Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Cara Agar Leher Bayi Cepat Tegak dan Kuat, Begini Stimulasinya!

4 min read
7 Cara Agar Leher Bayi Cepat Tegak dan Kuat, Begini Stimulasinya!
Potret ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Leher bayi belum kuat pada bulan-bulan awal, tetapi umumnya mulai berkembang sekitar usia tiga bulan dan mampu mengangkat kepala hingga 45 derajat.

  • Stimulasi utama meliputi tummy time rutin, menggendong tegak, serta menengkurapkan bayi di dada orang tua untuk memperkuat otot leher, bahu, punggung, dan kontrol kepala.

  • Orang tua dapat menambah pijat lembut, stimulasi menoleh, duduk tegak sesuai usia, serta menyusui tengkurap secara bertahap sambil tetap berhati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Leher bayi biasanya belum cukup kuat saat baru lahir hingga beberapa bulan pertama. Untuk itu, perlu hati-hati saat menggendong si Kecil agar lehernya tidak cedera.

Biasanya perkembangan bayi akan semakin berkembang setelah memasuki usia tiga bulan. Pada tahap ini, leher bayi juga akan semakin berkembang dan mulai kuat untuk mengangkat kepala hingga 45 derajat.

Agar leher bayi cepat tegak dan semakin kuat, tentu Mama perlu melatih kemampuan motoriknya dengan stimulasi atau latihan yang tepat. Sudah tahu caranya, Ma?

Simak 7 cara agar leher bayi cepat tegak yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama. Yuk disimak!

  1. 1. Rutin melakukan tummy time

    Rutin melakukan tummy time
    ilustrasi tummy time (pexels.com/Craig Adderley)

    Leher bayi dapat lebih cepat tegak jika orangtua memberikan berbagai stimulasi selama masa tumbuh kembangnya. Salah satu yang dapat dilakukan dengan rutin adalah tummy time.

    Mengutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, tummy time dapat membantu mengembangkan kontrol kepala bayi, termasuk memperkuat otot leher. Tak hanya itu, tummy time juga berperan untuk menguatkan otot yang digunakan bayi untuk berguling, duduk, hingga merangkak. 

  2. 2. Gendong bayi dengan posisi tegak

    Gendong bayi dengan posisi tegak
    Gendong Bayi (freepik.com/freepik)

    Leher bayi semakin lama akan semakin kuat, bayi juga dapat menopang kepalanya sendiri setelah dua hingga tiga bulan setelah kelahiran.

    Untuk memaksimalkan tumbuh kembang bayi agar lehernya lebih kuat dan cepat tegak, sebaiknya biasakan menggendong bayi dengan posisi tegak. 

    Mama dapat menggendong dengan satu tangan terbuka di dada bagian atas dan satu tangan terbuka di punggung, kemudian lihat berapa lama si Kecil bisa mengangkat kepalanya. 

  3. 3. Atur posisi bayi tengkurap di dada orangtua

    Atur posisi bayi tengkurap di dada orangtua
    ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)

    Saat berbaring tengkurap di dada orang tua, bayi secara alami akan berusaha menengadah dan menggerakkan kepalanya untuk melihat wajah serta mendengarkan suara orang tuanya. Dorongan alami ini menstimulasi otot-otot di sepanjang leher, bahu, serta punggung atas.

    Mengutip dari NHS, chest to chest ini merupakan cara yang aman, lembut, dan efektif untuk membantu bayi baru lahir mengembangkan kekuatan leher, bahu, dan juga kekuatan inti mereka. Posisi ini dianjurkan untuk dilakukan sejak minggu pertama kelahiran bayi, Ma.

  4. 4. Pijat leher bayi dengan lembut

    Pijat leher bayi dengan lembut
    ilustrasi bayi tengkurap (unsplash.com/Khoa Pham)

    Pijat bayi yang dilakukan dengan lembut dan teknik yang tepat pada area leher serta bahu menjadi stimulasi yang membantu menguatkan dan mempercepat leher bayi berdiri tegak. 

    Melansir PubMed Central, terapi sentuhan atau pijat bayi juga berpengaruh terhadap perkembangan neuromuscular dan kontrol tonus otot pada bayi.

    Memijat leher, punggung, hingga bokong bayi dengan lembut dapat membantu menguatkan kondisi fisik dan menstimulasi motoriknya, sehingga leher bayi akan semakin tegak.

  5. 5. Stimulasi putar kepala bayi dengan menoleh

    Stimulasi putar kepala bayi dengan menoleh
    ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)

    Melatih kepala bayi untuk berputar atau menoleh juga menjadi cara yang dapat orangtua lakukan agar leher bayi lebih tegak dan kuat. Pada beberapa bulan pertama, Mama dapat mengubah posisi kepala bayi secara teratur agar lehernya kuat dan menghindari tortikolis.  

    Setelah bayi memasuki usia dua bulan, Mama dapat melatih bayi untuk memutar kepalanya sendiri, bisa dengan memanggil namanya, membuat bunyi-bunyian, atau menarik perhatiannya dengan mainan. 

    Menurut Mayo Clinic, stimulasi visual dan suara sangat penting bagi bayi berusia 1-3 bulan untuk merangsang gerakan kepala dan kontrol lehernya.

  6. 6. Pangku bayi dengan posisi duduk tegak

    Pangku bayi dengan posisi duduk tegak
    Ibu dan Bayi (freepik)

    Memangku bayi dalam posisi duduk tegak merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang sangat efektif untuk mempercepat pematangan otot leher dan kontrol kepala. Posisi ini menantang bayi untuk secara mandiri menahan beban kepalanya. 

    Mengutip dari American Academy of Pediatrics, latihan fisik pada bayi seperti posisi duduk tegak dapat membantu mempercepat perkembangan motorik kasar bayi, Ma. Namun, latihan ini tetap harus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, sehingga tidak disarankan untuk dilakukan pada awal kelahiran bayi. 

  7. 7. Menyusui dengan posisi tengkurap

    Menyusui dengan posisi tengkurap
    ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/RDNE Stock project)

    Posisi menyusui juga dapat berpengaruh untuk memperkuat leher bayi, Ma. Setelah bayi banyak menyusui dengan posisi tengkurap, Mama dapat meningkatkan intensitasnya secara bertahap, sebab bayi biasanya sudah mulai bisa menegakkan lehernya.

    Mama dapat membantu mengembangkan kemampuan bayi dalam menegakkan lehernya lewat posisi tengkurap saat menyusui.

    Melansir dari The Ohio State University Medical Center, membiarkan bayi tengkurap selama beberapa waktu dapat membantu menguatkan otot lehernya.

    Demikian penjelasan mengenai 7 cara agar leher bayi cepat tegak yang dapat Mama lakukan di rumah. Tetap berhati-hati dan lakukan stimulasi di atas secara bertahap, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More