Bayi yang digelitik biasanya akan memberikan respons berupa tawa, senyuman, atau gerakan tubuh. Reaksi tersebut sering kali membuat orangtua beranggapan bahwa si Kecil sedang menikmatinya.
Padahal, tawa yang muncul akibat rangsangan gelitik tidak selalu mencerminkan perasaan bahagia yang sebenarnya. Sebuah penelitian di University of California pada 1997 membahas perbedaan antara tawa akibat gelitikan dan tawa yang muncul karena dianggap lucu.
Tawa akibat gelitikan merupakan respons terhadap rangsangan fisik, sehingga tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator bahwa seseorang merasa senang. Bagi bayi, hal ini menjadi semakin penting karena mereka belum dapat mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.
Mereka mungkin tertawa meskipun merasa kewalahan atau tidak nyaman dengan rangsangan yang diberikan. Karena itu, Mama sebaiknya tidak hanya memperhatikan suara tawa si Kecil, tetapi juga respons tubuhnya.
Jika bayi terlihat tegang, berusaha menjauh, menangis, atau menunjukkan tanda tidak nyaman, segera hentikan kelitikan dan berikan kesempatan baginya untuk merasa tenang kembali.