Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Kejang Demam? Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Anak Kejang Demam? Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Magnific
Intinya Sih
  • Kejang demam biasanya dialami anak usia 6 bulan–6 tahun saat demam tinggi, berlangsung singkat, dan memerlukan ketenangan orangtua agar bisa memberi pertolongan pertama dengan benar.
  • Orangtua dilarang menahan gerakan anak, memasukkan benda ke mulut, memberi obat saat kejang, atau merendam anak karena tindakan ini dapat membahayakan keselamatan.
  • Tindakan aman meliputi meletakkan anak di tempat aman, melonggarkan pakaian, memiringkan tubuhnya, mengamati gejala selama kejang, lalu segera membawa ke fasilitas kesehatan setelah kejang berhenti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melihat anak kejang saat demam tentu membuat orangtua panik dan khawatir. Namun menurut dr. Citra, Sp.A., IBCLC, M.Kes melalui Instagram pribadinya citra_amelinda, kejang demam memang terlihat menakutkan tetapi orangtua perlu tetap tenang agar bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 6 tahun saat mengalami demam tinggi dan biasanya berlangsung singkat. Yang terpenting saat kejang terjadi bukan menghentikan kejangnya, melainkan memastikan anak tetap aman hingga kejang berhenti dan mendapatkan penanganan medis bila diperlukan.

Berikut Popmama.com rangkum hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat anak kejang demam.

1. Definisi dan gejala kejang demam

Ilustrasi anak kejang demam
Magnific

Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 6 tahun yang mengalami demam tinggi. Menurut dr. Citra, kejang demam umumnya berlangsung singkat selama 2-3 menit dan jarang berlangsung lebih dari 10 menit. 

Gejala-gejala yang muncul meliputi:

  • Tubuh menjadi kaku, kedutan, gemetar, atau tersentak-sentak
  • Penurunan kesadaran
  • Muntah atau mengompol
  • Tidak merespons atau menatap kosong saat diajak bicara
  • Mengantuk, rewel, atau bingung hingga 1 jam setelah kejang

2. Hal yang tidak boleh dilakukan saat anak kejang demam

Ilustrasi anak kejang demam
Magnific

Saat anak kejang, orangtua sering kali refleks melakukan berbagai tindakan untuk menghentikan kejang. Padahal, beberapa tindakan justru dapat membahayakan si Kecil.

dr. Citra mengingatkan bahawa orangtua dilarang keras melakukan tindakan berikut demi keselamatan anak:

  • Tidak menahan gerakan anak dengan mencoba menggendong, menahan, atau membatasi gerakan anak secara paksa
  • Tidak mengganjal mulut dengan memasukkan sendok atau benda lain ke mulut (berisiko membuat lidah tergigit atau cedera)
  • Tidak memaksa memberi obat/minum saat kejang termasuk obat penurun panas saat kejang berlangsung
  • Jangan merendam anak ke dalam air dingin atau hangat untuk menurunkan demam

3. Hal yang harus dilakukan saat anak kejang demam

Ilustrasi anak kejang demam
Magnific

Menurut dr. Citra, fokus utama saat anak kejang adalah menjaga keselamatannya. Orangtua dapat meletakkan anak di tempat yang aman dan menjauhkan benda-benda berbahaya di sekitarnya, seperti barang pecah belah atau sumber listrik. 

Berikut adalah panduan penanganan yang benar saat anak kejang demam:

  • Amankan posisi anak dengan meletakkannya di tempat yang aman, jauhkan dari benda berbahaya (seperti listrik dan barang pecah-belah)
  • Longgarkan pakaian terutama di sekitar area kepala dan leher agar anak bisa bernapas lebih lega
  • Posisikan miring dengan membaringkan anak dalam posisi miring. Hal ini penting agar jika anak muntah, cairan langsung keluar dan anak terhindar dari bahaya tersedak
  • Amati apa yang terjadi selama kejang, dan rekam video jika situasinya memungkinkan (ini sangat membantu dokter untuk mendiagnosis)
  • Awasi tanda kesulitan bernapas, seperti hidung kembang kempis atau wajah yang membiru
  • Temani anak hingga kejang benar-benar berhenti, lalu segera bawa anak ke unit gawat darurat terdekat

4. Setelah kejang berhenti, segera periksakan anak ke dokter

Ilustrasi anak kejang demam
Magnific/prostooleh

Meski sebagian besar kejang demam dapat berhenti dengan sendirinya, dr. Citra tetap menyarankan agar anak dibawa ke fasilitas kesehatan setelah kejang selesai untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

"Setelah kejang berhenti, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut," tulis dr. Citra di Instagram. 

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebab demam dan memastikan tidak ada kondisi lain yang memerlukan penanganan khusus.

Itulah tadi informasi mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat anak kejang demam. Semoga membantu orangtua.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More