Bayi yang cenderung menyukai salah satu orangtuanya sering kali menjadi pertanyaan bagi Mama dan Papa. Anak mungkin terlihat lebih sering mencari Mama atau Papa saat ingin digendong, bermain, makan, atau melakukan aktivitas tertentu.
Kenapa Bayi Cenderung Menyukai Salah Satu Orangtua? Ini Alasannya

Fase bayi lebih menyukai salah satu orangtua bisa terjadi karena lebih sering diasuh, lebih dekat, atau lebih sering bertemu dengan salah satu orangtua.
Preferensi ini wajar dan dapat berubah, sehingga bukan berarti si Kecil lebih menyayangi salah satu orangtua.
Mama dan Papa tetap bisa membangun kedekatan dengan meluangkan waktu berdua, berbagi tugas pengasuhan, dan melakukan aktivitas menyenangkan bersama si Kecil.
Kondisi ini sebenarnya cukup wajar terjadi pada bayi hingga balita. Preferensi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari siapa yang lebih sering mengasuh, kedekatan dengan masing-masing orangtua, hingga seberapa sering si Kecil bertemu dengan mereka.
Meski begitu, Mama dan Papa tidak perlu langsung menganggapnya sebagai tanda bahwa si Kecil pilih kasih. Preferensi ini dapat berubah seiring waktu dan situasi yang dialami anak.
Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa alasan kenapa bayi cenderung menyukai salah satu orangtuanya, seperti dikutip dari laman Parents.
Table of Content
1. Lebih dekat dengan orangtua yang paling sering mengasuh

Magnific Bayi cenderung memilih orangtua yang paling sering memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Misalnya, orangtua yang lebih sering menyusui, menyuapi MPASI, mengganti popok, menenangkan saat menangis, atau menemani bermain dapat menjadi sosok yang paling familiar bagi si Kecil.
Kedekatan ini juga dapat semakin terlihat ketika bayi memasuki usia sekitar 6 bulan. Pada tahap tersebut, bayi mulai mengalami kecemasan ketika berpisah dari orang yang paling dekat dengannya. Karena itu, wajar jika si Kecil lebih sering mencari atau ingin digendong oleh salah satu orangtua.
Namun, kondisi ini juga bisa membuat salah satu orangtua lebih banyak mengurus bayi hingga berisiko mengalami kelelahan dan stres. Karena itu, pengasuhan sebaiknya tetap dibagi agar Mama dan Papa sama-sama memiliki kesempatan untuk beristirahat dan membangun kedekatan dengan si Kecil.
2. Mama sedang hamil sehingga perhatian ikut berubah

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ketika Mama sedang hamil, bayi atau balita mungkin mulai lebih sering memilih Papa. Perubahan ini dapat terjadi karena si Kecil menyadari bahwa perhatian dan waktu Mama akan terbagi dengan kehadiran adik.
Meski begitu, Mama tetap dapat menjaga kedekatan dengan melibatkan si Kecil dalam masa kehamilan. Misalnya, Mama bisa mengajak anak bermain menggunakan perut yang membesar sebagai bagian dari permainan atau mengajaknya merasakan gerakan bayi ketika janin menendang.
Mama juga dapat menyediakan waktu khusus setiap hari untuk bermain atau melakukan aktivitas bersama. Momen sederhana ini dapat membantu si Kecil tetap merasa diperhatikan meski Mama sedang mempersiapkan kelahiran adiknya.
3. Jarang bertemu membuat anak lebih antusias

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Preferensi pada salah satu orangtua juga bisa muncul karena frekuensi pertemuan. Misalnya, Papa harus bekerja di kota lain dan baru dapat pulang setiap beberapa hari atau minggu. Ketika akhirnya bertemu, si Kecil mungkin menjadi lebih antusias dan ingin terus menghabiskan waktu bersama Papa.
Hal ini tidak berarti anak kemudian kehilangan kedekatan dengan orangtua yang sehari-hari mengasuhnya. Justru, ketika sedang bersemangat bersama orangtua yang jarang ditemui, anak tetap dapat kembali mencari pengasuh utamanya saat membutuhkan bantuan.
4. Tips menghadapi fase ketika bayi lebih memilih salah satu orangtua

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ketika si Kecil lebih memilih Mama atau Papa, orangtua yang kurang dipilih mungkin merasa sedih atau ditolak. Namun, sebaiknya jangan menunjukkan rasa kecewa secara berlebihan karena bayi belum memahami perasaan tersebut seperti orang dewasa.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk tetap membangun kedekatan dengan si Kecil:
Jika bayi menolak digendong atau diajak bermain, berikan ruang dan tunjukkan bahwa Mama atau Papa tetap siap menemani ketika ia menginginkannya.
Orangtua yang sedang menjadi favorit dapat mengajak pasangannya ikut bermain atau melakukan aktivitas bersama.
Jangan sampai satu orangtua hanya mendapat tugas rutin seperti mengganti popok dan memberi makan, sementara waktu bermain lebih banyak dilakukan bersama orangtua lainnya.
Mama dan Papa sebaiknya sama-sama memiliki waktu khusus bersama si Kecil tanpa kehadiran pasangan.
Saat memiliki waktu berdua, sesekali lakukan kegiatan berbeda dari rutinitas, seperti mengajak anak bermain sebentar di taman setelah pulang dari daycare.
Nah, itu dia beberapa alasan kenapa bayi cenderung menyukai salah satu orangtuanya. Preferensi ini merupakan hal yang dapat berubah seiring perkembangan dan pengalaman si Kecil. Jadi, Mama dan Papa tidak perlu risau, ya!



















