Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tanda Bayi Mengalami Refluks, Perhatikan Ini Ma!
Popmama.com/Nafia Mahesa/AI
  • Refluks terjadi saat isi lambung naik ke kerongkongan akibat sfingter esofagus bayi belum bekerja sempurna, sehingga dapat memicu gumoh dan rasa tidak nyaman.

  • Tanda refluks meliputi sering gumoh, menolak menyusu, melengkungkan punggung, batuk atau tersedak, serta tidur terganggu setelah atau saat menyusu.

  • Refluks juga bisa menghambat kenaikan berat badan karena asupan berkurang; bila gejala berulang atau makin mengganggu, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa refluks saat susu dari perut naik ke tenggorokan. Bayi mungkin sering gumoh, tidak mau menyusu, punggungnya melengkung, batuk, atau tersedak. Berat badannya juga susah naik dan tidurnya terganggu. Setelah menyusu, bayi bisa digendong tegak 30 menit. Kalau terus terjadi, Mama perlu bertemu dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi belum bisa mengatakan ketika tubuhnya terasa tidak nyaman. Karena itu, tingkah laku si Kecil bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

Mulai dari lebih sering rewel, menangis setelah menyusu, hingga sulit tidur, Mama perlu memperhatikan jika si Kecil memperlihatkan perilaku tersebut.

Salah satu kondisi yang bisa membuat bayi merasa tidak nyaman adalah refluks, yakni ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Lantas, apa saja tanda yang bisa Mama perhatikan? Yuk, kenali 6 tanda bayi mengalami refluks yang telah dirangkum Popmama.com berikut ini.

1. Sering gumoh

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Dilansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gumoh adalah suatu kondisi ketika keluarnya susu setelah bayi menyusu.

Gumoh saat refluks terjadi karena sfingter esofagus, yaitu cincin otot yang berfungsi menahan isi lambung agar tidak kembali ke kerongkongan, masih belum berkembang sempurna pada bayi.

Hal ini berakibat pada katup yang lebih mudah terbuka sehingga susu dan isi lambung bisa naik kembali dan keluar sebagai gumoh.

2. Menolak menyusu

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Melansir Mayo Clinic, bayi menolak menyusu ketika merasakan ketidaknyamanan atau sakit pada tubuhnya.

Pada bayi yang mengalami refluks, hal ini dapat terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa perih atau sensasi terbakar yang membuat bayi tidak nyaman saat menelan.

Jika rasa tidak nyaman tersebut berulang setiap kali menyusu, bayi bisa menganggap menyusu sebagai kegiatan yang menyakitkan.

Si Kecil pun akan menghindari payudara atau menunjukkan penolakan saat waktunya menyusu.

3. Melengkungkan punggung

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Bayi yang sedang mengalami refluks terkadang terlihat melengkungkan punggung saat atau setelah menyusu.

Dikutip dari Healthline, gerakan ini diduga terjadi karena bayi merasa tidak nyaman akibat sensasi terbakar atau perih ketika cairan lambung naik ke kerongkongan.

4. Batuk atau tersedak

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Saat mengalami refluks, bayi bisa tersedak atau seperti tercekik ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Posisi tubuh bayi saat menyusu juga dapat memengaruhi kondisi ini dan membuat refluks memburuk.

Mama bisa menjaga si Kecil tetap dalam posisi tegak setidaknya 30 menit setelah menyusu.

Posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk membantu menahan isi lambung agar tidak mudah naik kembali ke kerongkongan.

5. Sulit naik berat badan

Magnific/magnific

Refluks pada bayi bisa membuat berat badan si Kecil sulit bertambah karena asupan nutrisi yang masuk menjadi berkurang.

Gumoh yang berlebihan dapat membuat susu yang sudah diminum keluar kembali, sehingga nutrisi yang terserap tubuh tidak mencukupi kebutuhannya.

Naiknya asam lambung tersebut membuat bayi bisa menjadi rewel, menolak menyusu, bahkan mengalami feeding aversion atau keengganan untuk makan karena menganggap proses menyusu sebagai sesuatu yang menyakitkan.

6. Tidur terganggu

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Bayi yang sulit tidur juga menjadi tanda bahwa si Kecil sedang mengalami refluks.

Hal ini terjadi karena rasa tidak nyaman ketika isi lambung naik ke kerongkongan dapat membuat si Kecil mudah terbangun atau rewel saat tidur.

Untuk membantu mengurangi kemungkinan refluks saat tidur, Mama bisa memberikan susu beberapa jam sebelum jadwal tidur, sehingga susu memiliki waktu untuk turun dan dicerna terlebih dahulu.

Itulah 6 tanda bayi mengalami refluks yang perlu Mama perhatikan. Jika tanda-tanda tersebut terjadi terus-menerus atau semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article