Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Awas! Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia

Awas! Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia
Pinterest.com/apaonpregnancy
Intinya Sih
  • Kekurangan vitamin D saat hamil terbukti meningkatkan risiko preeklamsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi dan protein dalam urine setelah minggu ke-20 kehamilan.
  • Penelitian menunjukkan suplementasi vitamin D yang cukup dapat menurunkan risiko preeklamsia hingga 50%, berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
  • Ibu hamil dengan kadar vitamin D rendah berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, sehingga disarankan konsumsi suplemen minimal 1.000 IU per hari sesuai anjuran dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Vitamin D dibutuhkan untuk pembentukan imun tubuh yang baik. Selain itu, bagi ibu hamil Vitamin D ini punya sederet manfaat. Meski ibu hamil biasanya lebih fokus pada pemenuhan suplemen zat besi dan asam folat, kebutuhan untuk Vitamin D memiliki peran yang sangat krusial, lho.

Peran vitamin D untuk ibu hamil membantu dalam metabolisme tulang melalui keseimbangan jumlah kalsium dan fosfat. Meskipun Indonesia adalah negara tropis, status vitamin D yang rendah masih banyak ditemukan pada ibu hamil.

Lantas, jika kekurangan salah satu risiko yang bisa dialami adalah preeklamsia. Selain itu, ada sederet risiko lain yang menyertai.

Berikut Popmama.com rangkum informasi dampak kekurangan vitamin D saat hamil.

1. Risiko tinggi preeklamsia bagi ibu hamil kekurangan Vitamin D

Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia
Pexels/Odin Mcraig

Kekurangan vitamin D merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap munculnya preeklamsia.

Preeklamsia adalah kondisi di mana ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine, yang umumnya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan. 

Ibu hamil yang mengalami defisiensi vitamin D memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini dibandingkan mereka yang kebutuhannya tercukupi.

Menurut sebuah studi meta-analisis dalam jurnal oleh Haugen, dkk. tahun 2009 berjudul “Vitamin D Supplementation and the Mitigation of Preeclampsia Risk", defisiensi vitamin D secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia yang sangat tinggi (dengan Odds Ratio atau OR mencapai 4,30 dalam beberapa kelompok pengamatan).

2. Suplementasi vitamin D yang cukup menurunkan risiko hingga 50%

Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia
Pexels/Jonathan Borba

Risiko preeklamsia pada ibu hamil dapat ditekan secara drastis melalui intervensi suplemen vitamin D yang tepat. Suplementasi ini bekerja dengan membantu metabolisme kalsium dan mengatur respons imun antara ibu dan janin.

Sementara itu, pada studi berjudul “Vitamin D and preeclampsia: A systematic review and meta-analysis” oleh Al Subai, dkk. tahun 2023 menyebut bahwa suplementasi vitamin D secara signifikan berhubungan dengan risiko preeklamsia yang 50% lebih rendah pada ibu hamil (OR: 0,50; 95% CI: 0,40-0,63). Hal ini menjadikan vitamin D sebagai strategi intervensi yang krusial untuk mencegah mortalitas ibu.

3. Ibu hamil kurang Vitamin D juga berisiko melahirkan BBLR 

Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia
Pexels/Elsa Olofsson

Selain preeklamsia, kekurangan vitamin D juga mengancam pertumbuhan janin. Ibu dengan kadar vitamin D rendah memiliki kemungkinan lebih besar melahirkan bayi yang tidak mencapai berat badan ideal (di bawah 2,5 kg).

Dalam studi meta-analisis oleh Fang, dkk. berjudul "Maternal vitamin D deficiency during pregnancy and low birth weight: A systematic review and meta-analysis" di jurnal J Matern Fetal Neonatal Med, ditemukan bahwa ibu hamil dengan kadar vitamin D <20 ng/mL memiliki risiko 2,39 kali lebih besar melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

4. Urgensi bagi ibu hamil di Indonesia

Kekurangan Vitamin D saat Hamil Bisa Memicu Preeklamsia
Pinterest.com

Meskipun Indonesia adalah negara tropis, data menunjukkan bahwa paparan sinar matahari saja tidak cukup untuk menjamin kecukupan vitamin D pada ibu hamil. Misalnya, jurnal yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth mengenai perempuan di Minangkabau menunjukkan fakta mengejutkan bahwa rata-rata lebih dari 95 persen ibu hamil dan perempuan usia subur di wilayah tersebut memiliki status vitamin D yang rendah.

Untuk menghindari risiko preeklamsia dan komplikasi lainnya seperti diabetes gestasional atau persalinan sesar, ibu hamil disarankan untuk tidak hanya mengandalkan berjemur. Konsumsi nutrisi dari makanan sehat dan tambahan suplemen Vitamin D dengan dosis minimal 1.000 IU per hari (atau sesuai anjuran dokter).

Itulah tadi informasi mengenai dampak kekurangan vitamin D saat hamil. Semoga informasinya bermanfaat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More