- Demam tidak kunjung turun selama 3 hari atau lebih
- Demam hilang dan timbul tanpa penyebab jelas
- Si Kecil semakin menolak makan dan minum
- Demam disertai dengan muntah atau diare berulang
- Si Kecil tampak selalu lemas dan mengantuk
- Leher tampak kaku
- Ada ruam di kulit
- Ada masalah pernapasan
Anak Demam, Kapan Perlu Cek Darah Lengkap? Ini Penjelasannya

- Bayi dan anak kecil perlu cek darah lengkap saat demam tidak kunjung turun selama 3 hari, menolak makan dan minum, disertai muntah atau diare berulang, tampak lemas, kaku, ada ruam di kulit, atau masalah pernapasan.
- Cek darah dapat menemukan penyakit seperti demam berdarah, tifus, dan infeksi bakteri sistemik. Namun jika demam ringan dan cepat reda dengan obat, dokter umumnya tidak akan langsung merekomendasikan cek darah.
- Demam pada bayi bisa menjadi reaksi terhadap infeksi virus atau bakteri. Gejala serius termasuk meningitis, susah tidur dan makan, kulit hangat saat disentuh, kejang
Demam umum dialami oleh bayi dan anak kecil, Ma. Hal ini disebabkan oleh daya tahan tubuh yang belum sempurna.
Meski kerap dialami oleh bayi, sebagai orangtua, Mama pasti merasa khawatir bila bayi demam. Apalagi jika demamnya berlangsung selama berhari-hari.
Demam yang berlangsung selama beberapa hari mungkin merupakan gejala penyakit lain, misalnya demam berdarah atau tifus. Bila si Kecil demam, kapan perlu melakukan cek darah lengkap? Popmama.com sudah merangkum penjelasan dari dokter pada ulasan berikut ini.

Bayi Demam, Kapan Perlu Cek Darah Lengkap?
Saat bayi dan anak kecil demam, hasil dari pemeriksaan cek darah lengkap dapat membantu mengarahkan apakah demam karena infeksi bakteri atau infeksi virus.
Tapi kapan bayi dan anak kecil perlu melakukan cek darah saat demam? Dilansir dari unggahan dr. Yuni Astria Sp.A, di laman Instagram pribadinya @dokteryunianak, dokter akan merekomendasikan anak demam cek darah lengkap jika si Kecil mengalami demam disertai dengan gejala berikut ini:
Umumnya cek darah dapat menemukan apakah anak demam yang mengarah ke penyakit:
- Demam berdara
- Tifus
- Infeksi bakteri sistemik
Jika anak demam namun masih ringan, cepat reda dengan obat, masih ceria dan aktif, umumnya dokter tidak akan langsung mengarahkan untuk cek darah.

Penyebab Demam pada Bayi
Demam pada bayi adalah salah satu gejala paling umum yang dihadapi orangtua baru. Untungnya, demam belum tentu merupakan tanda masalah kesehatan yang serius.
Suhu normal bayi rata-rata 38,8 derajat Celcius. Demam adalah suhu rektal 39,8 derajat Celcius atau lebih tinggi, atau suhu ketiak 39 derajat Celcius atau lebih tinggi. Lakukan beberapa kali pengukuran suhu saat bayi sehat untuk mengetahui suhu normalnya.
Demam bukanlah penyakit. Demam merupakan gejala penyakit. Demam biasanya berarti tubuh sedang melawan penyakit dan sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras. Jika bayi demam, dalam kebanyakan kasus itu berarti mereka terkena pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. Infeksi bakteri juga merupakan penyebab lain, dan infeksi saluran kemih adalah penyebab umum demam pada bayi perempuan. Demam pada bayi juga bisa menjadi reaksi yang tidak berbahaya terhadap vaksin atau akibat kepanasan di hari yang panas.
Beberapa penyebab lain yang lebih serius meliputi:
- Demam pada bayi baru lahir. Demam dalam 3 bulan pertama kehidupan bayi merupakan kondisi serius. Demam ini mungkin disebabkan oleh infeksi aliran darah yang disebut sepsis. Mama harus segera mendapatkan perawatan medis untuk demam pada bayi di kelompok usia ini.
- Meningitis. Ini adalah infeksi bakteri pada jaringan yang menutupi otak dan tulang belakang bayi. Ini adalah kondisi yang sangat serius. Gejalanya meliputi kekakuan di leher bayi, kebingungan, dan sakit kepala. Bayi mungkin lesu (mengantuk luar biasa) atau sangat rewel dan tidak dapat ditenangkan.
Jika Mama melihat gejala-gejala ini, segera dapatkan pertolongan medis. Bayi mungkin lebih rewel dan rewel dari biasanya saat demam.
Gejala demam lainnya pada bayi meliputi:
- Susah tidur
- Susah makan
- Sering menangis
- Kurang aktivitas dan kurang minat bermain
- Kulit hangat saat disentuh dan memerah
- Susah bernapas
- Leher kaku
- Mengantuk luar biasa dan sulit dibangunkan
- Detak jantung dan pernapasan lebih cepat
- Kulit berbintik-bintik
- Kejang
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Berkeringat
- Kurang buang air kecil
- Menggigil
- Tidak dapat ditenangkan
Jika bayi masih bermain, makan, minum, dan berperilaku relatif normal, tidak ada alasan untuk khawatir.

Cara Meredakan Demam pada Bayi
Jika bayi berusia di bawah 3 bulan dan demam, segera hubungi dokter. Untuk bayi yang lebih besar, cobalah tips berikut:
- Mandikan mereka dengan air hangat. Selalu periksa suhu air di pergelangan tangan Mama sebelum memandikan bayi.
- Pakailah bayi dengan lapisan pakaian tipis.
- Berikan bayi cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi. Cairan tersebut sebaiknya berupa ASI atau susu formula.
- Bayi bisa minum obat penurun panas, tapi konsultasikan dulu dengan dokter, ya, Ma.
Jika bayi berusia di bawah 2 bulan dan memiliki suhu rektal di atas 39,8 derajat Celcius, bawalah mereka ke unit gawat darurat. Jika bayi berusia lebih dari 2 bulan, hubungi dokter jika bayi mengalami gejala berikut ini:
- Lesu atau tidak responsif
- Mengalami kesulitan bernapas atau makan
- Menangis tak terkendali
- Mengalami ruam
- Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti popok yang lebih sedikit basah, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau bagian kepala yang lunak dan cekung
- Mengalami kejang
- Muntah
- Diare
- Leher kaku
- Tampak mengalami sakit kepala parah atau nyeri lainnya
- Pernah berada di tempat yang sangat panas, seperti mobil yang panas
Sekarang Mama sudah mengetahui tentang kapan perlu melakukan cek darah lengkap jika bayi demam. Meski demam kerap dialami oleh bayi, Mama juga perlu waspada, ya. Segera bawa bayi ke dokter bila ia menunjukkan gejala-gejala yang mengkhawatirkan.
Semoga si Kecil sehat selalu, Ma!


















