Anak aktif dan lincah sering kali dianggap sebagai tanda bahwa tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Padahal, tumbuh kembang anak tidak hanya dapat dilihat dari seberapa aktif si Kecil bergerak atau bermain.
Anak Aktif Belum Tentu Tumbuh Kembangnya sesuai Usia, Ini Alasannya

Anak aktif dan lincah belum tentu tumbuh kembangnya sesuai usia; penilaian perlu mencakup pertumbuhan fisik serta kemampuan bergerak, bicara, bahasa, sosial, dan mandiri.
Orangtua perlu memantau berat badan, tinggi atau panjang badan, serta lingkar kepala secara berkala, karena tiap indikator menunjukkan kondisi pertumbuhan yang berbeda.
Screening berkala oleh tenaga kesehatan membantu mendeteksi gangguan, keterlambatan, atau hilangnya kemampuan sejak dini.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua hal yang perlu diperhatikan secara menyeluruh. Pertumbuhan dapat dilihat dari ukuran fisik seperti berat badan, tinggi atau panjang badan, dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan berkaitan dengan bertambahnya kemampuan anak sesuai dengan tahapan usianya.
Lalu, apa saja yang perlu Mama perhatikan untuk memastikan tumbuh kembang anak sesuai usianya? Hal ini dijelaskan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam salah satu artikelnya yang berjudul Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan kenapa anak aktif belum tentu tumbuh kembangnya sesuai usia.
Table of Content
1. Anak aktif dan lincah belum tentu tumbuh kembangnya sesuai usia

Magnific/krakenimages.com Anak yang aktif dan lincah memang tampak sehat, tetapi hal tersebut belum cukup untuk memastikan seluruh tumbuh kembangnya berjalan sesuai usia. Tumbuh kembang anak perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari kemampuan fisiknya.
Menurut IDAI, pertumbuhan merupakan perubahan pada ukuran, jumlah sel, dan jaringan tubuh yang menyebabkan ukuran serta bentuk tubuh bertambah. Pertumbuhan dapat dinilai melalui berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar kepala.
Sementara itu, perkembangan berkaitan dengan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang semakin kompleks, termasuk kemampuan bergerak, berbicara, berbahasa, bersosialisasi, dan menjadi lebih mandiri.
2. Pertumbuhan fisik anak perlu dipantau secara berkala

Magnific/rawpixel.com Pertumbuhan anak tidak cukup dinilai hanya dari berat badan. Pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala perlu dilakukan secara berkala untuk melihat apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan pola yang diharapkan.
Beberapa indikator yang digunakan dalam menilai pertumbuhan antara lain berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut usia (BB/U). Masing-masing indikator memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi pertumbuhan anak.
Lingkar kepala juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Pengukuran ini dapat membantu melihat pertumbuhan kepala dan otak anak. Karena itu, pengukuran lingkar kepala sebaiknya tidak dilewatkan dalam pemeriksaan tumbuh kembang.
3. Perkembangan anak mencakup beberapa kemampuan

Magnific Selain pertumbuhan fisik, orangtua juga perlu memperhatikan perkembangan kemampuan si Kecil. Menurut IDAI, perkembangan meliputi gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.
Setiap kemampuan berkembang secara bertahap dari yang sederhana hingga semakin kompleks. Misalnya, kemampuan gerak kasar dimulai dari tengkurap, duduk, berdiri, hingga berjalan. Sementara itu, gerak halus dapat terlihat dari kemampuan mengikuti benda dengan mata, memegang dan menggenggam, hingga menjimpit.
Kemampuan bicara dan bahasa juga dapat menjadi bagian dari pemantauan perkembangan anak. Secara umum, pada usia 9–12 bulan, anak mulai mampu menyebutkan sekitar 2–3 suku kata yang diulang, meski belum memiliki arti.Â
Kemampuan sosial dan kemandirian juga perlu diamati, misalnya ketika anak mulai mengenali anggota keluarga, menunjukkan respons terhadap orang yang tidak dikenal, hingga belajar melakukan aktivitas sederhana seperti makan dan minum.
4. Masa 1.000 hari pertama kehidupan jadi periode penting

Magnific Pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung pesat, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dihitung sejak awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Pada periode ini, terjadi pembentukan otak dan berbagai organ penting lainnya.
Kecukupan nutrisi selama periode tersebut juga berperan dalam mendukung pertumbuhan anak, termasuk potensi tinggi badannya. Gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak.
5. Kapan orangtua perlu membawa anak untuk screening?

Magnific Pemantauan tumbuh kembang sebaiknya dilakukan secara berkala oleh tenaga kesehatan untuk membantu mendeteksi adanya gangguan sejak dini. Semakin cepat suatu gangguan ditemukan, semakin cepat pula anak bisa mendapatkan penanganan dan stimulasi yang sesuai.
IDAI juga merekomendasikan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala sesuai usia anak. Pengukuran pertumbuhan dilakukan lebih sering pada masa awal kehidupan, kemudian intervalnya dapat diperpanjang seiring bertambahnya usia.
Mama juga perlu lebih waspada apabila terdapat perubahan pada pola pertumbuhan, si Kecil belum menguasai kemampuan yang seharusnya sudah muncul sesuai tahapan usianya, atau justru kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
Jadi, anak yang aktif belum tentu tumbuh kembangnya sudah sesuai usia, ya, Ma.





















