Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penggunaan Earmuff Bayi untuk Usia Berapa? Ini Penjelasannya

Penggunaan Earmuff Bayi untuk Usia Berapa? Ini Penjelasannya
Pexels/Vaibhav Prakash
  • Earmuff bayi dapat digunakan sejak usia 0–12 bulan hingga balita 36 bulan, dengan pilihan ukuran dan headband yang disesuaikan agar pas serta nyaman di kepala.
  • Telinga dan saluran telinga bayi lebih sensitif terhadap kebisingan; lingkungan di atas 91 desibel berisiko, sementara ajang olahraga besar rata-rata dapat mencapai 118 desibel.
  • Earmuff cocok dipakai sebelum berada di konser, festival, kembang api, pertandingan, atau perjalanan bising; pilih NRR memadai, cek kondisinya, dan jangan gunakan terlalu lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen bayi mungil memakai earmuff besar berwarna-warni di pinggir lapangan pertandingan olahraga besar sempat menjadi sorotan publik dunia. Banyak yang penasaran, apakah itu cuma gaya lucu ala bayi selebritas, atau memang ada alasan medis di baliknya?

Ternyata bukan sekadar aksesori gemas, Ma. Telinga bayi mama jauh lebih sensitif dibandingkan dengan telinga orang dewasa, sehingga suara yang bagi Mama terasa biasa saja bisa terdengar jauh lebih keras dan berisiko bagi si Kecil.

Nah, biar Mama tidak salah kaprah soal penggunaan earmuff bayi, berikut Popmama.com mengulas tentang penggunaan earmuff bayi untuk usia berapa? Yuk, simak sampai habis!

  1. Penggunaan Earmuff Bayi untuk Usia Berapa?

    Penggunaan Earmuff Bayi untuk Usia Berapa?
    Pexels/Eugene Bolshem

    Pertanyaan ini sering muncul di benak Mama yang baru pertama kali mendengar soal pelindung telinga untuk si Kecil. Jawabannya, earmuff bayi memang dirancang khusus untuk kepala mungil, bukan sekadar earmuff dewasa yang diperkecil ukurannya.

    Merujuk pada laman Mummy Pages, earmuff bisa digunakan untuk bayi 0-12 bulan dan balita hingga usia 36 bulan. Akan tetapi, Mama harus memerhatikan jenis earmuff yang sesuai dengan kondisi, usia, dan kenyamanan si Kecil.

    Dikutip dari laman PAUD FIP Unesa, Mama disarankan untuk mempertimbangkan usia sekaligus ukuran kepala si Kecil saat memilih earmuff, sebab model dengan headband yang bisa disesuaikan biasanya lebih fleksibel dipakai untuk berbagai rentang usia. 

    Jadi, semakin pas ukurannya dengan kepala bayi mama, semakin optimal pula perlindungannya. Apalagi, kalau si Kecil sering ikut bepergian bersama Mama dan Papanya ke tempat yang ramai dan bersuara besar, penggunaan earmuff  sangat penting untuk menjaga telinga bayi.

  2. Kenapa Bayi Harus Menggunakan Earmuff?

    Kenapa Bayi Harus Menggunakan Earmuff
    Pexels/mareene Kim

    Bukan tanpa alasan kalau earmuff kerap jadi salah satu barang wajib di tas bayi mama saat bepergian ke tempat ramai. Berikut beberapa alasannya.

    1. Telinga bayi lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa.
      Mengutip Deseret News, bayi bisa mempersepsikan suara jauh lebih keras dibandingkan dengan orang dewasa. Suara yang sudah berbahaya bagi telinga orang dewasa bisa jadi jauh lebih berisiko lagi bagi telinga si Kecil.
    2. Saluran telinga bayi masih kecil dan rentan.
      Dikutip dari laman PAUD FIP Unesa, saluran telinga anak-anak yang lebih kecil dan lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan berlebihan.
    3. Ambang batas suara aman untuk bayi tergolong rendah.
      Menurut Deseret News, Mama disarankan untuk memakai earplug atau earmuff saat berada di lingkungan dengan kebisingan di atas 91 desibel.
    4. Sebagian besar gangguan pendengaran anak sebenarnya bisa dicegah.
      Mengutip Mummy Pages, World Health Organization (WHO) pernah merilis data bahwa 60 persen gangguan pendengaran pada anak sebenarnya bisa dicegah sejak dini, salah satunya lewat penggunaan alat pelindung telinga yang tepat.

  3. Kapan Waktu yang Tepat untuk Memakaikan Earmuff pada Bayi?

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memakaikan Earmuff pada Bayi
    Pexels/Deep B.

    Bukan cuma untuk bergaya di acara olahraga besar, earmuff sebenarnya berguna di banyak momen keseharian Mama dan si Kecil. Apalagi, kalau Mama sering beraktivitas di luar ruangan.

    Menurut Mummy Pages, earmuff cocok dipakai saat bayi mama diajak ke konser atau festival musik, perayaan dengan suara kembang api atau balon pecah, acara publik seperti pertandingan olahraga, hingga saat bepergian naik pesawat atau kereta yang bising.

    Menurut Deseret News, rata-rata tingkat kebisingan di ajang olahraga besar bisa mencapai sekitar 118 desibel, jauh di atas ambang aman 91 desibel. 

    Jadi, kalau Mama berencana mengajak si Kecil menonton pertandingan atau konser, earmuff sebaiknya sudah terpasang sejak sebelum acara dimulai, bukan setelah bayi mama rewel karena kaget dengan suara keras.

  4. Manfaat Earmuff untuk Bayi

    Manfaat Earmuff untuk Bayi
    Pexels/Vaibhav Prakash

    Selain melindungi pendengaran, earmuff ternyata memiliki beberapa manfaat lain yang sayang untuk dilewatkan.

    1. Meredam suara bising di lingkungan sekitar.
      Dikutip dari situs PAUD FIP Unesa, earmuff dirancang khusus untuk mengurangi tingkat kebisingan hingga 20–30 desibel tergantung kualitasnya, sehingga cukup efektif dipakai di tempat ramai seperti konser, bandara, atau acara olahraga.
    2. Membantu si Kecil tetap tenang dan tidak mengalami overstimulasi.
      Menurut Mummy Pages, earmuff dapat memberikan waktu istirahat bagi bayi dan mencegah overstimulasi akibat suara lingkungan, sehingga bayi mama lebih mudah tenang meski berada di tengah keramaian.
    3. Menjaga kehangatan telinga pada cuaca dingin.
      Menurut laman PAUD FIP Unesa, earmuff berbahan wol atau bulu sintetis dapat menjaga telinga bayi tetap hangat, sehingga membantu mencegah masalah akibat paparan angin dingin.
    4. Mengurangi risiko stres akibat suara keras.
      Studi yang dikutip PAUD FIP Unesa dari International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology menemukan bahwa paparan kebisingan berlebihan dapat meningkatkan stres pada bayi, sehingga earmuff berperan dalam membantu menjaga kestabilan emosinya.

  5. Tips Menggunakan Earmuff pada Bayi

    Tips Menggunakan Earmuff pada Bayi
    Pexels/Alex Vo

    Biar earmuff benar-benar berfungsi optimal, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan sebelum dan saat memakaikannya pada si Kecil, dikutip dari laman PAUD FIP Unesa.

    1. Pilih ukuran yang pas dengan kepala bayi mama.
      Mama perlu memastikan earmuff menutup telinga dengan rapat tanpa celah, dan headband-nya nyaman digunakan tanpa menekan kepala si Kecil terlalu kuat.
    2. Jangan pakaikan earmuff terlalu lama.
      Penggunaan earmuff  tidak dipakai berlebihan, supaya bayi mama tetap bisa berinteraksi dan mendengar lingkungan sekitarnya secara wajar.
    3. Cek kondisi earmuff secara rutin.
      Pastikan bantalan earmuff tidak rusak dan headband masih berfungsi dengan baik, sebab earmuff yang sudah longgar atau bantalannya tipis biasanya kurang efektif meredam suara.
    4. Perhatikan skor pengurangan suara atau NRR sebelum membeli.
      Semakin tinggi NRR pada earmuff, semakin baik pula kemampuannya meredam suara. Jadi, ini penting untuk Mama mengecek, terutama jika earmuff akan sering dipakai di tempat ramai.

    Nah, itulah pembahasan mengenai penggunaan earmuff bayi untuk usia berapa? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More