Memberikan rasa nyaman sekaligus membantu bayi tidur
Empeng dapat membantu bayi merasa lebih tenang dan aman, terutama saat ia gelisah atau berada di lingkungan baru. Aktivitas mengisap memicu calming reflex yang membuat bayi lebih rileks. Efek ini juga membantu bayi lebih cepat terlelap, karena gerakan mengisap memberikan rasa nyaman yang mendukung proses tidur.Mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
Penggunaan empeng saat tidur diketahui dapat menurunkan risiko SIDS, yaitu kematian mendadak pada bayi di bawah usia satu tahun. American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan pemberian empeng saat bayi tidur, meski tidak perlu dipaksakan jika bayi menolak.Mengalihkan perhatian bayi dalam situasi tertentu
Empeng bisa menjadi distraksi yang efektif saat bayi berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman, seperti imunisasi, pengambilan darah, atau saat bepergian dengan pesawat.Mencegah kebiasaan mengisap jempol
Penggunaan empeng sejak dini dapat membantu mengurangi kemungkinan bayi mengembangkan kebiasaan mengisap jari atau ibu jari, yang umumnya lebih sulit dihentikan.Mendukung perkembangan bayi prematur
Pada bayi prematur, empeng dapat membantu melatih kemampuan mengisap sejak dini, sehingga mendukung proses menyusu agar lebih optimal.
Pro dan Kontra Penggunaan Empeng pada bayi yang Perlu Diperhatikan

Empeng membantu menenangkan bayi, mendukung tidur, menurunkan risiko SIDS.
Penggunaan berlebihan dapat memicu ketergantungan, gangguan menyusui, infeksi telinga atau mulut, hingga memengaruhi pertumbuhan gigi.
Dokter menyarankan empeng diberikan setelah proses menyusui lancar, selalu dalam kondisi steril, dan penggunaannya dibatasi.
Sejak dalam kandungan, bayi sudah menunjukkan kebiasaan mengisap jari. Refleks alami ini menjadi tanda bahwa kemampuan mengisap telah berkembang sejak dini. Tak heran, setelah lahir, sebagian bayi akan merasa lebih tenang saat melakukan aktivitas tersebut, bahkan bisa menjadi rewel ketika tidak mengisap.
Kondisi ini membuat banyak orangtua mengandalkan empeng sebagai “penyelamat” saat bayi sulit ditenangkan. Empeng atau pacifier merupakan alat isap pengganti puting yang biasanya terbuat dari silikon, karet, atau plastik, dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan mengisap bayi tanpa melibatkan pemberian susu.
Meski terlihat praktis dan membantu, penggunaan empeng pada bayi kerap menimbulkan pro dan kontra. Sebagian menganggapnya solusi efektif untuk menenangkan si Kecil, sementara yang lain khawatir akan dampaknya terhadap tumbuh kembang bayi.
Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum pro dan kontra penggunaan empeng pada bayi. Yuk, lihat, Ma!
Table of Content
1. Pro penggunaan empeng untuk bayi

2. Kontra penggunaan empeng pada bayi

Dapat memicu ketergantungan
Penggunaan empeng yang terlalu sering bisa membuat bayi bergantung, terutama saat waktu tidur. Ketika empeng terlepas, bayi berpotensi terbangun dan menangis karena tidak bisa menemukannya kembali. Jika hal ini terjadi berulang, empeng justru menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan dan dapat mengganggu pola tidur.Berisiko mengganggu proses menyusui
Pada bayi yang mendapatkan ASI langsung, pemberian empeng sebaiknya tidak dilakukan terlalu dini. Perbedaan cara mengisap antara empeng dan puting dapat membuat bayi bingung, sehingga memengaruhi teknik pelekatan saat menyusu. Dalam beberapa kasus, bayi bahkan bisa lebih memilih empeng karena lebih mudah digunakan.Bisa menjadi sumber kuman
Empeng yang tidak dijaga kebersihannya berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada area mulut bayi karena itu, penting untuk rutin membersihkan dan mensterilkan empeng sebelum digunakan.Risiko Infeksi Telinga
Penggunaan empeng yang terlalu sering dapat meningkatkan kemungkinan bayi mengalami infeksi telinga tengah (otitis media). Hal ini terjadi karena gerakan mengisap secara terus-menerus dapat memengaruhi tekanan di telinga, sehingga cairan lebih mudah menumpuk di telinga tengah.Ada potensi bahaya tersedak
Keamanan empeng juga perlu diperhatikan. Pilih empeng dengan desain yang aman dan tidak mudah terlepas. American Academy of Pediatrics menyarankan penggunaan empeng dengan pelindung yang cukup lebar untuk mencegah risiko tersedak. Selain itu, segera ganti empeng jika sudah menunjukkan tanda kerusakan.Berpengaruh pada pertumbuhan gigi
Penggunaan empeng dalam jangka panjang dapat memengaruhi susunan gigi saat mulai tumbuh. Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk mulai membatasi penggunaan empeng seiring bertambahnya usia bayi agar tidak berdampak pada perkembangan gigi di kemudian hari.
Sebenarnya, Bolehkah Bayi Menggunakan Empeng?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Indra Tarigan, membagikan penjelasannya melalui akun Instagram pribadinya @dr.indratarigan pada 1 Januari 2026. Dalam unggahannya, ia menuliskan caption yang menyatakan bahwa empeng boleh diberikan dengan catatan tertentu.
Pada bayi usia di bawah 4–6 minggu, penggunaan empeng sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Hal ini penting untuk mencegah bingung puting sekaligus memastikan proses menyusui sudah berjalan lancar dan produksi ASI stabil. Setelah bayi sudah mampu menyusu dengan baik, empeng dapat digunakan untuk membantu menenangkan si kecil.
Empeng sebaiknya selalu diberikan dalam kondisi bersih dan steril agar aman untuk bayi. Selain itu, penggunaannya juga perlu dibatasi, jika terlalu sering menggunakan empeng bisa mengurangi waktu menyusu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan berpotensi memengaruhi pertumbuhan anak.
Jangan Gunakan Empeng untuk Hal Ini!

Mengganti jadwal menyusu
Empeng tidak bisa menggantikan ASI atau susu formula. Jika bayi lapar yang dibutuhkan adalah asupan nutrisi, bukan sekadar aktivitas mengisap. Terlalu sering mengganti waktu menyusu dengan empeng bisa membuat kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal.Menunda bayi yang sedang lapar
Memberikan empeng saat bayi lapar hanya akan “menunda” rasa laparnya, bukan menghilangkannya. Hal ini bisa membuat bayi menjadi lebih rewel karena kebutuhan utamanya tidak terpenuhi. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa mengganggu pola makan bayi.Dipakai terus-menerus sepanjang hari
Penggunaan empeng tanpa batas dapat membuat bayi terlalu bergantung dan mengurangi interaksi penting, seperti menyusu atau berkomunikasi dengan orangtua. Selain itu, pemakaian berlebihan juga berisiko terhadap kesehatan mulut dan pertumbuhan gigi di kemudian hari.
Tips Penggunaan Empeng yang Aman pada Bayi

Jika Mama memutuskan untuk memberikan empeng pada bayi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tetap aman pada tumbuh kembang si Kecil.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Jangan memaksa bayi jika ia tidak tertarik menggunakan empeng.
Pilih empeng dengan ukuran yang sesuai usia.
Selalu jaga kebersihan empeng dengan mencucinya secara rutin menggunakan air bersih atau alat sterilisasi.
Jangan mengoleskan gula atau sirup pada empeng karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Mulai pertimbangkan untuk mengurangi penggunaan empeng (weaning) sebelum usia 2 tahun, idealnya pada rentang 6-12 bulan, guna menurunkan risiko infeksi telinga dan masalah kesehatan lainnya.
Nah, itu dia pro dan kontra penggunaan empeng pada bayi. Mama tim yang mana, nih?


















