Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Bayi Clingy Tidak Mau Lepas dari Mama dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Clingy Tidak Mau Lepas dari Mama dan Cara Mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Bayi clingy atau 'velcro baby' cenderung selalu ingin dekat dengan orangtuanya karena merasa aman dan nyaman.

  • Faktor penyebab bayi menjadi sangat lengket meliputi kecemasan perpisahan, perubahan rutinitas, tumbuh gigi, hingga kebutuhan emosional.

  • Menghadapi bayi clingy dapat dilakukan dengan kesabaran melalui validasi emosi, menjaga rutinitas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Wajar jika si Kecil bersikap manja dan suka digendong, dipeluk, atau selalu ingin dekat dengan Mama dan Papa. Namun, ada beberapa bayi yang memiliki kebutuhan kedekatan lebih besar, misalnya ingin terus digendong sepanjang waktu dan tidak mau bersama orang lain. Kondisi bayi yang sangat manja ini sering disebut “velcro baby”.

Sayangnya, memiliki bayi yang super manja memang bisa terasa melelahkan, apalagi jika sifat tersebut muncul setiap hari karena temperamen alaminya, bukan hanya saat sedang sakit atau tumbuh gigi. Padahal, Mama dan Papa tentu juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas lainnya.

Berikut Popmama.com siapkan penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya.

Table of Content

Penyebab Bayi Clingy yang Tidak Mau Lepas dari Mama

Penyebab Bayi Clingy yang Tidak Mau Lepas dari Mama

Penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

“Velcro baby” adalah istilah untuk bayi yang sangat clingy atau selalu ingin menempel dengan Mama dan Papa. Bayi seperti ini biasanya lebih nyaman berada di pelukan dan gendongan. Dalam beberapa kasus, bayi velcro juga kerap dikaitkan dengan bayi “high needs” atau bayi berkebutuhan tinggi.

Meski belum banyak penelitian ilmiah yang membahasnya, banyak ahli perkembangan anak percaya bahwa setiap bayi memang memiliki temperamen yang berbeda. Ada bayi yang lebih tenang dan mudah beradaptasi, tetapi ada juga yang lebih sensitif dan membutuhkan lebih banyak perhatian serta kedekatan.

Bayi yang sangat bergantung pada orangtuanya umumnya lebih mudah rewel, sensitif terhadap perubahan rutinitas, dan kurang nyaman saat bertemu orang baru. Mereka juga bisa langsung menangis ketika Mama mencoba meletakkannya di tempat tidur bayi, stroller, atau kursi mobil, padahal kebutuhan dasarnya seperti makan dan ganti popok sudah terpenuhi.

Mengapa Bayi Bisa Begitu Manja?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Melansir dari The Bump, dokter anak dari NYU Langone Health, Stacey Cacciola, DO,  menjelaskan bahwa perilaku “manja” pada bayi sebenarnya bisa menjadi tanda kepercayaan. Artinya, bayi merasa aman dan nyaman bersama orangtuanya sehingga ia ingin selalu berada di dekat mereka sebagai cara mengekspresikan perasaannya.

“Ini bisa menjadi tanda kepercayaan, atau cara bagi anak-anak untuk mengomunikasikan perasaan mereka,” ujar  Stacey Cacciola.

Hal senada juga disampaikan oleh dokter anak sekaligus Chief Health Correspondent di AltaMed Health Services, California, Ilan Shapiro. Ia menjelaskan bahwa bayi yang terlihat manja sebenarnya sedang menunjukkan kebutuhan dasarnya untuk dekat dengan orangtua. Bayi ingin berada di pelukan karena di sanalah ia merasa paling aman, disayangi, dan tenang.

Kenapa Bayi Tiba-tiba Menjadi Sangat Manja?

Penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Perubahan perkembangan
    Pada fase tertentu, bayi mulai menyadari keberadaan orangtua dan bisa merasa cemas saat tidak melihat mereka.

  2. Kecemasan perpisahan
    Fase ini biasanya muncul pada usia 8–12 bulan. Bayi mulai ingin mengeksplorasi lingkungan, tetapi di saat yang sama juga merasa takut ketika terpisah dari orangtua, sehingga menjadi lebih lengket dan mudah rewel saat ditinggal.

  3. Gangguan rutinitas
    Perubahan rutinitas, seperti pindah rumah atau perubahan aktivitas sehari-hari, bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan akhirnya menjadi lebih manja dari biasanya.

  4. Perubahan emosi
    Bayi juga bisa merasakan lapar, lelah, atau cemas, tetapi belum bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Karena itu, mereka mengekspresikannya melalui sikap yang lebih clingy.

  5. Sakit atau tumbuh gigi
    Saat tidak enak badan atau sedang tumbuh gigi, bayi cenderung mencari kenyamanan ekstra dari orangtua. Hal ini membuat mereka terlihat lebih manja dan ingin terus dekat.

Kapan Bayi Bisa Berhenti Bersikap Sangat Manja?

Penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sifat manja pada bayi bisa datang dan pergi, tergantung pada penyebabnya. Misalnya, pada fase tumbuh gigi yang terjadi antara usia 3 bulan hingga 3 tahun, bayi dapat menjadi lebih rewel dan manja dalam periode tertentu. Namun, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu.

Jika disebabkan oleh kecemasan perpisahan, fase ini bisa berlangsung lebih lama. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi ini umumnya mulai muncul sekitar usia 8 bulan, mencapai puncaknya pada usia 10–18 bulan, dan biasanya mulai berkurang saat anak memasuki usia 2 tahun.

Banyak bayi mulai lebih tenang dan tidak terlalu clingy sekitar usia 18 bulan hingga 2 tahun, ketika mereka mulai lebih percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Namun, setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Ada yang lebih cepat melewati fase ini, ada pula yang masih menunjukkan sikap manja hingga setelah usia 2 tahun.

Cara Menghadapi Bayi yang Tidak Mau Lepas dari Mama

Penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bayi yang selalu ingin menempel bisa menjadi tantangan, terutama jika Mama tidak memiliki bantuan yang cukup untuk berbagi tugas. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa membantu Mama melewati fase ini dengan lebih tenang dan tetap menjaga ikatan dengan si Kecil.

  1. Belajar menikmati momen menggendong bayi
    Saat bayi sulit dilepas, Mama mungkin kesulitan melakukan banyak hal. Menggunakan gendongan atau baby carrier bisa membantu, karena Mama tetap bisa dekat dengan bayi sambil tetap memiliki tangan yang lebih bebas untuk beraktivitas.

  2. Mendorong kemandirian bayi secara perlahan
    Untuk bayi yang sudah lebih besar, Mama bisa mulai melatih kemandirian dengan memberi kesempatan melakukan hal-hal sederhana sendiri, seperti mengambil barang atau mencoba bermain mandiri. Ini membantu meningkatkan rasa percaya dirinya.

  3. Mengakui dan memvalidasi perasaan bayi
    Menolak atau mengabaikan bayi yang clingy justru bisa membuatnya semakin rewel. Sebaliknya, cobalah memahami perasaannya dan tetap tenang. Bayi juga bisa merespons kondisi emosi orangtua, jadi penting bagi Mama untuk tetap stabil secara emosional.

  4. Berikan penjelasan sebelum berpisah
    Hindari pergi diam-diam. Biasakan memberi tahu bayi sebelum Mama pergi, meski masih kecil. Ritual perpisahan sederhana seperti “bye-bye” bisa membantu bayi merasa lebih aman karena tahu Mama akan kembali.

  5. Bersikap sabar dan konsisten
    Fase clingy adalah bagian normal dari perkembangan bayi dan biasanya bersifat sementara. Dengan respons yang sabar dan penuh kasih sayang, ikatan emosional antara Mama dan bayi justru bisa semakin kuat.

  6. Jadwalkan waktu khusus bersama bayi
    Luangkan waktu khusus untuk fokus pada bayi, meski singkat. Hal ini bisa membuat bayi merasa lebih aman karena mendapatkan perhatian yang ia butuhkan.

  7. Pertahankan rutinitas harian
    Rutinitas yang konsisten membantu bayi merasa lebih aman dan mudah memprediksi apa yang akan terjadi. Hal ini juga bisa mengurangi rasa cemas saat harus berpisah dengan Mama.

Nah, itu dia informasi tentang penyebab bayi clingy tidak mau lepas dari mama dan cara mengatasinya. Apakah si Kecil juga mengalaminya?

Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More