Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bayi Suka Bercermin? Ini Penjelasannya!
Pexels.com/Анастасия Триббиани
  • Bayi tertarik pada cermin karena pantulan wajah memberi stimulasi sederhana untuk mengeksplorasi lingkungan, mengamati dirinya, dan melihat orang di sekitarnya.

  • Bermain cermin melatih fokus mata, mengikuti gerakan, mengenali wajah serta ekspresi, dan mendukung perkembangan sosial, emosional, juga bahasa saat orangtua mengajak berbicara.

  • Kemampuan bercermin berkembang dari usia 2 hingga 12 bulan; gunakan cermin aman dengan pengawasan saat tummy time, mengenalkan bagian tubuh, atau bermain bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi menunjukkan ketertarikan pada cermin dengan memperhatikan pantulan, tersenyum, dan mencoba menyentuhnya. Aktivitas bercermin dapat menjadi stimulasi untuk perkembangan penglihatan, sosial, emosional, dan bahasa.
  • Who?
    Bayi, orangtua, serta kakak atau saudara bayi dapat terlibat dalam kegiatan bermain cermin. Orangtua mendampingi bayi dan dapat mengajak berbicara, bernyanyi, atau mengenalkan bagian tubuh.
  • Where?
    Kegiatan dapat dilakukan di depan cermin bayi yang aman, di area tummy time, atau di depan cermin yang terpasang di dinding dengan bayi tetap berada dalam pengawasan orangtua.
  • When?
    Cermin dapat diperkenalkan sejak usia sekitar 2 bulan. Ketertarikan dan kemampuan mengikuti pantulan berkembang pada usia 4 bulan, mengenali wajah familiar pada 6 bulan, serta semakin baik pada 12 bulan.
  • Why?
    Bayi tertarik pada cermin karena senang melihat wajah manusia dan dapat mengeksplorasi lingkungan melalui pantulan dirinya maupun orang di sekitarnya.
  • How?
    Orangtua dapat memakai cermin khusus bayi yang tidak mudah pecah, meletakkannya di depan bayi saat tummy time, mengenalkan bagian tubuh, bermain cilukba, atau bernyanyi sambil tetap mengawasi bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi suka melihat cermin karena mereka senang melihat wajah. Mereka bisa melihat dirinya dan orang di dekatnya. Bayi belajar melihat gerak, senyum, dan bagian wajah. Ayah atau ibu bisa mengajak bayi bercermin sambil bicara dan bernyanyi. Cerminnya harus aman dan bayi harus selalu ditemani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai orangtua, melihat si Kecil tertarik dengan mainan berwarna-warni dan memiliki bentuk yang menggemaskan tentu menjadi hal yang biasa.

Namun, di antara berbagai hal yang ada di sekitarnya, bayi juga bisa memiliki ketertarikan pada sesuatu yang sederhana, seperti cermin.

Saat melihat pantulan dirinya, si Kecil mungkin terlihat penasaran dengan memperhatikan, tersenyum, hingga mencoba menyentuh benda tersebut.

Hal ini tentu membuat orangtua penasaran, mengapa bayi begitu senang melihat dirinya sendiri?

Untuk mengetahui alasannya, Mama boleh simak penjelasan Popmama.com yang dilansir dari What to Expect terkait kenapa bayi suka bercermin.

1. Kenapa bayi suka bercermin?

Magnific.com/magnific

Bayi menyukai permainan dengan cermin karena aktivitas ini menjadi cara sederhana untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. 

Berbeda dari mainan elektronik yang dilengkapi suara atau lampu, cermin menjadi salah satu benda sederhana yang dapat memberikan stimulasi bagi perkembangan bayi.

Cermin yang aman untuk bayi juga menarik perhatian karena si Kecil pada dasarnya senang melihat wajah manusia.

Melalui pantulan cermin, bayi bisa mengamati wajahnya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya, sehingga membantu melatih rasa penasaran dan kemampuan mengenali lingkungan.

2. Manfaat bermain cermin untuk bayi

Magnific.com/magnific

Bermain cermin bukan hanya menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi bayi, tetapi juga memberikan berbagai manfaat untuk tumbuh kembangnya.

Saat melihat pantulan di cermin, bayi belajar melatih fokus mata, mengikuti gerakan, serta mengeksplorasi berbagai ekspresi wajah.

Melalui pantulan dirinya dan orang-orang terdekat, si Kecil juga mulai belajar mengenali wajah yang familiar, memahami gerakan, hingga mengembangkan kemampuan sosial dan emosional.

Ketertarikan bayi terhadap senyum atau ekspresinya sendiri di cermin menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan pada tahun pertama kehidupannya.

Selain itu, ketika orangtua mengajak bayi berbicara sambil bercermin, misalnya dengan menyebutkan bagian wajah atau menjelaskan ekspresi yang terlihat, aktivitas ini dapat membantu memperkaya kemampuan bahasa si Kecil.

3. Apa yang dilihat bayi saat bercermin?

Magnific.com/magnific

Seiring kemampuan penglihatan bayi yang semakin berkembang di tahun pertama kehidupannya, manfaat dan keseruan bermain cermin juga ikut meningkat. Berikut perkembangan kemampuan bayi saat bercermin sesuai usianya:

  1. Usia 2 bulan:
    Bayi sudah bisa mulai diperkenalkan dengan cermin khusus yang aman dan tidak mudah pecah. Meski penglihatannya masih belum terlalu jelas, si Kecil dapat mulai memperhatikan pantulan yang ada di depannya.

  2. Usia 4 bulan:
    Pada usia ini, kemampuan bayi dalam mengikuti objek dengan mata mulai berkembang. Ia akan semakin tertarik bermain cermin, terutama jika cermin diletakkan di depannya saat sedang melakukan tummy time.

  3. Usia 6 bulan:
    Bayi mulai mampu mengenali wajah yang familiar, merespons ekspresi seperti senyuman, serta menikmati waktu melihat pantulan dirinya di cermin.

  4. Usia 12 bulan:
    Saat menginjak usia satu tahun, penglihatan bayi sudah berkembang semakin baik. Orangtua dapat terus mengajak si Kecil bermain cermin sambil mengenalkan bagian tubuh atau menjelaskan berbagai ekspresi wajah untuk mendukung perkembangan bahasanya.

4. Cara aman mengajak bayi bermain cermin

Pexels.com/Ong Béo Studio - BH ĐN

Agar aktivitas bercermin menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus aman, orangtua bisa mencoba beberapa cara sederhana berikut saat mengajak si Kecil bermain:

  1. Letakkan cermin saat tummy time
    Coba letakkan cermin bayi yang aman di depan si Kecil ketika sedang tummy time. Pantulan wajahnya sendiri bisa menjadi hal menarik yang membuat bayi lebih betah bermain dalam posisi tengkurap.

  2. Manfaatkan cermin di dinding
    Jika memiliki cermin yang terpasang di dinding, orangtua bisa mengajak bayi duduk di depannya. Pastikan posisi bayi tetap dekat dan berada dalam pengawasan, mengingat kemampuan melihatnya masih terus berkembang.

  3. Ajak kakak ikut bermain
    Bermain cermin juga bisa menjadi aktivitas bersama saudara. Kakak dapat membantu memegang cermin kecil di depan bayi, sementara orangtua tetap mendampingi si Kecil agar merasa nyaman.

  4. Kenalkan bagian tubuh melalui pantulan
    Manfaatkan momen bercermin untuk mengenalkan wajah dan bagian tubuh bayi. Orangtua bisa menunjuk hidung, rambut, atau telinga sambil menyebutkan namanya agar si Kecil mulai mengenal berbagai kosakata baru.

  5. Bermain cilukba di depan cermin
    Permainan sederhana seperti cilukba bisa menjadi lebih seru jika dilakukan di depan cermin. Bayi akan menikmati melihat perubahan ekspresi wajah orangtua sekaligus belajar merespons interaksi.

  6. Bernyanyi sambil bercermin
    Tambahkan lagu favorit atau nyanyian sederhana saat bermain cermin. Aktivitas ini dapat membuat bayi semakin menikmati waktu bermain dan menghubungkan momen bercermin dengan pengalaman yang menyenangkan.

Itu dia beberapa alasan kenapa bayi suka bercermin. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk si Kecil sekaligus mengenalkan mereka dengan dunia sekitar.

Walaupun begitu, tetap berikan keamanan untuk si Kecil saat memakai cermin ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article