. Berikut tekstur MPASI yang sesuai usia bayi :
Banyak Porsi MPASI yang Sesuai Usia Bayi

Kapasitas lambung bayi masih kecil sehingga mereka tidak bisa makan dalam porsi besar sekaligus. Karena itu, makanan diberikan beberapa kali dalam sehari dengan porsi yang sesuai usianya agar asupan nutrisi tetap terpenuhi. Berikut jumlah pemberian MPASI yang dianjurkan sesuai usia bayi:
Usia 6–9 bulan
Bayi dapat diberikan makanan utama 2–3 kali sehari. Selain itu, tambahkan 1–2 kali camilan sehat di sela waktu makan.Usia 9–12 bulan
Jumlah makan utama dapat meningkat menjadi 3–4 kali sehari, ditambah 2 kali camilan agar kebutuhan energi bayi tetap terpenuhi.
Agar bayi lebih tertarik untuk makan, waktu makan bisa disesuaikan dengan jadwal makan keluarga. Namun, hindari memberikan makanan terlalu dekat dengan waktu tidur bayi agar ia tetap nyaman saat makan.
Perhatikan Ini saat Memberi MPASI pada Bayi yang Belum Tumbuh Gigi

Pada bayi yang belum tumbuh gigi, pemberian MPASI tetap bisa dilakukan selama bayi sudah menunjukkan tanda kesiapan. Bayi sebaiknya sudah mampu duduk tegak dan menegakkan kepala, karena posisi ini membantu bayi menelan makanan dengan lebih aman serta mengurangi risiko tersedak.
Saat makan, bayi juga dianjurkan duduk di kursi makan khusus atau high chair agar posisi tubuhnya stabil. Tanda lain bayi siap menerima MPASI adalah ketika ia mulai tertarik dengan makanan yang dimakan orang di sekitarnya.
Bayi biasanya memperhatikan saat orang lain makan atau mencoba meraih makanan tersebut. Selain itu, bayi juga cenderung membuka mulut ketika sendok berisi makanan didekatkan yang menandakan ia siap mencoba makanan baru meskipun giginya belum tumbuh.
Nah, itu dia penjelasan terkait bayi belum tumbuh gigi, apakah tekstur MPASI tetap dinaikkan. Semoga membantu, ya, Ma!

















