Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Pada beberapa kondisi, susu formula memang dapat menjadi salah satu penyebab diare pada bayi. Hal ini biasanya terjadi karena sistem pencernaan si Kecil belum mampu menerima atau mencerna kandungan tertentu di dalam susu dengan baik.
Berikut beberapa penyebab diare pada bayi setelah mengonsumsi susu formula:
Laktosa merupakan jenis karbohidrat utama yang terdapat dalam ASI maupun susu formula berbahan dasar susu sapi. Tidak semua bayi memiliki kemampuan mencerna laktosa secara optimal. Ketika tubuh bayi kesulitan memecah laktosa, saluran cerna dapat mengalami gangguan seperti diare.
Pada beberapa bayi, feses juga bisa berbau lebih asam dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena laktosa yang tidak tercerna dengan baik akan difermentasi di dalam usus sehingga memicu penumpukan gas dan menarik lebih banyak cairan ke saluran pencernaan.
Selain intoleransi laktosa, diare pada bayi yang mengonsumsi susu formula juga bisa disebabkan oleh alergi protein susu sapi. Reaksi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh bayi menganggap protein dalam susu sapi sebagai zat berbahaya.
Akibatnya, tubuh memicu reaksi peradangan pada saluran cerna yang dapat menyebabkan diare. Tidak hanya itu, alergi protein susu sapi juga dapat disertai gejala lain seperti ruam pada kulit, muntah, perut tidak nyaman, hingga feses berlendir atau bercampur darah.
Gejala alergi pada setiap bayi bisa berbeda-beda. Ada yang langsung muncul setelah minum susu formula, tetapi ada juga yang baru terlihat beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.
Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah cara menyimpan dan menyiapkan susu formula. Botol susu yang tidak steril, air yang kurang bersih, atau susu yang dibuat tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko infeksi pada saluran pencernaan bayi. Infeksi tersebut bisa menyebabkan peradangan di usus sehingga memicu diare.
Mama perlu memastikan susu formula disiapkan secara higienis, mulai dari mencuci tangan sebelum membuat susu, memastikan botol steril, hingga menggunakan takaran susu sesuai petunjuk agar kesehatan pencernaan si Kecil tetap terjaga.