Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berat Badan Bayi Kurang, Apakah Perlu Diberi Susu Formula?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Berat badan bayi yang kurang naik belum tentu berarti si Kecil membutuhkan susu formula.

  • Jika masih mendapatkan ASI, proses menyusui perlu dievaluasi untuk mencari tahu penyebab asupan belum optimal.

  • Susu formula diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi medis bayi, sehingga sebaiknya tidak ditambahkan sendiri tanpa anjuran dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berat badan bayi yang naiknya belum optimal tentu dapat membuat orangtua khawatir. Kondisi ini bahkan sering membuat Mama langsung berpikir bahwa ASI yang diberikan tidak cukup sehingga si Kecil membutuhkan tambahan susu formula.

dr. Agus Wijata, Sp.A., dokter spesialis anak yang aktif membagikan informasi seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Instagram @dr.aguswijata, menjelaskan bahwa orangtua tidak perlu langsung menganggap ASI tidak cukup ketika berat badan bayi kurang naik. Proses menyusui perlu dievaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan susu formula. 

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai berat badan bayi kurang, apakah perlu diberi susu formula? 

1. Berat badan bayi kurang, apakah perlu diberi susu formula?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Berat badan bayi yang kurang tidak otomatis menjadi tanda bahwa si Kecil membutuhkan susu formula, Ma. Terlebih jika bayi masih mendapatkan ASI, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi proses menyusuinya.

Menurut dr. Agus, banyak orangtua yang langsung khawatir ketika berat badan anaknya kurang naik dan menganggap susu formula menjadi solusi. Padahal, pada sejumlah kasus, masalahnya bukan karena ASI ibu tidak cukup, melainkan karena bayi belum mendapatkan ASI secara optimal.

Artinya, pemberian susu formula sebaiknya tidak menjadi keputusan pertama hanya berdasarkan angka berat badan. Penyebab berat badan belum optimal perlu diketahui terlebih dahulu agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan bayi.

2. Penyebab berat badan bayi belum optimal

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Pada bayi yang masih mendapatkan ASI, proses menyusui menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Perlekatan: Apakah posisi dan perlekatan mulut bayi pada payudara sudah tepat.

  • Frekuensi: Apakah bayi menyusu cukup sering sesuai kebutuhannya.

  • Efektivitas hisapan: Apakah bayi benar-benar mampu mengisap dan mendapatkan ASI dengan baik.

  • Durasi menyusu: Apakah waktu menyusu cukup atau justru terlalu singkat.

Jika proses menyusu belum optimal, ASI yang diterima bayi juga bisa kurang dari yang dibutuhkan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap kenaikan berat badan bayi.

dr. Agus menekankan bahwa dalam banyak kasus, berat badan bayi yang kurang naik bukan berarti ASI ibu tidak cukup. Ketika masalah dalam proses menyusui ditemukan dan diperbaiki, berat badan bayi sering kali dapat kembali mengejar.

3. Kapan susu formula perlu diberikan?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Susu formula dapat dipertimbangkan apabila terdapat kondisi tertentu yang membuat kebutuhan ASI bayi belum dapat terpenuhi. Menurut dr. Agus, salah satunya adalah ketika bayi tidak bisa mendapatkan ASI yang cukup meskipun proses menyusui telah dievaluasi.

Pemberian susu formula juga dapat dipertimbangkan apabila terdapat masalah medis pada ibu atau bayi yang memengaruhi pemberian ASI. Dalam kondisi seperti ini, dokter akan menilai kebutuhan nutrisi bayi dan menentukan apakah susu formula diperlukan sebagai bagian dari pemenuhan asupan si Kecil..

4. Cara mengoptimalkan berat badan bayi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Jika pertambahan berat badan si Kecil belum sesuai harapan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhannya. Beberapa di antaranya, yaitu:

  1. Susui bayi lebih sering: Jika memungkinkan, Mama dapat menawarkan ASI setiap 2–3 jam. Bila bayi mudah mengantuk atau berhenti menyusu terlalu cepat, Mama bisa mengganti posisi menyusui, membantu bayi bersendawa, atau memberikan stimulasi ringan agar ia kembali menyusu.

  2. Berikan MPASI bergizi setelah usia 6 bulan: Bagi bayi yang sudah mulai MPASI, pilih makanan yang kaya akan kalori, protein, serat, dan lemak baik. Pisang, alpukat, keju, serta tambahan minyak dalam makanan dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan bayi.

  3. Jaga asupan dan kondisi mama: Jika produksi ASI menurun, Mama perlu memastikan kebutuhan cairan dan makanan bergizi tetap terpenuhi. Istirahat cukup, mengelola stres, serta menyusui secara rutin juga dapat membantu menjaga produksi ASI.

  4. Konsultasikan dengan konsultan laktasi: Jika produksi ASI masih dirasa kurang meski berbagai upaya telah dilakukan, Mama dapat berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Mama juga bisa mendapatkan bantuan untuk mengevaluasi posisi dan teknik menyusui.

Jadi, berat badan bayi yang kurang tidak otomatis perlu diberikan susu formula. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article