Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah MPASI Dini Bikin Bayi Lebih Cerdas? Ini Kata Dokter
Magnific/cookie_studio
  • MPASI sebelum waktunya tidak membuat bayi lebih cerdas, tetapi dapat meningkatkan risiko gangguan saluran cerna, infeksi, alergi, obesitas, serta masalah pertumbuhan dan perkembangan.
  • Kebutuhan nutrisi bayi perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang dan kesiapan tubuh, bukan didasarkan pada harapan agar bayi lebih cepat besar atau pintar.
  • MPASI umumnya dimulai sekitar usia 6 bulan, ketika bayi mampu duduk tegak, tertarik pada makanan, membuka mulut, menelan, serta mengoordinasikan mata, tangan, dan mulut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) biasanya akan dilakukan ketika bayi berusia 6 bulan. Namun, banyak orangtua masih beranggapan bahwa semakin cepat bayi mulai MPASI maka akan semakin cepat pula ia tumbuh dan berkembang. 

Bahkan tidak jarang ada yang mengaitkannya dengan kecerdasan anak tersebut. Apakah benar adanya?

Padahal, memberikan MPASI terlalu dini bukan berarti membuat bayi lebih cerdas. Justru, pemberian MPASI sebelum waktunya dapat membawa sejumlah risiko bagi kesehatan bayi.

Hal itu diungkapkan oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A.(K) dalam buku Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak dan Remaja.

Berikut Popmama.com rangkum alasan mengapa orangtua sebaiknya tidak terburu-buru memberikan MPASI kepada bayi.

1. MPASI terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan

Magnific

Alih-alih memberikan manfaat tambahan, MPASI yang diberikan terlalu dini justru dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

“Memberikan MPASI terlalu dini justru berisiko membahayakan kesehatan bayi. MPASI dini dapat menyebabkan penyakit saluran cerna, infeksi, alergi, obesitas, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan,” jelas dr. Meta dalam bukunya.

Artinya, pemberian MPASI sebelum waktunya bukan hanya berkaitan dengan kesiapan bayi menerima makanan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan dan proses tumbuh kembangnya.

2. MPASI dini bukan jaminan bayi tumbuh lebih cerdas

Unsplash/NHN

Anggapan bahwa memberikan makanan lebih cepat akan membuat bayi lebih cepat pintar tidak tepat. Kebutuhan nutrisi bayi perlu disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang dan kesiapan tubuhnya.

MPASI diberikan ketika bayi sudah memasuki usia dan tahap perkembangan yang tepat, bukan sekadar karena ingin mengejar pertumbuhan atau kecerdasannya. Jadi, orangtua tidak perlu terburu-buru memberikan makanan sebelum waktunya dengan harapan bayi akan menjadi lebih cerdas.

3. Kapan waktu yang tepat memberikan MPASI pada bayi?

Unsplash/Hui Sang

Orangtua sebaiknya tidak menjadikan kemampuan bayi mengonsumsi makanan lebih cepat sebagai patokan kecerdasan.

MPASI diberikan ketika bayi sudah mencapai usia sekitar 6 bulan dan menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk makan. Pada tahap ini, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai meningkat sehingga ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisinya.

Selain usia, orangtua juga perlu memperhatikan tanda bayi sudah siap menerima makanan, seperti:

  • Bayi dapat duduk dengan tegak dan mampu mempertahankan posisi kepalanya dengan baik

  • Bayi menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya memperhatikan atau mencoba meraih makanan yang sedang dikonsumsi orang di sekitarnya

  • Bayi mampu membuka mulut ketika ditawarkan makanan

  • Bayi dapat menelan makanan, bukan justru mendorong makanan keluar menggunakan lidah

  • Bayi mampu mengoordinasikan mata, tangan, dan mulut, misalnya ketika mencoba meraih makanan lalu memasukkannya ke mulu

Jadi, jangan memberikan MPASI hanya karena ingin bayi lebih cepat besar atau lebih cerdas. Seperti yang diutarakan dr. Meta, pemberian MPASI terlalu dini justru dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu hingga masalah perkembangan.

Waktu yang tepat dan kesiapan bayi menjadi hal yang lebih penting daripada memberikan MPASI sedini mungkin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article