Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bayi Sering Ngulet Apakah Berbahaya? Begini Faktanya

Bayi Sering Ngulet Apakah Berbahaya? Begini Faktanya
Pexels/CAMERA TREASURE
  • Ngulet pada bayi umumnya normal karena otot dan sistem saraf belum matang, terutama bila bayi tampak tenang, berlangsung singkat, serta terjadi setelah tidur atau saat ingin buang gas/BAB.
  • Orangtua perlu waspada jika ngulet terjadi lebih dari 3–4 kali dalam 30 menit atau disertai tangisan terus-menerus, muntah, lemas, malas menyusu, jarang pipis, dan berat badan sulit naik.
  • Untuk membantu, usap perut bayi, bantu bersendawa setelah menyusu, pastikan popok serta pakaian nyaman, dan buat rutinitas tidur konsisten; konsultasikan ke dokter bila gejala menetap atau memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi mama tiba-tiba menggeliat, tangan terangkat tinggi-tinggi, kaki menendang-nendang, padahal si Kecil sedang tidur pulas. Gerakan yang akrab disebut "ngulet" ini sering bikin orangtua baru bertanya-tanya, apakah ini wajar atau justru pertanda ada yang tidak beres pada si Kecil.

Kabar baiknya, ngulet pada bayi pada dasarnya adalah bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Meski begitu, ada beberapa tanda yang perlu Mama kenali supaya bisa membedakan mana yang ngulet biasa dan mana yang sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Mama tentang bayi yang sering ngulet, berikut Popmama.com membahas tentang bayi sering ngulet apakah berbahaya? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Bayi Sering Ngulet Berbahaya?

    Apakah Bayi Sering Ngulet Berbahaya?
    Pexels/Nothing Ahead

    Jawaban singkatnya, tidak selalu. Melansir IDN Times, meregangkan tubuh alias ngulet memang biasa dilakukan bayi, bahkan saat ia sedang tidur, karena ototnya belum sepenuhnya matang, sehingga gerakan ini bisa muncul setiap beberapa menit sekali.

    Dr. Jonathan Evans, dokter osteopati dari ION Well Child Clinic di Australia, menjelaskan dalam GC Health bahwa ia biasa memakai dua panduan sederhana untuk menilai ngulet bayi. 

    Pertama, apakah si Kecil terlihat senang dan tenang saat melakukannya? Kedua, jika ia sempat rewel atau mendengus, apakah itu cuma berlangsung sebentar lalu kembali normal? Selama dua hal ini terpenuhi, ngulet sesering apa pun umumnya tidak perlu dirisaukan.

    Yang perlu Mama waspadai justru ketika ngulet disertai tangisan yang tidak kunjung reda, muntah, atau tubuh bayi tampak lemas dan tidak bertenaga. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak agar penyebabnya bisa dipastikan lebih lanjut.

  2. Kapan Ngulet pada Bayi Dianggap Normal?

    Kapan Ngulet pada Bayi Dianggap Normal?
    Pexels/upender photography

    Supaya tidak salah sangka, berikut beberapa tanda ngulet si Kecil masih tergolong wajar.

    1. Wajahnya terlihat senang, bukan menangis.
      Mengutip GC Health, selama bayi tampak nyaman dan tenang saat menggeliat, itu tandanya ia sekadar meregangkan otot dan sendi yang sedang berkembang.
    2. Hanya berlangsung sebentar, sekitar 3-5 menit.
      Menurut Vinmec Health, episode ketegangan otot pada bayi baru lahir umumnya mereda dengan sendirinya dalam rentang waktu tersebut.
    3. Diiringi dengus atau rengekan kecil yang cepat hilang.
      Dilansir dari My Upchar, bayi boleh saja membuat suara mendengus atau ekspresi wajah lucu saat ngulet, asalkan itu hanya sesaat lalu ia kembali tenang.
    4. Terjadi setelah bangun tidur panjang atau saat ingin buang gas dan BAB.
      Menurut GC Health, ngulet juga membantu bayi mendorong angin dan kotoran keluar dari tubuhnya yang masih sangat lentur.

  3. Tanda Ngulet pada Bayi yang Berbahaya

    Tanda Ngulet pada Bayi yang Berbahaya
    Pexels/Polina Smelova

    Di sisi lain, ada beberapa sinyal yang sebaiknya tidak boleh Mama abaikan begitu saja.

    1. Ngulet lebih dari 3-4 kali dalam 30 menit.
      Menurut My Upchar, frekuensi setinggi ini sudah bisa dikategorikan sebagai ngulet berlebihan yang perlu diperhatikan lebih saksama.
    2. Disertai tangisan terus-menerus dan muntah.
      Mengutip Vinmec Health, kombinasi gejala ini sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter anak.
    3. Bayi tampak lemas, malas menyusu, atau jarang buang air kecil.
      Dilansir dari GC Health, tanda-tanda ini justru jauh lebih serius dibandingkan sekadar rewel dan menangis saat ngulet, sehingga butuh penanganan medis segera.
    4. Sering terbangun di malam hari, berkeringat berlebihan, dan berat badan sulit naik.
      Mengutip Vinmec Health, kombinasi gejala semacam ini bisa jadi indikasi awal kekurangan vitamin D pada bayi.

  4. Penyebab Bayi Sering Ngulet

    Penyebab Bayi Sering Ngulet
    Pexels/Sarah Chai

    Setelah tahu batas normalnya, yuk, cari tahu apa saja yang membuat bayi mama jadi sering menggeliat.

    1. Otot dan sistem sarafnya belum sempurna.
      Melansir IDN Times, sistem otot bayi memang belum matang sepenuhnya sehingga ia bisa ngulet setiap 3–5 menit sekali sebagai bagian dari perkembangan alami.
    2. Perut kembung.
      Gas yang terperangkap di perut usai menyusu atau menangis bisa membuat si Kecil tidak nyaman, dan ngulet jadi salah satu caranya untuk melepaskan rasa begah ini, dikutip dari IDN Times.
    3. Sedang berusaha buang air besar.
      Menurut GC Health, bayi memakai seluruh tubuhnya, termasuk menggeliat dan melengkungkan punggung, untuk membantu mendorong kotoran keluar karena tubuhnya yang masih sangat fleksibel.
    4. Kekurangan kalsium atau vitamin D.
      Dilansir dari Vinmec Health, kadar kalsium yang rendah dapat mengganggu kerja sistem saraf sehingga memicu ketegangan otot dan membuat bayi lebih sering menggeliat dari biasanya.

  5. Cara Mengatasi Bayi Sering Ngulet

    Cara Mengatasi Bayi Sering Ngulet
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Kalau ngulet si Kecil mulai terasa berlebihan, coba beberapa langkah sederhana berikut ini.

    1. Usap perut bayi dengan gerakan melingkar.
      Menurut IDN Times cara ini bisa membantu meredakan gas yang terperangkap di perutnya.
    2. Bantu bayi bersendawa setiap selesai menyusu.
      Gendong dalam posisi tegak lalu tepuk-tepuk lembut punggungnya agar udara yang tertelan bisa keluar, seperti dikutip dari IDN Times.
    3. Perhatikan kenyamanan lingkungan sekitarnya.
      Mengutip Vinmec Health, cek apakah popok atau pakaian bayi terasa lembap, ketat, atau justru membuatnya kepanasan, karena hal-hal ini bisa memicu ngulet berlebih.
    4. Buat rutinitas tidur yang nyaman dan konsisten. Melansir IDN Times , hal ini dilakukan supaya bayi lebih rileks dan ngulet karena kelelahan pun berkurang seiring waktu.

    Jika langkah-langkah di atas sudah dicoba tapi ngulet si Kecil tak kunjung berkurang, atau justru makin sering disertai tangisan, muntah, dan tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan, jangan ragu membawanya ke dokter anak. 

    Pemeriksaan langsung akan membantu memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat dan dapat segera mendapatkan perawatan yang intensif.

    Nah, itulah pembahasan mengenai bayi sering ngulet apakah berbahaya? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More