Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Tangisan Bayi yang Perlu Diwaspadai, Mama Harus Tahu Bedanya!

5 Tangisan Bayi yang Perlu Diwaspadai, Mama Harus Tahu Bedanya!
Pexels/Antoni Shkraba
  • Tangisan intens bernada tinggi yang berlangsung 1–3 jam, muncul pada waktu serupa, disertai perut tegang, tangan mengepal, dan kaki tertarik dapat mengarah pada kolik; konsultasikan bila tak reda lebih dari 30 menit.
  • Jeritan mendadak, tinggi, kasar, dan berjeda panjang dapat menandakan nyeri. Periksa kemungkinan rambut melilit, gas berlebih, atau iritasi kulit pada bayi.
  • Tangisan merengek dapat terkait popok, pakaian, suhu, atau kantuk. Mata terbuka lebar menandakan takut, sedangkan menggosok wajah, menguap, dan memalingkan pandangan menandakan kelelahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangisan adalah bahasa pertama yang dimiliki bayi untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitarnya. Sebelum ia mengenal kata-kata, tangisanlah yang menyampaikan rasa lapar, kantuk, hingga rasa tidak nyaman yang dirasakannya.

Sayangnya, tidak semua tangisan bayi memiliki arti yang sama. Ada tangisan yang wajar dan akan mereda begitu kebutuhannya terpenuhi, tetapi ada pula pola tangisan tertentu yang sebaiknya tidak Mama abaikan begitu saja.

Nah, biar Mama makin peka membaca setiap tanda dari si Kecil, berikut Popmama.com mengulas 5 jenis tangisan bayi yang perlu diwaspadai. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Tangisan yang tidak kunjung berhenti

    Tangisan yang tidak kunjung berhenti
    Pexels/Huynh Van

    Pernahkah Mama mendengar si Kecil menangis berjam-jam tanpa henti, padahal sudah disusui, digendong, dan popoknya telah diganti? Bisa jadi itu tangisan kolik yang memang dikenal sulit ditenangkan dengan cara-cara biasa.

    Melansir Flegen, tangisan kolik biasanya terdengar intens, bernada tinggi, dan sulit diredakan, bahkan bisa berlangsung 1 hingga 3 jam atau lebih meski sudah dicoba ditenangkan dengan berbagai cara.

    Tangisan ini pun cenderung muncul pada jam yang hampir sama setiap harinya, paling sering terjadi pada sore atau malam hari.

    Biasanya, tangisan kolik disertai perut yang terasa tegang dan kembung, kedua tangan mengepal erat, serta kaki yang ditarik ke arah dada.

    Jika tangisan si Kecil tidak kunjung reda lebih dari 30 menit meski sudah ditenangkan dengan berbagai cara, Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat dipastikan.

  2. 2. Tangisan panjang dengan jeritan

    Tangisan panjang dengan jeritan
    Pexels/Polina Smelova

    Berbeda dari tangisan kolik yang bertahap, tangisan jenis ini datang tiba-tiba dan langsung menjerit kencang, membuat siapa pun yang mendengarnya ikut panik.

    Menurut Flegen, tangisan kesakitan pada bayi biasanya muncul tiba-tiba, bernada tinggi, dan intens, dengan jeda panjang di antara jeritan karena bayi sempat menahan napasnya. Tangisan ini terasa jauh lebih mendesak dan membuat resah dibandingkan dengan jenis tangisan lainnya.

    Mengutip Montana Whole Health, tangisan kesakitan umumnya bernada tinggi dan terdengar kasar, jenis tangisan yang bisa membuat bulu kuduk siapa pun berdiri seketika.

    Saat mendengar tangisan seperti ini, coba periksa apakah ada penyebab fisik seperti rambut yang melilit jari atau area tubuh lain, gas berlebih, atau tanda iritasi pada kulit si Kecil.

  3. 3. Tangisan merengek

    Tangisan merengek
    Pexels/Polina Smelova

    Lain lagi ceritanya kalau tangisan si Kecil terdengar lebih pelan, mendayu, dan seperti merengek terus-menerus. Jenis tangisan ini memang tidak sekencang tangisan kesakitan, tapi kerap membuat Mama kewalahan karena berlangsung cukup lama.

    Melansir Flegen, tangisan tidak nyaman terdengar lebih merengek dan sengau dibandingkan dengan tangisan kesakitan, dengan intensitas yang lebih rendah tetapi persisten.

    Penyebabnya biasanya sederhana, seperti popok basah, pakaian yang terlalu ketat, atau suhu ruangan yang kurang nyaman untuk pergerakan si Kecil.

    Tangisan mengantuk pun punya nada yang serupa, yakni merengek dan berulang, bahkan menurut Montana Whole Health, terkadang disertai suara mirip batuk kecil di sela-sela tangisannya.

    Coba Mama periksa terlebih dahulu kondisi popok, suhu ruangan, dan pakaian si Kecil sebelum menduga-duga penyebab lain yang lebih rumit.

  4. 4. Tangisan dengan mata terbuka lebar

    Tangisan dengan mata terbuka lebar
    Pexels/Jonathan Borba

    Ada kalanya si Kecil tiba-tiba menangis kencang dengan mata terbuka lebar, seolah baru saja terkejut oleh sesuatu di sekitarnya. Pola tangisan seperti ini biasanya menandakan rasa takut, bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa.

    Mengutip Montana Whole Health, tangisan ketakutan bisa terdengar mirip tangisan kesakitan, tetapi bedanya terletak pada mata bayi yang justru terbuka lebar. Tangisannya keras, kasar, dan muncul secara tiba-tiba tanpa aba-aba.

    Konteks di sekitar si Kecil jadi kunci penting untuk memahaminya, misalnya ada suara keras yang mendadak muncul, orang baru yang menggendongnya, atau cahaya terang yang menyilaukan matanya.

    Menenangkan si Kecil dengan suara lembut dan pelukan hangat biasanya jadi cara paling efektif untuk meredakan tangisan jenis ini.

  5. 5. Tangisan sambil menggosok wajah

    Tangisan sambil menggosok wajah
    Pexel/Vanessa Loring

    Terakhir, perhatikan juga kalau si Kecil menangis sambil sesekali menggosok-gosok wajah atau matanya sendiri. Gerakan kecil ini sering luput dari perhatian, padahal maknanya cukup penting untuk diketahui Mama.

    Melansir Montana Whole Health, tanda awal kelelahan pada bayi meliputi menghindari kontak mata, menggosok wajah, menguap, dan berpaling dari rangsangan di sekitarnya. Sayangnya, tanda-tanda ini kerap muncul lebih dulu sebelum tangisan benar-benar pecah.

    Melansir Flegen, gerakan menggosok mata, menguap, dan memandang kosong juga menjadi penanda bahwa bayi sudah kelelahan dan membutuhkan istirahat.

    Semakin cepat Mama menangkap tanda-tanda ini, semakin mudah pula menenangkan si Kecil sebelum ia menjadi rewel berkepanjangan.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 jenis tangisan bayi yang perlu diwaspadai oleh Mama. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More