Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Perbedaan Kista dan Tumor di Rahim, Jangan Sampai Salah

6 Perbedaan Kista dan Tumor di Rahim, Jangan Sampai Salah
Popmama.com/Putri Syifa N/AI
Intinya Sih
  • Kista berisi cairan atau udara, sedangkan tumor terbentuk dari jaringan padat yang bisa bersifat jinak maupun ganas.
  • Perbedaan tekstur dan pergerakan benjolan dapat membantu membedakan kista yang cenderung lunak dan mudah digerakkan dengan tumor yang lebih keras dan menetap.
  • Diagnosis pasti memerlukan pemeriksaan medis seperti USG, CT scan, MRI, atau biopsi untuk menentukan sifat benjolan dan langkah penanganan yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memahami perbedaan antara kista dan tumor sangat penting untuk menentukan langkah medis yang tepat. Selama ini banyak orang masih bingung dan sulit membedakan perbedaan kista dan tumor. Nyatanya secara karakteristik keduanya berbeda jauh.

Hal yang membuat orang bingung mengenai perbedaan keduanya yakni karena sering muncul sebagai benjolan di lokasi yang sama. Meski begitu, bahkan ketika diraba secara umum (kecuali di rongga perut) kemungkinan kita juga bisa membedakannya.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai perbedaan kista dan tumor di rahim yang perlu kamu tahu.

1. Perbedaan isi benjolan antara kista dan tumor

ilustrasi tumor rahim
Pexels/Google DeepMind

Kista dan tumor sama-sama bisa muncul sebagai benjolan di tubuh, tetapi keduanya memiliki isi yang berbeda. Mayo Clinic menyebut kista merupakan kantong tertutup yang biasanya berisi cairan, udara, nanah, atau material lain. Kista bisa terbentuk akibat penyumbatan saluran tubuh, infeksi, atau peradangan tertentu.

Sementara itu, tumor adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang terbentuk dari kumpulan sel tubuh yang berkembang tidak terkendali. Berbeda dengan kista yang berongga, tumor bersifat padat karena terdiri dari jaringan tubuh. Tumor sendiri bisa bersifat jinak maupun ganas tergantung jenis dan pertumbuhannya.

2. Tekstur saat disentuh biasanya berbeda

ilustrasi tumor rahim
Pexels/Steve A Johnson

Secara umum, kista cenderung terasa lebih lunak, kenyal, atau sedikit lembek saat disentuh karena di dalamnya terdapat cairan. Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa kista bahkan bisa terasa seperti balon kecil di bawah kulit tergantung isi dan lokasinya.

Di sisi lain, tumor biasanya terasa lebih keras atau padat karena tersusun dari jaringan sel. Meski begitu, tekstur ini tidak selalu menjadi patokan mutlak. Beberapa tumor jinak dapat terasa lunak, sementara sebagian kista juga bisa terasa keras jika mengalami peradangan atau penebalan dinding.

3. Pergerakan benjolan di bawah kulit bisa berbeda

ilustrasi tumor
Pexels/Anna Tarazevich

Kista umumnya lebih mudah digerakkan saat ditekan dengan jari karena tidak terlalu melekat pada jaringan di sekitarnya. Hal ini membuat benjolan terasa bisa bergeser sedikit di bawah kulit ketika diraba.

Sementara itu, beberapa tumor cenderung terasa lebih menetap atau melekat pada jaringan sekitar. Dikutip dari Cleveland Clinic, tidak semua tumor bersifat kaku. Beberapa tumor jinak seperti lipoma justru masih bisa bergerak saat disentuh.

4. Gejala nyeri pada kista dan tumor tidak selalu sama

ilustrasi operasi kista
Pexels/Jonathan Borba

Kista lebih sering menimbulkan rasa nyeri atau sensitif, terutama jika mengalami infeksi atau peradangan. Dalam beberapa kasus, kista juga dapat pecah dan mengeluarkan cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan tergantung penyebabnya.

Sementara itu, tumor sering kali tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Namun, jika ukurannya membesar dan menekan jaringan sekitar, tumor bisa mulai terasa nyeri. Dari MedlinePlus, perubahan ukuran atau nyeri pada benjolan perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.

5. Potensi bahayanya juga berbeda

ilustrasi orang dirawat di rumah sakit
Unsplash/Olga Kononenko

Sebagian besar kista bersifat jinak dan tidak berbahaya. Sementara itu Mayo Clinic menyebut kebanyakan kista tidak berkembang menjadi kanker dan hanya perlu dipantau jika tidak menimbulkan keluhan.

Sementara itu, tumor memiliki kemungkinan bersifat jinak, pra-kanker, atau ganas. Tumor ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan membutuhkan penanganan medis lebih serius. Karena itu, setiap benjolan yang terus membesar atau berubah bentuk sebaiknya segera diperiksa.5. Potensi bahayanya juga berbeda

6. Diagnosis medis diperlukan untuk memastikan kondisi

ilustrasi operasi kista
Pexels/Lemniscate L

Kista dan tumor sering kali sulit dibedakan hanya lewat rabaan atau penglihatan biasa. Oleh karena itu, dokter biasanya membutuhkan pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan, atau MRI untuk melihat apakah benjolan berisi cairan atau jaringan padat.

Namun, pemeriksaan paling akurat untuk memastikan apakah benjolan bersifat kanker atau tidak adalah biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium sehingga dokter dapat menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Itulah tadi perbedaan kista dan tumor di rahim yang penting dipahami agar tidak salah mengenali kondisi benjolan di tubuh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More