Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Perlukah Memakaikan Gurita pada Bayi? Ini Penjelasan Medisnya

Perlukah Memakaikan Gurita pada Bayi? Ini Penjelasan Medisnya
Dok. Internet
  • Secara medis, belum ada bukti gurita bayi bermanfaat; IDAI tidak merekomendasikannya untuk mempercepat penyembuhan pusar, mencegah pusar bodong, mengatasi perut buncit, atau menghangatkan tubuh.
  • Pemakaian gurita terlalu ketat atau sering berisiko mengganggu pernapasan, memicu iritasi dan ruam akibat keringat, serta membatasi gerak bayi yang penting bagi perkembangan motorik.
  • Masuk angin, perut buncit, pusar bodong, dan tali pusat tidak memerlukan gurita; orangtua dianjurkan memilih pakaian longgar, lembut, menyerap keringat, serta menjaga tali pusat tetap kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gurita bayi masih cukup sering digunakan oleh para orangtua di Indonesia, terutama pada bayi baru lahir. Kain panjang berbentuk persegi panjang atau pita lebar ini biasanya dililitkan di area perut bayi. 

Nama ‘gurita’ sendiri berasal dari bentuk kainnya yang memiliki beberapa ujung atau kaki menyerupai cabang-cabang pada hewan laut gurita. Di Indonesia, penggunaan gurita bayi telah menjadi bagian dari tradisi perawatan bayi sejak lama. 

Namun, perlukah memakaikan gurita pada bayi? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

  1. Perlukah Bayi Memakai Gurita?

    Perlukah Bayi Memakai Gurita?
    Dok. Internet

    Secara medis, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa gurita bayi memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Penggunaan gurita pada bayi juga bertentangan dengan anjuran dunia medis. 

    Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak merekomendasikan pemakaian kain lilit ini karena dinilai tidak memiliki manfaat untuk kesehatan bayi.

    Anggapan bahwa gurita dapat membuat pusar bayi cepat masuk, mencegah pusar menjadi bodong, mengatasi perut buncit, atau menjaga tubuh bayi tetap hangat juga tidak didukung oleh bukti ilmiah, 

    Pusar bayi pada dasarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu dililitkan kain apa pun. Perut bayi yang terlihat membuncit pun sebenarnya merupakan kondisi yang normal. 

    Hal ini terjadi karena otot perut bayi masih lemah dan tubuhnya masih terus beradaptasi dengan pertumbuhan organ-organ di dalam perut. Sementara untuk menjaga tubuh si Kecil tetap hangat, Mama cukup memakaikan pakaian yang sesuai dengan suhu ruangan. 

  2. Risiko Memakaikan Gurita pada Bayi

    Risiko Memakaikan Gurita pada Bayi
    Dok. Internet

    Meski terlihat sederhana, penggunaan gurita bayi dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan apabila dipakai terlalu ketat atau terlalu sering. Beberapa risikonya di antara lain:

    • Terganggunya pernapasan bayi. Lilitan gurita yang terlalu erat dapat memberikan tekanan pada area dada dan perut bayi. Kondisi ini membuat pergerakan tubuh saat bernapas menjadi lebih terbatas, sehingga bayi bisa merasa tidak leluasa saat menarik napas. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko bayi mengalami sesak napas.
    • Bayi mengalami iritasi dan ruam pada kulit. Keringat yang terperangkap di bawah kain gurita dapat membuat kulit bayi menjadi lembap, terutama jika bahan kain tidak mampu menyerap keringat dengan baik. Padahal, kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga lebih mudah mengalami iritasi, kemerahan, hingga ruam.
    • Bayi tidak leluasa bergerak. Penggunaan gurita yang terlalu kencang juga dapat membatasi ruang gerak bayi. Padahal, bayi membutuhkan kebebasan bergerak untuk belajar menggeliat, menendang, dan mengembangkan kemampuan motoriknya sejak dini. 

    Karena berbagai risiko tersebut, dokter tidak merekomendasikan gurita sebagai pakaian wajib untuk bayi. Dibandingkan menggunakan kain lilit, Mama lebih dianjurkan memilih pakaian yang longgar, lembut, serta mampu menyerap keringat agar bayi tetap nyaman dan aman. 

  3. Mitos Memakaikan Gurita pada Bayi

    Mitos Memakaikan Gurita pada Bayi
    Pixabay/u_jqskahw9

    Penggunaan kain gurita kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari mencegah bayi masuk angin hingga mengatasi pusar bodong.Padahal, berbagai manfaat tersebut belum terbukti secara medis. 

    Berikut fakta di balik beberapa mitos mengenai penggunaan gurita pada bayi, antara lain:

    1. Tidak mencegah bayi masuk angin

    Bayi yang mengalami kondisi yang sering disebut sebagai ‘masuk angin’ umumnya berkaitan dengan terlalu banyak udara tertelan. Hal ini dapat terjadi ketika bayi menangis terlalu lama atau memiliki posisi menyusu yang kurang tepat.

    Kolik juga dapat membuat perut bayi terasa kembung dan bergas. Karena itu, cara yang lebih tepat untuk membantu mencegah kondisi tersebut adalah dengan memposisikan bayi dengan benar saat menyusu dan menenangkannya ketika menangis, bukan dengan melilitkan gurita pada perutnya.

    2. Tidak membantu mengecilkan perut buncit bayi

    Pemakaian gurita juga bukan cara yang tepat untuk mengecilkan perut bayi baru lahir yang tampak buncit. Perut bayi yang terlihat besar, penuh, dan membulat sebenarnya merupakan kondisi yang wajar, terutama setelah ia menyusu banyak. 

    Hal ini terjadi karena otot perut bayi masih belum berkembang secara sempurna. Dorongan dari bagian dalam perut pun dapat membuat perut bayi tampak lebih menonjol. 

    Seiring pertambahan usia dan perkembangan tubuhnya, kondisi perut yang terlihat penuh tersebut akan mengecil dengan sendirinya, sehingga penggunaan gurita tidak diperlukan.

    3. Tidak dapat mencegah pusar bodong

    Banyak orangtua juga khawatir jika pusar bayinya terlihat menonjol atau bodong. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan karena bayi tidak memakai gurita.

    Pusar bodong terjaid karena adanya otot cincin perut tidak menutup dengan sempurna usai bayi lahir. Alhasil, usus di dalam perut menekan pusar, sehingga membuatnya tampak menonjol. 

    Pusar bodong umumnya dapat membaik atau menghilang dengan sendirinya seiring tumbuh kembang anak. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat membaik ketika anak bertambah besar, bahkan hingga usia sekitar 4–5 tahun. 

    Selain itu, penggunaan gurita untuk mengatasi tali pusat yang belum puput juga bukan cara yang tepat. Tali pusat sebaiknya dibiarkan lepas dengan sendirinya. Mama perlu mengusahakan agar tali pusat bayi tetap kering serta tidak terkena urine atau tinja.

    Itu dia penjelasan mengenai perlukah memakaikan gurita pada bayi. Semoga bisa menjadi ilmu bagi para orangtua di luar sana, ya. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More