Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Pusar Bayi Menonjol, Normal atau Tanda Bahaya?

5 Penyebab Pusar Bayi Menonjol, Normal atau Tanda Bahaya?
Wikimedia Commons/Ibrahim Husain Meraj
  • Pusar bayi menonjol umumnya terjadi akibat proses penyembuhan bekas tali pusar atau hernia umbilikalis, yang sering tampak saat bayi menangis dan biasanya mengempis ketika tenang.
  • Granuloma umbilikalis berupa benjolan merah lembap umumnya tidak nyeri dan perlu dipantau dokter, sedangkan polip umbilikalis lebih keras, dapat mengeluarkan cairan, serta biasanya memerlukan operasi kecil.
  • Infeksi tali pusar membutuhkan penanganan segera bila muncul kemerahan meluas, cairan kuning kehijauan, bau tidak sedap, atau area pusar terasa hangat; pusar keras, bengkak, atau berubah warna juga perlu diperiksakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah tali pusar bayi mama akhirnya putus, Mama mungkin berharap melihat pusar yang rata dan rapi. Namun, kenyataannya justru sebaliknya, di mana pusar si Kecil malah tampak menonjol keluar seperti tonjolan kecil.

Melansir HiPP Organic, pusar menonjol atau yang biasa disebut "outie" pada bayi umumnya hanya soal cara tubuh si Kecil menyembuhkan luka bekas tali pusar, bukan tanda ada yang salah dengan tubuhnya. 

Meski begitu, ada beberapa kondisi medis ringan yang juga bisa membuat pusar bayi mama tampak lebih menonjol dari biasanya.

Supaya Mama tidak salah kaprah dan makin paham kondisi si Kecil, berikut Popmama.com mengulas 5 penyebab pusar bayi menonjol. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Hernia umbilikalis

    Hernia umbilikalis
    Wikimedia Commons/Saltanat ebli

    Penyebab pusar bayi menonjol yang paling sering ditemui adalah hernia umbilikalis. Kondisi ini terjadi ketika ada celah kecil di dinding perut bekas jalan tali pusar yang belum menutup dengan sempurna.

    Menurut HiPP Organic, saat bayi mama menangis, batuk, atau mengejan, sedikit usus atau jaringan lemak bisa terdorong keluar lewat celah tersebut sehingga pusar tampak lebih menonjol.

    Kabar baiknya, benjolan ini biasanya lebih terlihat saat si Kecil menangis dan akan mengempis kembali saat ia tenang. Jadi, Mama tidak perlu khawatir akan kondisinya.

    Mengutip The Bump, hernia umbilikalis dialami sekitar 20 persen bayi baru lahir dan umumnya tidak berbahaya bagi tumbuh kembangnya. 90 persen kasus ini menutup dengan sendirinya tanpa pengobatan sebelum si Kecil berusia 4-5 tahun.

    Mama cukup memantaunya saja selama benjolan terasa lembut dan tidak membuat si Kecil rewel kesakitan. Namun, segera periksakan ke dokter jika pusar tampak keras, membengkak, atau berubah warna, sebab bisa jadi itu tanda komplikasi yang membutuhkan penanganan segera.

  2. 2. Granuloma umbilikalis

    Granuloma umbilikalis
    Wikimedia Commons/Cullen, Thomas Stephen

    Selain hernia, ada juga kondisi bernama granuloma umbilikalis yang kerap membuat pusar bayi mama tampak menonjol dan sedikit lembap. Benjolan kecil berwarna merah muda atau merah ini biasanya muncul di dasar pusar tak lama setelah tali pusar putus.

    Melansir HiPP Organic, granuloma sebenarnya hanyalah jaringan yang tumbuh berlebih selama proses penyembuhan pusar berlangsung. Kondisi ini bukan infeksi dan juga tidak membuat si Kecil merasa kesakitan.

    Menurut The Bump, granuloma umbilikalis umumnya akan hilang dengan sendirinya, tapi tetap perlu Mama laporkan ke dokter anak untuk dipantau perkembangannya.

    Jika tidak kunjung membaik, dokter biasanya akan melakukan kauterisasi sederhana agar jaringan tersebut mengering dan lepas dengan aman.

  3. 3. Polip umbilikalis

    Polip umbilikalis
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Penyebab pusar bayi menonjol berikutnya ini mungkin belum banyak Mama ketahui, yaitu polip umbilikalis. Sekilas bentuknya mirip granuloma, tapi teksturnya cenderung lebih keras dan ukurannya biasanya lebih besar.

    Mengutip UMass Memorial Health, polip umbilikalis terbentuk dari sisa jaringan usus yang seharusnya terserap sempurna saat si Kecil masih berada dalam kandungan. Karena jaringan ini tidak sepenuhnya hilang, ia justru menetap dan tampak sebagai benjolan merah di area pusar.

    Tanda lain yang perlu Mama waspadai adalah keluarnya cairan dari benjolan tersebut, bahkan terkadang disertai nyeri di area perut bagian bawah. Berbeda dari granuloma, polip umbilikalis umumnya membutuhkan tindakan operasi kecil karena tidak bisa hilang dengan sendirinya.

  4. 4. Proses penyembuhan perut yang belum sempurna

    Cara Membedakan Bayi Kuning Normal atau Tidak Normal
    Pexels/Huynh Van

    Jangan buru-buru khawatir, Ma, sebab tidak semua pusar bayi yang menonjol berarti ada masalah medis di baliknya. Terkadang, ini murni soal bagaimana kulit dan jaringan ikat di area perut menutup setelah tali pusar lepas.

    Melansir HiPP Organic, bentuk akhir pusar si Kecil banyak dipengaruhi oleh cara kulit menyatu saat proses penyembuhan, bukan oleh cara tali pusar dipotong atau dirawat sebelumnya. Beberapa bayi memang secara alami memiliki pusar yang sedikit menonjol meski tidak ada hernia maupun granuloma sama sekali.

    Menurut The Bump, bentuk pusar seperti ini murni bersifat kosmetik dan bisa saja tetap menonjol hingga si Kecil tumbuh besar nanti. Kondisi seperti ini tergolong normal dan tidak membutuhkan penanganan medis apa pun.

  5. 5. Infeksi pada tali pusar bayi

    Infeksi pada tali pusar bayi
    Wikimedia Commons/Mhuerth01

    Penyebab terakhir ini justru paling penting untuk Mama waspadai, yaitu infeksi pada tali pusar bayi. Berbeda dari empat penyebab sebelumnya, infeksi butuh penanganan medis secepat mungkin.

    Mengutip The Bump, infeksi di area bekas tali pusar bisa memicu terbentuknya jaringan parut tambahan yang mendorong kulit keluar sehingga pusar tampak lebih menonjol. Setelah luka mengering, bentuk pusar yang sudah terlanjur terbentuk pun sulit berubah lagi.

    Melansir HiPP Organic, tanda-tanda infeksi yang perlu Mama kenali antara lain kemerahan yang meluas di sekitar pusar, keluar cairan kuning kehijauan, muncul bau tidak sedap, hingga area yang terasa hangat saat disentuh.

    Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera bawa ke dokter agar infeksi tidak menyebar lebih jauh dan dapat mendapatkan perawatan khusus.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 penyebab pusar bayi menonjol yang Mama harus ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More