Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ciri-Ciri Tahi Lalat Berbahaya pada Anak, Orangtua Penting Tahu
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
  • Tahi lalat normal memiliki bentuk simetris, sedangkan yang berbahaya cenderung tidak beraturan atau asimetris.

  • Batas tepi tahi lalat yang kabur atau tidak rata dapat menjadi tanda kanker kulit, perlu diwaspadai.

  • Perubahan warna dan ukuran tahi lalat, serta evolusi dari waktu ke waktu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahi lalat bisa muncul sejak bayi lahir, tetapi ada juga yang baru terlihat saat anak bertumbuh. Meskipun tahi lalah tergolong wajar, orangtua tetap perlu memberi perhatian pada setiap perubahan yang terjadi.

Dalam kondisi tertentu, tahi lalat dapat berkembang menjadi berbahaya seperti melanoma, kanker kulit yang berasal dari sel pembentuk pigmen dan dapat tumbuh secara perlahan. Walau kasus melanoma jarang terjadi pada anak, kemungkinan tersebut tetap perlu diwaspadai.

Untuk membantu, Mama bisa menggunakan pedoman “ABCDE” untuk membedakan tahi lalat normal dan tahi lalat yang berpotensi kanker kulit. Pedoman ini membantu memantau perubahan pada tahi lalat yang berbahaya.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan pedoman ”ABCDE” sebagai ciri-ciri tahi lalat berbahaya pada anak, orangtua penting tahu!

A-Asymmetry (Bentuk)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu cara sederhana untuk mengenali tahi lalat yang perlu diwaspadai adalah dengan melihat bentuknya. Tahi lalat yang normal umumnya memiliki bentuk simetris. Artinya, jika dibayangkan dibagi menjadi dua bagian, sisi kanan dan kiri (atau atas dan bawah) akan terlihat hampir sama.

Sebaliknya, tahi lalat yang patut dicurigai sebagai tanda kanker kulit biasanya memiliki bentuk tidak beraturan atau asimetris. Jika ditarik garis di tengahnya, kedua sisinya tampak berbeda jauh, baik dari segi bentuk maupun ketebalan. Kondisi ini bisa terjadi karena sel-sel yang tumbuh di dalamnya berkembang secara tidak terkendali.

Pada kasus kanker kulit, sel dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan sel normal di sekitarnya. Pertumbuhan yang cepat dan tidak teratur inilah yang membuat salah satu sisi tahi lalat tampak berbeda atau lebih besar dibanding sisi lainnya.

B-Border (Tepian)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ciri berikutnya yang perlu diperhatikan adalah bagian tepi atau pinggiran tahi lalat. Pada tahi lalat yang normal, batasnya biasanya terlihat jelas dan tegas. Warna pigmen pada tahi lalat tampak terpisah dengan jelas dari warna kulit di sekitarnya, sehingga mudah dikenali mana bagian tahi lalat dan mana kulit normal.

Sebaliknya, pada tahi lalat yang dicurigai sebagai tanda kanker kulit, bagian tepinya sering kali tampak tidak rata, bergerigi, atau kabur. Batas antara warna tahi lalat dan kulit sekitar terlihat samar, seolah-olah melebar ke luar garis. Tampilan ini terjadi karena sel-sel yang tumbuh di dalamnya berkembang secara tidak teratur dan menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Pertumbuhan sel yang tidak terkendali membuat bentuk pinggiran menjadi tidak beraturan. Jika menemukan tahi lalat dengan batas yang tampak aneh, tidak jelas, atau berubah dari sebelumnya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan.

C-Color (Warna)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Warna juga menjadi tanda penting untuk membedakan tahi lalat normal dan yang perlu diwaspadai. Tahi lalat yang sehat umumnya memiliki satu warna yang merata, misalnya cokelat muda atau cokelat tua, tanpa perbedaan mencolok di bagian mana pun.

Namun, jika dalam satu tahi lalat terlihat campuran dua warna atau lebih, kondisi ini patut diperhatikan. Perubahan warna yang tidak merata, seperti ada bagian yang lebih gelap, lebih terang, kemerahan, keabu-abuan, atau bahkan kehitaman, bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan sel yang tidak normal.

Pada melanoma, salah satu jenis kanker kulit, tahi lalat sering tampak seperti bercak dengan gradasi warna yang berbeda dalam satu area. Misalnya, bagian tengah tampak lebih terang seperti merah muda, lalu berubah menjadi merah tua atau cokelat gelap di bagian tepinya. Perbedaan warna yang tidak seragam ini terjadi karena sel pigmen berkembang secara tidak teratur.

D-Diameter (Ukuran)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ukuran tahi lalat juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Pada umumnya, tahi lalat normal berukuran kecil dan cenderung tidak banyak berubah dari waktu ke waktu.

Rata-rata diameternya sekitar 1–6 milimeter, atau kurang lebih seukuran ujung penghapus pensil. Namun, Anda perlu waspada jika tahi lalat tiba-tiba membesar, terutama jika ukurannya melebihi 6 milimeter dan terus bertambah dalam waktu singkat.

Apalagi bila pertumbuhan tersebut disertai perubahan lain, seperti pinggiran yang memerah, meradang, atau tampak berbeda dibanding tahi lalat lain di tubuh. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda melanoma dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter kulit.

Pada beberapa kasus, ada juga tahi lalat berukuran besar yang sudah muncul sejak lahir, dikenal sebagai tahi lalat bawaan berukuran besar. Ukurannya bisa sangat lebar, bahkan mencapai belasan sentimeter atau menutupi sebagian area tubuh.  Jenis tahi lalat ini memerlukan pemantauan khusus karena memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi melanoma, terutama pada anak usia dini.

E-Evolving (Perubahan)

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tahi lalat yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu patut diwaspadai. Perubahan ini bisa berupa ukuran yang membesar, bentuk yang tidak lagi simetris, atau warna yang menjadi berbeda dari sebelumnya. Tahi lalat yang mulai terlihat sangat berbeda dibanding tahi lalat lain di tubuh bisa menjadi tanda adanya sel kanker yang berkembang.

Jika kamu melihat perubahan secara tiba-tiba atau progresif  pada tahi lalat anak, segera periksakan ke dokter kulit. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan apakah perubahan tersebut merupakan gejala yang membutuhkan penanganan medis.

Nah, itu dia pedoman ”ABCDE” sebagai ciri-ciri tahi lalat berbahaya pada anak. Apakah si Kecil juga punya tahi lalat, Ma?

Editorial Team