Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Membedakan Bayi Lapar dan Mengantuk, Kenali Tandanya

Cara Membedakan Bayi Lapar dan Mengantuk, Kenali Tandanya
Unsplash/Jessica Hearn
  • Isyarat lapar bayi berkembang dari mengisap bibir atau tangan hingga mencari puting, gelisah, rewel, dan menangis; respons sejak tahap awal membantu bayi makan lebih tenang.
  • Isyarat mengantuk meliputi menarik telinga, tatapan kosong, menguap, mengepalkan tangan, hingga rewel dan menangis; bayi terlalu lelah dapat sulit tidur maupun menyusu.
  • Karena tanda lapar dan mengantuk sering tumpang tindih, orangtua perlu mengamati pola tangisan, waktu makan-tidur, serta isyarat unik bayi secara konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Isyarat lapar dan mengantuk bisa sulit dibedakan dari isyarat tidur saat Mama memiliki bayi baru lahir.

Tapi, bayi mungil Mama mungkin memiliki cara unik untuk memberi tahu Mama apakah ia lapar atau mengantuk. Dan mempelajari perbedaannya dapat berdampak besar pada seberapa nyenyak bayi tidur.

Membedakan isyarat tidur dan lapar adalah keterampilan penting yang harus dipelajari orangtua. Pasalnya, dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi mereka, orangtua akan segera menyadari bahwa bayi yang lelah serta mengantuk cenderung tidak makan dengan baik. Dan bayi yang lapar cenderung tidak tidur dengan baik.

Siklus yang tak berujung ini dapat menyebabkan frustrasi bagi orangtua dan bayi. Jadi mempelajari cara memahami isyarat lapar dan isyarat tidur bayi yang unik sangat penting terutama selama tahap bayi baru lahir.

Jadi, bagaimana cara membedakan bayi lapar dan mengantuk? Untuk membantu Mama, Popmama.com sudah merangkum informasinya.

  1. Isyarat Lapar Bayi

    Isyarat lapar bayi
    Pexels/Laura Garcia

    Isyarat lapar dapat bervariasi di antara bayi, tetapi biasanya terjadi dalam tiga fase, yakni awal, aktif, dan akhir. Semakin cepat orangtua dapat menanggapi rasa lapar bayi, semakin mudah untuk membuat kenyang dan nyaman.

    Berikut beberapa isyarat lapar bayi:

    • Tahap lapar awal:

    Tahap lapar awal adalah waktu terbaik untuk menanggapi isyarat bayi. Tanda-tanda bayi mulai lapar meliputi bayi mengisap bibir atau tangannya, mengecap bibirnya, menjilat bibirnya, dan membuka serta menutup mulutnya berulang kali.

    Jika bayi sedang digendong, bayi mungkin akan menoleh ke arah dada orang tersebut atau mencoba menggerakkan tubuhnya ke arah tersebut, ke arah tubuh mama atau pengasuhnya. Jika bayi baru saja bermain, ia mungkin tiba-tiba menoleh dan melakukan kontak mata dengan Mama.

    • Lapar aktif:

    Tanda-tanda lapar aktif meliputi gerakan mencari puting, yaitu ketika bayi mulai melakukan gerakan mengisap di sekitar dada orang yang menggendongnya. Bayi mungkin juga gelisah atau melakukan gerakan untuk mencoba mendapatkan posisi untuk menyusui atau minum susu botol.

    Bayi mungkin akan mengayunkan atau menendang lengan dan kakinya atau tiba-tiba menjadi rewel dan mudah marah. Ini adalah tahap di mana bayi lapar dan siap untuk makan segera.

    • Lapar yang terlambat:

    Orangtua baru mungkin tidak langsung mengenali isyarat bayi, sehingga si Kecil mungkin melewati tahap awal dan aktif tanpa membuat orangtua menanggapi isyaratnya. Pengasuh mungkin teralihkan dan melewatkan tanda-tanda awal bahwa bayi mulai lapar.

    Bayi pada fase ini mungkin menggerakkan kepalanya ke samping, mulai berpaling dari pengasuh, wajahnya memerah, atau menjadi rewel dan mulai menangis. Pada tahap ini, bayi ingin segera makan. tapi mungkin menjadi sangat lelah karena orangtua melewatkan isyaratnya sehingga ia menolak untuk menyusu atau tampak tidak tertarik untuk menyusu setelah beberapa tegukan.

    Jauh lebih mudah untuk menenangkan bayi ketika isyaratnya dikenali sejak dini. Bayi akan lebih cenderung menyusu dengan tenang dan makan sampai kenyang daripada menjadi frustrasi dan lelah. Baik Mama menyusui atau memberi susu formula, isyarat laparnya serupa.

  2. Isyarat Mengantuk Bayi

    Isyarat mengantuk bayi
    Pixabay/StockSnap

    Isyarat tidur bayi juga dapat terjadi secara bertahap:

    • Tanda-tanda awal mengantuk:

    Isyarat awal mengantuk meliputi hal-hal seperti menarik-narik telinga, menatap kosong, mengerutkan kening, dan alis merah. Tanda-tanda fisik mengantuk meliputi mengepalkan tinju, menguap, melakukan gerakan tersentak-sentak, dan mengisap jari.

    Beberapa tanda ini mudah disalahartikan sebagai rasa lapar. Lagipula, bayi yang mengisap jari mungkin tampak seperti lapar, padahal sebenarnya ia hanya mencari rangsangan sensorik untuk membantu menenangkan dan menidurkannya. Bayi mungkin melengkungkan punggungnya, yang mungkin tampak seperti bayi kesakitan atau tidak nyaman karena makan, tetapi ia juga bisa gelisah karena siap tidur.

    • Tanda-tanda akhir mengantuk:

    Tanda-tanda bayi terlambat tidur meliputi menangis, merengek, dan rewel. Bayi mungkin sangat kesal sehingga sulit untuk menenangkannya dan membuatnya tertidur. Si Kecil mungkin terlihat kesulitan untuk tenang, dan mungkin menggerakkan tubuhnya dengan gerakan lengan dan kaki yang tersentak-sentak.

    Jika menyusui atau memberi susu botol adalah bagian dari rutinitas tidur, bayi yang terlalu lelah mungkin kesulitan makan dengan benar. Bayi mungkin menangis dan memalingkan kepalanya dari payudara atau botol, atau ingin istirahat selama menyusui. Lebih buruk lagi, bayi mungkin menolak susu sama sekali karena terlalu lelah untuk menyusu. Jauh lebih mudah memberi makan bayi yang waspada dan terjaga daripada bayi yang menangis dan terlalu bersemangat.

    Lebih baik menanggapi tanda-tanda awal bayi untuk tidur, daripada tanda-tanda terlambat tidur, agar waktu tidur siang dan malam lebih mudah bagi orangtua dan bayi mereka.

    Bayi baru lahir sangat sensitif terhadap tidur dan membutuhkan banyak istirahat sepanjang hari dan malam. Terjaga dalam waktu lama dapat menyulitkan bayi baru lahir untuk tenang dan tertidur saat Mama menginginkannya.

    Bayi baru lahir tidak perlu memiliki jadwal yang kaku. Tetapi penting untuk memperhatikan waktu terjaga bayi dan mulai mengamati pola tidurnya.

    Seiring waktu, orangtua akan belajar mengenali isyarat tidur unik bayi mereka dan merespons dengan cepat, sebelum bayi menjadi terlalu lelah dan rewel.

  3. Bagaimana Orangtua Membedakan Bayi Lapar dan Mengantuk?

    Bagaimana orangtua membedakan bayi lapar dan mengantuk?
    Unsplash

    Banyak perilaku yang tumpang tindih antara isyarat tidur dan tanda lapar, sehingga sulit untuk membedakan keduanya. Misalnya, bayi mungkin menangis karena lapar dan ingin makan, atau mungkin menangis karena kelelahan setelah seharian bermain dan ingin tidur.

    Belajar berkomunikasi dengan bayi baru lahir bisa sangat melelahkan bagi orangtua baru. Bulan-bulan dan tahun-tahun awal menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. ​​Sebisa mungkin, cobalah untuk tetap proaktif daripada reaktif.

    Jangan khawatir ketika si Kecil mulai rewel atau mengantuk. Sebaliknya, perhatikan volume, suara, dan nada tangisan bayi. Bayi akan mengeluarkan suara dan tangisan yang berbeda untuk mengomunikasikan berbagai kebutuhan. Isyaratnya mungkin mirip, tetapi orangtua yang tenang dan jeli akan segera belajar membedakan suara-suara ini.

    Mungkin bermanfaat bagi orangtua untuk mencatat jam makan dan tidur bayi selama beberapa bulan pertama kehidupannya. Perhatikan apa yang dilakukan bayi ketika ia mulai lelah, catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, amati seberapa besar pengaruh bermain terhadap tidur dan rasa lapar, dan perhatikan efek memberi bayi istirahat di antara aktivitas.

    Semua bayi berbeda.

    Terlepas dari apa yang Mama baca tentang isyarat bayi, semua bayi berbeda. Apa yang berlaku untuk satu bayi mungkin tidak berlaku untuk bayi lainnya. Apa yang membantu bayi tertidur mungkin tidak berhasil untuk bayi lainnya. Isyarat yang diberikan satu bayi ketika ia lapar mungkin tidak sama untuk bayi lainnya.

    Tidak semua rewel berarti bayi mengantuk atau ingin diberi makan. Tidak semua gerakan lidah menunjukkan bahwa si Kecil lapar. Bayi mungkin rewel karena berbagai alasan selain lapar dan mengantuk.

    Penting bagi orangtua untuk memahami isyarat tidur dan lapar si Kecil. Seiring waktu, akan jauh lebih mudah untuk mengenali isyarat unik bayi untuk berbagai kebutuhan. Perhatikan petunjuk kecil yang diberikan si kecil untuk menunjukkan kebutuhannya, dan segera ibu dan ayah tidak akan kesulitan sama sekali memahami apa yang dibutuhkan bayi mereka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More