Menjadi first time Mama tentu membuat banyak hal tentang si Kecil terasa baru dan bikin penasaran. Mulai dari pola tidur, tangisan, hingga perubahan pada tubuhnya.
Bahayakah Pusar Bayi Menonjol? Simak Faktanya

Pusar bayi menonjol umumnya terkait hernia umbilikalis, kondisi saat usus, lemak, atau cairan terdorong melalui celah otot perut yang belum menutup sempurna.
Benjolan sering terlihat ketika bayi menangis, batuk, atau mengejan, biasanya tidak nyeri, serta dapat mengecil atau hilang sendiri seiring pertumbuhan.
Segera cari pertolongan medis bila bayi sakit perut mendadak, muntah, demam, sulit BAB atau kentut, atau benjolan keras, nyeri, dan berubah warna.
Pusar pun turut menjadi perhatian Mama, terutama ketika pusar bayi menonjol dengan tampilan yang tidak biasa. Mama mungkin bertanya-tanya apakah kondisi tersebut normal atau justru perlu diperiksakan.
Lantas, bahayakah kondisi tersebut? Simak penjelasannya dari Popmama.com tentang bahayakah pusar bayi menonjol berikut ini.
Table of Content
Bahayakah Pusar Bayi Menonjol?

Diarybunda.co.id Pusar bayi menonjol umumnya tidak berbahaya. Pusar bayi yang menonjol biasanya berkaitan dengan umbilical hernia.
Melansir Cleveland Clinic, umbilical hernia adalah kondisi ketika muncul benjolan di sekitar pusar (umbilikus).
Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus kecil, lemak, atau cairan terdorong keluar melalui celah atau bagian otot dinding perut yang melemah.
Pada bayi, umbilical hernia cukup umum terjadi dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Pusar yang menonjol ini dapat mengecil atau menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi.
Penyebab Pusar Bayi Menonjol

Alodokter.com Seperti yang sudah dipaparkan bahwa pusar bayi menonjol umumnya disebabkan oleh umbilical hernia.
Umbilical hernia sendiri, seperti yang dilansir WebMD, terjadi ketika lubang kecil pada otot perut tempat tali pusat terhubung saat bayi masih dalam kandungan tidak menutup sepenuhnya setelah lahir.
Akibatnya, sebagian usus kecil, lemak, atau cairan dapat terdorong melalui celah tersebut sehingga muncul benjolan di sekitar pusar.
Mama mungkin akan melihat pusar bayi menonjol akibat umbilical hernia ketika bayi menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar karena aktivitas tersebut meningkatkan tekanan di dalam perut.
Sebaliknya, benjolan mungkin tidak terlihat ketika bayi sedang beristirahat. Umumnya, kondisi ini juga tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi.
Tanda Pusar Bayi Menonjol Perlu Diperiksa ke Dokter

Pexels/Daniel Reche Meski umumnya pusar bayi menonjol dikatakan tidak berbahaya dan akan berangsur normal kembali, Mama tetap perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut:
Bayi mengalami sakit perut yang tiba-tiba.
Mengalami mual dan muntah.
Demam.
Kulit di sekitar benjolan pusar berubah menjadi merah, ungu, gelap, atau terasa hangat.
Bayi tidak bisa buang air besar atau kentut.
Benjolan pusar tiba-tiba menjadi keras, kencang, atau sangat nyeri saat disentuh.
Tanda-tanda di atas bisa menandakan bahwa hernia terjepit (incarcerated) atau aliran darah ke jaringan yang menonjol terhambat (strangulated).
Jika Mama menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi, segera cari pertolongan medis agar si Kecil dapat diperiksa lebih lanjut.
Itulah penjelasan tentang bahayakah pusar bayi menonjol. Meski pusar bayi menonjol cukup umum terjadi dan sering kali bisa membaik dengan sendirinya, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi benjolan dan mengenali tanda-tanda bahayanya.






















