Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Perbedaan Batuk dan Pilek dengan Penyakit Pernapasan Lainnya pada Bayi
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Batuk pilek pada bayi umumnya ditandai hidung berair bening yang dapat berubah putih, kuning, atau kehijauan, serta batuk ringan tanpa darah.

  • Waspadai mengi, stridor, napas cepat atau berat, dada tertarik, lubang hidung kembang-kempis, kesulitan menyusu, atau batuk berat dan basah karena dapat menandakan gangguan pernapasan lebih serius.

  • Batuk pilek biasanya membaik sendiri dalam beberapa minggu; pastikan bayi cukup istirahat, ASI atau cairan, dan hidung bersih. Konsultasikan dokter bila gejala menetap atau muncul batuk berdarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Batuk pilek pada bayi dapat dibedakan dari gangguan pernapasan lain melalui hidung berair, batuk ringan, pola napas, tidak adanya darah saat batuk, perubahan warna ingus, dan durasi pemulihan.
  • Who?
    Bayi yang mengalami batuk pilek, serta orang tua atau pengasuh yang memantau gejala dan kebutuhan perawatan bayi.
  • Where?
    Pemantauan gejala dilakukan dalam perawatan bayi sehari-hari; lokasi kejadian spesifik per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Hidung berair dapat berubah dari bening menjadi kuning kehijauan seiring waktu. Batuk pilek biasa umumnya membaik sendiri dalam beberapa minggu.
  • Why?
    Batuk pilek terjadi ketika tubuh bayi melawan virus. Gejala seperti mengi, stridor, napas cepat atau berat, dada tertarik, batuk berdarah, dan sulit menyusu dapat menandakan gangguan pernapasan lebih serius.
  • How?
    Orang tua dapat memastikan bayi cukup istirahat, mendapat ASI atau cairan, dan hidung tetap bersih. Saline steril dapat diteteskan pada hidung. Konsultasi dokter diperlukan bila gejala menetap atau muncul tanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa batuk pilek dan hidungnya berair bening, lalu jadi kuning atau hijau. Batuknya biasanya ringan dan bayi masih mau minum susu. Kalau batuk berat, ada darah, napas cepat, bunyi aneh, atau susah minum, Mama harus ke dokter. Batuk pilek biasa bisa membaik dalam beberapa minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batuk pilek memang cukup sering dialami oleh siapa saja, termasuk bayi, dan umumnya bisa membaik dengan perawatan yang tepat.

Meski begitu, perlu Mama ketahui bahwa beberapa penyakit pernapasan juga bisa diawali dengan gejala yang mirip dengan batuk pilek.

Nah, supaya tidak bingung membedakannya, Mama bisa memperhatikan beberapa tanda pembeda batuk dan pilek dengan penyakit pernapasan lainnya.

Yuk, Ma, kenali perbedaannya dalam artikel Popmama.com berikut ini tentang 6 perbedaan batuk pilek dengan penyakit pernapasan lainnya pada bayi.

1. Hidung berair

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Seperti yang dilansir Mayo Clinic, hidung berair merupakan gejala umum dari batuk pilek (common colds) pada bayi.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh si Kecil sedang melawan virus penyebab batuk pilek. Pada awalnya, cairan yang keluar dari hidung bayi berupa cairan bening yang lama-kelamaan akan berubah menjadi lendir kuning kehijauan.

2. Batuk ringan

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Batuk pilek juga umumnya disertai batuk ringan yang masih dalam kategori normal untuk gejala batuk pilek pada bayi.

Mama perlu waspadai apabila batuk si Kecil berubah menjadi berat dan basah, karena gejala tersebut termasuk gejala penyakit pneumonia sebagaimana yang dilansir dari Raising Children Network.

3. Cara bernapas bayi

Magnific/pvproductions

Saat bayi batuk pilek, Mama mungkin akan mendengar suara saat si Kecil bernapas.

Kondisi tersebut terjadi karena saluran napas bayi yang masih kecil dan lendir akibat pilek yang memang bisa membuat si Kecil mengeluarkan suara tertentu saat bernapas.

Meski begitu, Mama perlu lebih waspada jika muncul bunyi mengi (wheezing), suara nyaring saat menarik napas (stridor), atau napas yang tampak cepat dan berat.

Dilansir dari Cleveland Clinic, bunyi saat bernapas pada bayi, seperti bunyi mengi bisa merupakan kondisi normal karena saluran napasnya yang masih kecil atau dapat juga menandakan adanya masalah medis seperti pneumonia.

Untuk hal tersebut, Mama perlu perhatikan kembali jika dada bayi terlihat tertarik saat bernapas, lubang hidung kembang-kempis, atau si Kecil sulit menyusu, bisa jadi si Kecil sedang mengalami masalah pernapasan yang lebih serius daripada sekadar batuk pilek.

4. Tidak muncul darah saat batuk

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Batuk pilek normalnya tidak mengeluarkan apa pun, kecuali lendir (ingus) pada hidung sebagai bentuk reaksi tubuh yang sedang melawan virus penyebab batuk pilek.

Pada sejumlah kasus, kondisi batuk pilek biasa dapat berkembang menjadi suatu penyakit yang lebih serius ketika batuk disertai darah, seperti penyakit pneumonia atau bronkitis.

5. Ingus bening atau kehijauan

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Dilansir dari Baby Center, batuk pilek (common colds) pada bayi umumnya memiliki gejala hidung berair (ingus).

Pada kondisi ini, umumnya ingus berwarna bening dan akan berubah putih, kuning, atau kehijauan seiring berjalannya waktu dengan tekstur yang kental.

Hal yang bisa Mama perhatikan adalah kondisi bayi secara keseluruhan. Jika si Kecil masih mau menyusu atau makan, tetap aktif bermain, dan tidak mengalami kesulitan bernapas, gejalanya lebih mungkin mengarah pada batuk pilek biasa.

6. Sembuh dalam waktu beberapa hari

Pexels/Orange Ocean

Mengutip dari Baby Center, batuk dan pilek biasa pada bayi umumnya bisa membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Meski dapat membaik dengan sendirinya, Mama bisa membantu si Kecil dengan memastikan ia cukup istirahat, tetap mendapat ASI atau cairan yang cukup, serta menjaga hidungnya tetap bersih agar lebih mudah bernapas dan menyusu.

Mama perlu waspada apabila kondisi batuk pilek bertahan lebih lama dan disertai gejala lainnya, seperti batuk berdarah dan napas mengeluarkan suara.

Segera konsultasikan kepada dokter apabila Mama menemukan tanda tersebut pada si Kecil yang sedang batuk pilek.

Nah, itulah 6 perbedaan batuk pilek dengan penyakit pernapasan lainnya pada bayi. Jika gejala batuk pilek tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article