Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Beri Makan Bayi Sambil Tiduran, Ini Bahaya bagi Kesehatan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Memberi makan bayi sambil tiduran dapat menyebabkan tersedak, infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, serta meningkatkan risiko infeksi.

  • Posisi berbaring saat makan membuat penyerapan nutrisi tidak optimal sehingga bisa menghambat pertumbuhan bayi.

  • Bayi yang belum bisa duduk sebaiknya disuapi dalam posisi tegak dengan bantuan tangan, kursi makan berbantal, atau dipangku.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi si Kecil tidak lagi cukup dipenuhi hanya dari ASI. Karena itu, Mama perlu mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pada tahap ini, Mama tentu membutuhkan kesabaran ekstra, mulai dari memilih menu, memasak, hingga menyuapi si Kecil yang masih belajar makan.

Saat proses makan, beberapa bayi terkadang sulit diajak bekerja sama. Si Kecil mungkin menangis, rewel, atau terus bergerak sehingga ada orangtua yang memilih menyuapinya dalam posisi berbaring agar lebih mudah. Padahal, kebiasaan ini sebaiknya dihindari, karena meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berbahaya.

Berikut Popmama.com siapkan alasan mengapa jangan beri makan bayi sambil tiduran.

1. Meningkatkan risiko tersedak dan infeksi saluran pernapasan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mengutip dari kanal YouTube Clarin Hayes, dr. Clarin Hayes, menjelaskan saat tubuh bayi berada dalam posisi telentang atau berbaring, makanan atau cairan lebih mudah masuk ke saluran pernapasan, terutama jika si Kecil belum mampu mengontrol proses menelan dengan baik.

Selain meningkatkan risiko tersedak, makanan atau cairan yang masuk ke saluran pernapasan juga dapat memicu iritasi, peradangan, hingga infeksi pada paru-paru atau saluran pernapasan.

2. Gangguan pencernaan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat makan sambil berbaring, bayi cenderung menelan lebih banyak udara dibandingkan saat duduk. Udara yang ikut masuk ke saluran cerna dapat menumpuk di lambung dan membuat perut si Kecil terasa penuh atau kembung.

Posisi berbaring juga membuat proses menelan makanan menjadi kurang optimal. Akibatnya, bayi bisa menjadi lebih sering bersendawa, gumoh, atau merasa tidak nyaman setelah makan.

 

3. Sisa makanan meningkatkan risiko kesehatan gigi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat bayi makan dalam posisi berbaring, sisa makanan atau minuman lebih mudah tertinggal di rongga mulut, terutama jika setelahnya si Kecil langsung tertidur. Kondisi ini membuat mulut tidak dapat membersihkan sisa makanan secara optimal, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.

Bakteri tersebut memanfaatkan kandungan gula alami dari susu maupun makanan untuk menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah kesehatan mulut lainnya.

4. Meningkatkan risiko infeksi telinga

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada bayi yang minum susu menggunakan botol sambil berbaring atau tidur telentang, susu dapat mengalir ke saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Melansir Cleveland Clinic, partikel susu yang masuk ke saluran tersebut dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan.

Sisa susu yang tertinggal juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri atau virus sehingga meningkatkan risiko infeksi telinga. Kebiasaan ini paling sering berdampak pada bayi usia 3 bulan hingga 3 tahun karena saluran eustachius mereka masih lebih pendek dan sempit, sehingga lebih mudah mengalami penyumbatan dan infeksi.

5. Mengganggu pertumbuhan bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pertumbuhan bayi membutuhkan asupan gizi yang cukup dan proses makan yang benar. Jika bayi diberi makan dalam posisi tiduran, tubuh tidak bekerja secara optimal untuk mengolah makanan sehingga proses makan menjadi kurang efektif.

Selain itu, penyerapan nutrisi juga bisa tidak maksimal karena posisi tiduran membuat kerja sistem pencernaan melambat. Jika terjadi terus-menerus, hal ini dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan gizi dan berdampak pada pertumbuhan si Kecil.

6. Risiko obesitas di masa depan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memberi makan bayi dalam posisi tiduran, terutama saat ia sedang rewel atau ingin tidur, dapat membuat si Kecil terbiasa menjadikan makanan sebagai sumber kenyamanan. Lama-kelamaan, bayi tidak hanya makan karena lapar, tetapi juga untuk merasa tenang atau berhenti menangis.

Apabila kebiasaan ini terus berlanjut, anak berisiko mengalami pola makan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan di kemudian hari. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas di masa depan karena makanan tidak lagi dikonsumsi berdasarkan kebutuhan tubuh, melainkan sebagai respons terhadap emosi.

Lalu Bagaimana dengan Bayi yang Belum Bisa Duduk?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Apabila pemberian MPASI terlambat, tumbuh kembang si Kecil dapat terganggu karena asupan nutrisi tidak terpenuhi secara optimal. Ketika bayi sudah memasuki usia sekitar 6 bulan tetapi belum mampu duduk sendiri, proses makan tetap harus dilakukan dengan cara yang aman dan posisi yang tepat.

Berikut beberapa cara memberikan makan saat bayi belum bisa duduk :

  1. Ditopang dengan tangan. Bayi didudukkan lalu punggungnya disangga oleh tangan orangtua agar tetap tegak, atau bisa disandarkan ke tubuh orangtua saat disuapi.

  2. Menggunakan kursi makan bayi berbantal. Kursi makan dengan bantalan empuk membantu menopang tubuh bayi agar tetap tegak sekaligus melatih kebiasaan duduk saat makan.

  3. Menjaga posisi tetap stabil. Jika bayi mulai merosot, segera perbaiki posisinya agar kembali tegak karena posisi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko tersedak.

  4. Dipangku orangtua.  Bayi dipangku sambil disuapi perlahan dengan tetap memastikan kepala dan tubuhnya dalam posisi tegak dan terkontrol.

Nah, itu dia alasan mengapa jangan beri makan bayi sambil tiduran. Yuk, bantu proses makan si Kecil dengan aman!

Editorial Team

Related Article