Setelah si Kecil lahir, keluarga biasanya punya berbagai cara untuk merayakan sekaligus mengungkapkan rasa syukur. Bagi masyarakat Muslim di Jawa, ada dua momen yang cukup dikenal, yakni akikah dan selapanan.
Perbedaan Akikah dan Selapanan, dari Asal Usul hingga Inti Acara

Akikah berakar dari ajaran Islam dan berstatus sunnah muakkadah bagi keluarga mampu, sedangkan selapanan merupakan tradisi masyarakat Jawa.
Akikah umumnya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, dan dapat ditunda ke hari ke-14, ke-21, atau saat mampu, sementara selapanan digelar ketika bayi berusia 35 hari.
Inti acara akikah ialah penyembelihan kambing dan pembagian daging, sementara selapanan menekankan doa bersama, kenduri, serta prosesi adat sebagai syukur dan harapan baik.
Akikah dan selapanan keduanya sering dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran bayi. Tak jarang, kedua tradisi ini juga digelar bersamaan sehingga terlihat seperti rangkaian acara yang serupa.
Padahal, akikah dan selapanan berasal dari latar belakang yang berbeda, baik dari segi asal-usul, waktu pelaksanaan, maupun rangkaian acaranya.
Lantas, apa perbedaan akikah dan selapanan? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel Popmama.com berikut ini tentang 3 perbedaan akikah dan selapanan.
Table of Content
Asal Usul Akikah dan Selapanan

Pexels/Pir Sümeyra Akikah berakar dari ajaran Islam dengan hukum sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan bagi keluarga yang mampu. Salah satu bagian utama dalam akikah adalah menyembelih kambing.
Sementara itu, selapanan merupakan tradisi yang berasal dari masyarakat Jawa. Selapanan umumnya diisi dengan doa bersama, kenduri, dan berbagai acara adat sebagai bentuk syukur sekaligus harapan baik untuk si Kecil.
Waktu Pelaksaan Akikah dan Selapanan

Pexels/Towfiqu barbhuiya Meski dikatakan serupa, akikah dan selapanan memiliki perbedaan waktu pelaksanaan yang cukup signifikan sehingga menjadi pembeda utama antara kedua prosesi ini.
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), akikah umumnya dilakukan pada hari ketujuh setelah bayi lahir. Namun, jika belum bisa, akikah dapat dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau saat keluarga sudah mampu.
Berbeda dengan akikah yang lebih fleksibel, selapanan memiliki waktu pelaksanaan yang lebih spesifik, yaitu saat bayi genap berusia 35 hari yang berporos pada kalender Jawa.
Inti Acara Akikah dan Selapanan

Ridhoaqiqahjogja.com Dalam akikah, acara utamanya adalah penyembelihan kambing sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur atas kelahiran anak.
Daging hasil sembelihan kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, maupun orang yang membutuhkan. Acara akikah juga sering dilengkapi dengan doa bersama, pemberian nama, dan pencukuran rambut bayi.
Sementara itu, selapanan lebih menonjolkan unsur tradisi dan kebersamaan. Biasanya, selapanan diisi dengan doa bersama, kenduri atau syukuran. Terkadang, selapanan juga bisa mencakup prosesi mencukur rambut dan memotong kuku si Kecil.
Itulah perbedaan akikah dan selapanan. Semoga penjelasan ini bisa membantu Mama memahami kedua tradisi tersebut dan mempersiapkannya sesuai dengan kebutuhan keluarga.






















