Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi Merangkak Mundur, Apakah Tanda Gangguan Perkembangan?
Magnific/jcomp
  • Bayi yang merangkak mundur umumnya bukan tanda gangguan perkembangan, melainkan variasi gaya bergerak saat kemampuan motorik berkembang.

  • Gerakan mundur dapat terjadi karena bayi masih melatih keseimbangan, koordinasi tangan-kaki, serta kekuatan otot; tangan dan lengan yang lebih kuat bisa mendorong tubuh ke belakang.

  • Tidak ada durasi pasti; orangtua dapat menstimulasi gerakan maju lewat contoh merangkak, meletakkan mainan di depan bayi, dan melakukan tummy time.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merangkak menjadi salah satu tahapan perkembangan motorik yang mulai dilakukan bayi ketika kemampuan koordinasi tubuhnya semakin berkembang. Namun, tidak semua bayi langsung mampu bergerak ke depan. Sebagian bayi justru terlihat merangkak mundur saat pertama kali belajar berpindah tempat.

Kondisi tersebut terkadang membuat Mama khawatir dan mengaitkannya dengan gangguan perkembangan. Padahal, setiap bayi dapat memiliki pola dan waktu perkembangan yang berbeda. Arah gerakan saat pertama kali merangkak pun tidak selalu sama.

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum informasi tentang bayi merangkak mundur, benarkah tanda mengalami gangguan perkembangan?

Bayi Merangkak Mundur Bukan Tanda Gangguan Perkembangan

Magnific.com

Menurut Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K), bayi yang merangkak mundur tidak berarti mengalami gangguan perkembangan. Kondisi ini merupakan salah satu variasi yang dapat terjadi ketika si Kecil sedang belajar mengembangkan kemampuan motoriknya.

"Setiap bayi memiliki gaya merangkak yang berbeda. ada yang merayap, bergeser dengan bokong, berguling, dan sebagainya," kata dr. Meta seperti yang dikutip Popmama.com dari buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.

Mama tidak perlu langsung khawatir ketika melihat bayi bergerak mundur saat belajar merangkak. Selama perkembangan motorik lainnya tetap berjalan dan si Kecil terus menunjukkan kemajuan, gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari proses belajarnya.

Penyebab Bayi Merangkak Mundur

Magnific/pch.vector

Bayi merangkak mundur dapat terjadi karena si Kecil masih belajar mengatur keseimbangan serta koordinasi antara tangan dan kaki. Ketika baru mulai merangkak, bayi cenderung mencari cara yang paling mudah untuk menggerakkan tubuhnya. Salah satunya adalah dengan bergerak ke arah belakang.

Pada beberapa bayi, tangan dan lengan mungkin lebih kuat dibandingkan kaki. Ketika tangan digunakan untuk mendorong tubuh, gerakan tersebut justru dapat membuat tubuh bayi terdorong ke belakang. Seiring kemampuan koordinasi dan kekuatan ototnya berkembang, bayi biasanya akan mulai memahami cara menggerakkan tangan dan kaki agar dapat bergerak ke depan.

Berapa Lama Bayi Akan Merangkak Mundur?

Magnific.com

Tidak ada waktu pasti mengenai berapa lama bayi akan merangkak mundur karena setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Pada usia 7–12 bulan, bayi umumnya mulai semakin aktif bergerak dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, dilansir dari laman First Cry Parenting.

Sebagian bayi mungkin langsung merangkak ke depan, sementara lainnya membutuhkan waktu untuk menguasai koordinasi gerakan dan justru merangkak mundur terlebih dahulu. Pada fase ini, bayi masih belajar mengatur keseimbangan serta mengoordinasikan gerakan tangan dan kaki agar dapat berpindah sesuai arah yang diinginkan.

Tips Melatih Bayi agar Bisa Merangkak Maju

Magnific.com

Jika si Kecil masih sering merangkak mundur, Mama dapat membantunya berlatih bergerak ke depan melalui aktivitas sederhana. Stimulasi dapat diberikan sambil bermain agar bayi tetap merasa nyaman dan tertarik untuk mencoba bergerak.

Berikut beberapa cara yang bisa Mama lakukan:

  1. Berikan contoh merangkak ke depan. Mama bisa berada di depan si Kecil dan memperagakan gerakan merangkak agar ia tertarik mengikuti.

  2. Letakkan mainan di depan bayi. Tempatkan mainan favorit anak dalam jarak yang masih dapat dijangkaunya. Cara ini dapat mendorong bayi untuk mencoba bergerak mendekati benda tersebut.

  3. Lakukan tummy time. Aktivitas ini dapat membantu bayi berlatih mengangkat dan menopang tubuh menggunakan tangan serta memperkuat otot yang dibutuhkan untuk bergerak.

Nah, itu dia informasi mengenai bayi merangkak mundur. Jadi, kebiasaan ini bukan tanda si Kecil mengalami gangguan perkembangan, melainkan salah satu variasi yang dapat terjadi ketika si Kecil sedang belajar mengembangkan kemampuan motoriknya.

Jadi, Mama dan Papa tidak perlu khawatir, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article