Perkembangan kekuatan kaki dimulai lebih lambat ketimbang perkembangan lengan dan tubuh bagian atas. Otot-otot kaki bayi baru lahir masih dalam tahap awal perkembangan sehingga terlihat sangat kaku. Bayi pun belum dapat mengendalikan gerakan kakinya pada tahap ini.
Seiring dengan perkembangan fisik, didukung dengan sentuhan dan latihan-latihan ringan dari Mama, otot-otot kakinya akan semakin kuat. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk memahami dan melatih bayi melenturkan otot-otot kakinya menjelang milestone berdiri dan berjalan.
Memasuki usia 6 bulan, ia akan menggunakan kaki dan tangannya untuk merangkak. Pada tahapan ini, ia akan meregangkan, melenturkan dan memperkuat otot-ototnya untuk mendorong tubuhnya ke depan.
Sekitar usia 8 bulan, dengan berpegang pada tangan Mama atau pada benda untuk menopang tubuhnya, ia akan belajar berdiri. Pada titik ini, kakinya telah cukup kuat menahan berat badan dan menstabilkan dirinya.
Di usia 11-12 bulan, Jagoan Kecil Mama mulai melangkah kecil untuk berjalan atau pun sekadar menggerakkan tubuh.
Agar kekuatan kaki Si Kecil semakin bertambah dari hari ke hari, Mama bisa mengajaknya berlatih dengan aktivitas-aktivitas sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Berikut ini Popmama.com merangkum 3 aktivitas untuk meningkatkan kekuatan kaki bayi, dilansir dari firstcry.com: