Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Red Flag Tumbuh Kembang Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua
Magnific/wirestock
  • Red flag tumbuh kembang anak merupakan tanda keterlambatan pada satu atau lebih ranah perkembangan yang perlu diperhatikan orangtua sejak dini

  • Keterlambatan perkembangan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti gangguan genetik, infeksi sistem saraf pusat, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah

  • Orangtua dapat mendukung perkembangan anak melalui stimulasi yang sesuai usia serta berkonsultasi dengan dokter jika menemukan kemampuan yang belum tercapai sesuai tahap perkembangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sekitar 1 dari 10 anak mengalami masalah tumbuh kembang. Kondisi ini membuat Mama dan Papa perlu mengenali berbagai tanda keterlambatan perkembangan yang dapat muncul sesuai tahapan usia anak, salah satunya yang dikenal sebagai red flag tumbuh kembang anak.

Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fiktritama Aditya, keterlambatan perkembangan dapat terjadi pada satu ranah perkembangan saja maupun beberapa ranah sekaligus. Ketika keterlambatan ditemukan pada beberapa ranah perkembangan, kondisi tersebut dapat disebut sebagai global developmental delay.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai red flag tumbuh kembang anak yang perlu diwaspadai orangtua.

1. Apa itu red flag tumbuh kembang anak?

Magnific/pch.vector

Sebelum mengenali tanda red flag, Mama perlu mengetahui terlebih dahulu milestone atau tahapan perkembangan anak sesuai usianya. Setiap anak memang dapat memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, tetapi terdapat kemampuan tertentu yang umumnya diharapkan muncul pada rentang usia tertentu.

“Ketika anak belum mencapai kemampuan yang seharusnya sudah muncul sesuai tahap usianya, kondisi tersebut perlu diperhatikan sebagai tanda red flag,” jelas dr. Aisya seperti yang dikutip Popmama.com pada unggahan Instagram RSO Soeharso, Rabu (12/08/2026).

Dengan mengenali milestone dan tanda red flag sejak dini, orangtua dapat lebih cepat mengetahui apabila terdapat perkembangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh tenaga medis.

2. Penyebab red flag tumbuh kembang anak

Magnific/krakenimages.com

Keterlambatan perkembangan pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Menurut dr. Aisya, penyebabnya secara umum dapat berkaitan dengan gangguan genetik atau kromosom, seperti pada bayi Down syndrome.

Selain itu, keterlambatan juga dapat dipengaruhi oleh infeksi pada sistem saraf pusat, cerebral palsy, sindrom rubella, maupun kondisi kelahiran tertentu. Anak yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah juga termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih terhadap perkembangannya.

Risiko juga dapat meningkat pada bayi yang lahir dengan infeksi berat dan membutuhkan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator pada masa awal kehidupannya.

3. Red flag tumbuh kembang anak sesuai ranah perkembangannya

Magnific.com

dr. Aisya menjelaskan secara garis besar, perkembangan anak dapat dilihat melalui empat ranah, yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan kognitif, serta personal dan sosial. 

Motorik kasar: Kemampuan ini mendukung si Kecil untuk mengeksplorasi lingkungan secara aktif, seperti duduk, berguling, merangkak, hingga berdiri.

Red flag yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tidak dapat menahan kepala dengan baik saat tummy time atau duduk

  2. Belum berguling atau duduk sendiri pada usia 9 bulan

  3. Tidak menunjukkan usaha untuk merangkak, ngesot, atau berpindah tempat

  4. Tidak dapat menopang tubuh dengan kedua kaki

Motorik halus: Beberapa kemampuan yang berkembang pada ranah ini antara lain menggunakan kedua tangan saat bermain, serta mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Red flag yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tangan masih sering terkepal

  2. Menggunakan satu tangan secara dominan sebelum usia 1 tahun

  3. Tidak memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain pada usia 9 bulan

  4. Tidak mengeksplorasi objek dengan mata, tangan, atau mulut

Bahasa dan kognitif: Perkembangannya dapat terlihat dari kemampuan babbling, mengenali nama sendiri, dan menanggapi suara.

Red flag yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tidak merespons suara atau nama ketika dipanggil

  2. Tidak menunjukkan babbling

  3. Tidak menggunakan gestur saat menginginkan sesuatu pada usia 9 bulan

Personal dan sosial: Kemampuan ini dapat terlihat ketika anak mulai menikmati permainan bersama, melakukan kontak mata, hingga mengalami stranger anxiety.

Red flag yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Tidak menunjukkan minat terhadap lingkungan sekitar

  2. Tidak tertarik berinteraksi dengan orang lain

  3. Tidak melakukan eye contact.

4. Stimulasi untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai usia

Magnific.com

Stimulasi dapat diberikan sejak dini melalui aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Pada periode emas, stimulasi dapat membantu anak mengembangkan berbagai kemampuan melalui interaksi dan aktivitas sehari-hari.

  • Usia 0–3 bulan: Mama dapat memberikan stimulasi dengan memeluk dan menggendong bayi, menatap matanya, mengajak tersenyum, meniru ocehan dan mimiknya, serta membunyikan suara atau musik secara bergantian.

  • Usia 3–6 bulan: Stimulasi dapat dilakukan melalui permainan sederhana seperti petak umpet, mencari sumber suara, menirukan suara dan kata, serta bercermin bersama bayi.

  • Usia 6–9 bulan: Stimulasi dapat dilakukan dengan memanggil nama anak, mengajaknya bersalaman dan bertepuk tangan, serta membacakan dongeng.

  • Usia 9–12 bulan: Memasuki usia ini, Mama dapat mengulang nama anggota keluarga seperti Mama, Papa, atau kakak, sekaligus mengajak anak bermain memasukkan mainan ke dalam wadah.

Itu tadi penjelasan mengenai red flag tumbuh kembang anak yang perlu diwaspadai orangtua. Semoga informasi ini bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article