Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Isap Jempol atau Pakai Empeng, Apa Dampaknya pada Gigi Anak?
Magnific
  • Bayi mengisap jempol atau memakai empeng karena refleks alami, untuk merasa aman, meredakan tidak nyaman, dan lebih mudah tidur; kebiasaan ini biasanya berkurang seiring bertambahnya usia.

  • Jika berlangsung lama, isap jempol maupun empeng dapat menekan gigi dan rahang, memicu open bite, perubahan langit-langit mulut serta posisi rahang, dan berhubungan dengan masalah pengucapan.

  • Mama dapat mulai membatasi kebiasaan tersebut secara bertahap dengan memberikan alternatif kenyamanan bagi si Kecil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebiasaan mengisap jempol atau menggunakan empeng merupakan hal yang umum dilakukan bayi untuk menenangkan diri. Kebiasaan ini umumnya masih normal pada masa awal kehidupan, tetapi Mama mungkin khawatir jika kebiasaan tersebut memengaruhi pertumbuhan gigi si Kecil.

Baik isap jempol maupun penggunaan empeng dapat memengaruhi perkembangan mulut jika dilakukan terlalu lama. Dampaknya pun bergantung pada durasi dan frekuensi kebiasaan tersebut. Karena itu, penting bagi Mama untuk memahami pengaruh isap jempol dan empeng terhadap pertumbuhan gigi anak.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai dampak isap jempol atau pakai empeng pada gigi anak, seperti dilansir Palmetto Kids Dentistry and Orthodontics.

1. Kenapabayi suka mengisap jempol atau menggunakan empeng?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Bayi terlahir dengan refleks mengisap yang membantu mereka mendapatkan asupan sekaligus memberikan rasa nyaman. Karena itu, tidak heran jika si Kecil juga mengisap jempol atau empeng meski sedang tidak menyusu.

Kebiasaan tersebut dapat membuat bayi merasa aman, mengurangi rasa tidak nyaman, dan membantu mereka lebih mudah tertidur. Pada sebagian besar anak, kebiasaan mengisap ini akan berkurang secara alami ketika mereka semakin besar dan mulai menemukan cara lain untuk menenangkan diri.

2. Isap jempol atau pakai empeng, apa dampaknya pada gigi anak?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Isap jempol dan penggunaan empeng sama-sama merupakan cara bayi mencari kenyamanan. Keduanya dapat membantu bayi lebih tenang, terutama ketika mengantuk atau lelah.

Namun, penggunaan empeng atau isap jempol dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada gigi dan rahang yang sedang berkembang. Beberapa perubahan yang mungkin terjadi antara lain open bite, yaitu kondisi ketika gigi depan atas dan bawah tidak bertemu dengan sempurna. 

Tekanan yang terus-menerus juga dapat memengaruhi bentuk langit-langit mulut dan posisi rahang. Pada kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat berhubungan dengan masalah pengucapan. Karena itu, menghentikan kebiasaan secara bertahap sebelum berlangsung terlalu lama dapat membantu mendukung pertumbuhan gigi dan rahang yang lebih sehat.

3. Kebiasaan isap jempol lebih sulit dihentikan daripada empeng

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu perbedaan utama keduanya terletak pada akses si Kecil. Empeng dapat diambil dan penggunaannya bisa dibatasi, misalnya hanya diberikan ketika bayi tidur atau membutuhkan ketenangan.

Sementara itu, jempol selalu tersedia sehingga anak dapat mengisapnya kapan saja tanpa bantuan mama. Hal ini membuat proses menghentikan kebiasaan isap jempol bisa menjadi lebih menantang.

4. Tips mengurangi kebiasaan bayi mengisap jempol atau empeng

Magnific

Mama tidak perlu menghentikan kebiasaan mengisap secara tiba-tiba, prosesnya dapat dilakukan secara perlahan dengan memperkenalkan cara lain untuk memberikan rasa nyaman. Beberapa cara yang dapat dicoba, antara lain:

  1. Kurangi penggunaannya secara bertahap, terutama pada waktu ketika si Kecil tidak terlalu membutuhkannya.

  2. Bangun rutinitas sebelum tidur, misalnya membacakan buku atau memberikan pelukan agar si Kecil memiliki cara lain untuk merasa tenang.

  3. jika si Kecil sudah terlihat akan mengisap jempol, Mama bisa memberikan empeng untuknya. 

  4. Hentikan penggunaan empeng saat bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun. 

  5. Jika kebiasaan terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter gigi anak untuk mengetahui langkah yang paling sesuai.

Nah, itu dia informasi selengkapnya mengenai kebiasaan isap jempol vs pakai empeng serta dampaknya pada gigi anak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article