Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertolongan Pertama Bayi Kejang Tanpa Demam, Jangan Panik Ma!
ilustrasi bayi (pexels.com/Nasirun Khan)
  • Kejang tanpa demam pada bayi dapat terkait epilepsi, cedera otak, infeksi, gangguan metabolik, kondisi genetik, atau perkembangan otak tidak normal, sehingga membutuhkan diagnosis medis tepat.
  • Tandanya dapat meliputi mata kosong atau terbalik, tidak responsif, tubuh kaku, gigi terkatup, busa dari mulut, serta sentakan pada tangan, kaki, atau seluruh tubuh.
  • Saat kejang, baringkan bayi di permukaan rata, miringkan tubuh, jauhkan benda keras, jangan menahan atau memasukkan benda ke mulut, lalu catat durasi dan gejalanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kejang pada bayi tanpa demam dapat ditandai mata kosong atau terbalik, tidak merespons, tubuh kaku, gerakan menyentak, gigi terkatup, atau busa dari mulut.
  • Who?
    Bayi baru lahir hingga berusia di bawah satu tahun dapat mengalami kejang; orangtua atau pengasuh perlu memberikan pertolongan pertama dan membawa bayi untuk penanganan medis bila diperlukan.
  • Where?
    Bayi perlu dibaringkan di lantai atau permukaan rata, dijauhkan dari benda keras dan tajam. Jika terdapat tanda darurat, bayi dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit.
  • When?
    Penanganan dilakukan segera saat kejang terjadi. Bayi perlu segera ke IGD bila kejang lebih dari lima menit, berulang singkat, pertama kali terjadi, atau napas terganggu setelah kejang.
  • Why?
    Kejang tanpa demam dapat berkaitan dengan epilepsi, cedera otak, meningitis, gangguan metabolik, kondisi genetik, atau perkembangan otak tidak normal; kondisi ini dapat menandakan aktivitas listrik otak yang tidak biasa.
  • How?
    Miringkan kepala dan tubuh bayi agar air liur atau muntah keluar, jangan menahan gerakan atau memasukkan benda ke mulut, catat durasi serta gejala, dan tetap tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa kejang walau tidak demam. Badannya bisa kaku, tangan atau kaki menyentak, dan matanya kosong. Mama dan Papa harus tetap tenang. Baringkan bayi di tempat rata, miringkan tubuhnya, dan jauhkan benda keras. Jangan masukkan apa pun ke mulutnya. Catat waktunya. Jika lebih dari 5 menit, segera ke IGD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi yang tiba-tiba kejang tentu membuat orangtua panik dan khawatir. Jika hal ini terjadi, apa yang harus dilakukan pertama kali, ya?

Biasanya kejang pada bayi dapat terjadi akibat demam tinggi atau step. Namun, kejang pada beberapa kasus dapat terjadi tanpa disertai demam.

Penting bagi orangtua untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya kejang dan bagaimana cara menanganinya.

Simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar pertolongan pertama bayi kejang tanpa demam. Disimak, yuk, Ma!

Penyebab Kejang pada Bayi

Pixabay/Hopestar21

Kejang merupakan gangguan arus listrik yang terjadi di area otak yang terjadi secara spontan dan tidak terkendali. Melansir dari Epilepsy Foundation, kejang pada bayi baru lahir hingga usia di bawah satu tahun terjadi akibat:

  • Penyakit bayi baru lahir (kekurangan oksigen, infeksi, pendarahan)

  • Perkembangan otak yang tidak normal di dalam rahim

  • Gangguan genetik

  • Infeksi otak (ensefalitis)

  • Meningitis

  • Kejang terkait penyakit demam.

Kejang yang kerap terjadi pada bayi biasanya disertai dengan demam tinggi atau juga disebut kejang demam. Umumnya kejang pada bayi paling sering dialami pada 28 hari pertama sejak kelahiran.

Kejang Tanpa Demam pada Bayi

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/Sarah Chai)

Demam menjadi salah satu pertanda bayi berisiko mengalami kejang. Namun, kejang pada beberapa kasus juga bisa terjadi tanpa disertai demam.

Melansir dari Ubie Health, dokter spesialis penyakit dalam asal Jepang, Yoshinori Abe, MD mengonfirmasi bahwa bayi bisa mengalami kejang tanpa demam yang diakibatkan epilepsi, cedera otak, infeksi seperti meningitis, gangguan metabolik, kondisi genetik, atau perkembangan otak yang tidak normal.

Berbeda dengan kejang yang dipicu akibat suhu tubuh si Kecil yang meningkat, kejang tanpa demam menandakan adanya aktivitas listrik yang tidak biasa di otak.

Kondisi ini bukan kejang biasa karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, terutama pada sistem saraf sehingga membutuhkan pertolongan dan diagnosis yang tepat.

Tanda Bayi Kejang Tanpa Demam

Ilustrasi ibu dan bayi (freepik.com/jcomp)

Kejang pada bayi penyebabnya bisa beragam, bergantung pada bagian otak mana yang terganggu. Kejang yang tidak disertai dengan demam mungkin membuat Mama bingung bagaimana mengetahui tanda dan gejalanya.

Saat kejang terjadi tanpa demam, ada beberapa pertanda yang bisa Mama perhatikan pada bayi, mulai dari mata terbalik atau kosong yang membuat anak tidak merespon dan kehilangan kesadaran.

Pertanda kejang juga bisa dilihat dari tubuh si Kecil yang kaku, gigi terkatup rapat, keluar busa dari mulut, dan adanya gerakan menyentak di tangan atau kaki sebelum seluruh tubuh.

Tanda-tanda ini sebaiknya Mama catat, berikut dengan durasi waktu kejang yang dialami si Kecil sebagai laporan medis untuk mendapat penanganan yang tepat.

Pertolongan Pertama Bayi Kejang

ilustrasi ibu dan bayi (unsplash.com/mama_casual)

Bayi yang secara tiba-tiba kejang, terlebih tidak disertai dengan demam atau tanda-tanda umum lainnya pasti terlihat menakutkan. Namun, orangtua tetap harus tenang dan tidak panik untuk memberikan pertolongan pertama.

Kejang tanpa demam bisa menjadi pertanda adanya gangguan serius pada si Kecil, sehingga harus segera di bawa ke rumah sakit jika kejang tidak kunjung berhenti setelah berlangsung 5 menit.

Sebelum di bawa ke IGD, orangtua bisa memberikan pertolongan pertama dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Baringkan si Kecil di lantai atau permukaan rata

  • Jauhkan dari benda-benda tajam dan keras

  • Miringkan kepala dan tubuh si Kecil ke satu sisi agar air liur atau muntaha keluar dari mulut

  • Jangan menahan atau menghentikan kejang secara paksa karena dapat memicu cedera

  • Hindari memasukan benda apapun (sendok, jari, atau kain) ke dalam mulut karena dapat melukai dan menghambat napas

  • Perhatikan durasi kejang, catat segala bentuk gerakan dan tanda-tanda kesadarannya

  • Tetap tenang saat menghadapi anak yang sedang kejang

  • Segera bawa anak ke IGD saat kejang berlangsung lebih dari 5 menit, napas terganggu setelah kejang, berulang dalam waktu singkat, atau saat bayi pertama kali kejang. 

Itu dia penjelasan mengenai pertolongan pertama bayi kejang tanpa demam. Ingat untuk tetap tenang, mencatat durasi dan gerakan selama kejang, serta segera membawa si Kecil ke IGD terdekat untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article