Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Tidur Nungging? Ini yang Perlu Orangtua Tahu

Kenapa Bayi Suka Tidur Nungging? Ini yang Perlu Orangtua Tahu
Magnific
  • Posisi tidur nungging pada bayi tergolong wajar, dapat memberi rasa nyaman, mengingatkan posisi dalam kandungan, serta dikaitkan dengan pencernaan, latihan merangkak, relaksasi, dan regulasi suhu.
  • Pada bayi di bawah satu tahun, posisi nungging berisiko meningkatkan SIDS 2–3 kali lipat, terjebak posisi, kesulitan bernapas akibat wajah menekan kasur, serta suhu tubuh berlebih.
  • AAP merekomendasikan bayi tidur telentang di permukaan datar dan keras hingga usia satu tahun; posisi nungging lebih aman saat bayi sudah mampu berguling dan mengubah posisi sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada masa pertumbuhannya, sering kali bayi menunjukkan tingkah unik yang bisa membuat orangtua tersenyum hingga geleng-geleng kepala. Si Kecil yang semakin aktif dan mulai belajar banyak hal tak jarang membuat Mama dan Papa gemas dan keheranan sendiri.

Salah satunya ketika sedang tidur, si Kecil tak jarang menunjukkan ekspresi yang lucu ataupun posisi tidurnya yang terlihat unik. Lutut yang ditekuk dan bokong terangkat, menunjukkan ia sedang tidur dalam posisi menungging. 

Hal itu pun bisa membuat Mama gemas sekaligus keheranan. Nah, jika Mama bertanya-tanya kenapa bayi suka tidur nungging? Simak penjelasannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini, ya, Ma!

  1. Kenapa Bayi Suka Tidur Nungging?

    Kenapa bayi suka tidur nungging?
    Pexels/Alena Evseenko

    Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A. dalam akun TikTok pribadinya @dr.aisyafik menjelaskan bahwa bayi yang suka tidur dengan posisi nungging atau bokong mengarah ke atas merupakan hal yang wajar, terutama pada beberapa bulan setelah kelahirannya.

    Faktanya, posisi nungging ternyata baik untuk kesehatan sistem pencernaan bayi. Posisi ini memberikan rasa yang lebih tenang dan nyaman bagi bayi. Hal ini pun merupakan salah satu pilar bagi tumbuh kembangnya.

    “Hal ini memang baik, ya, untuk sistem pencernaan pada bayi. Meskipun tampak aneh, posisi nungging ini justru menimbulkan kenyamanan pada bayi, dan ini merupakan tonggak dari pertumbuhan dan perkembangannya,” jelas dr. Aisya.

    Tak hanya itu, dr. Aisya juga menjelaskan beberapa alasan mengapa bayi suka tidur dengan posisi nungging, seperti:

    • Mengingatkan bayi pada saat berada di dalam kandungan. Ketika di dalam kandungan, bayi berada dalam posisi menungging dan meringkuk, sehingga posisi nungging akan memberikan kenyamanan saat ia tidur.
    • Bayi mulai belajar merangkak. Bayi yang suka tidur dalam posisi nungging mungkin sedang belajar untuk mulai merangkak..
    • Membantu mengurangi stres. Posisi menungging mirip dengan child's pose dalam yoga, yang diketahui dapat meregangkan otot-otot di sekitar pinggul dan meningkatkan relaksasi. Posisi ini pun dinilai sangat baik untuk mengurangi stres.
    • Regulasi suhu. Posisi menungging diketahui akan meningkatkan area sirkulasi udara pada popok yang dikenakan bayi, sehingga akan membuat bayi merasa lebih sejuk dan nyaman.

  2. Risiko Posisi Tidur Menungging pada Bayi

    Kenapa bayi suka tidur nungging?
    Pexels/Monika Balciuniene

    Meski merupakan hal yang wajar bagi bayi, tidur dalam posisi nungging juga bisa menimbulkan risiko, terutama pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Beberapa risikonya seperti:

    • Risiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Posisi tidur dengan posisi nungging dapat meningkatkan risiko SIDS hingga 2 hingga 3 kali lipat pada bayi jika dibandingkan dengan tidur dengan posisi telentang.
    • Terjebak dalam posisi. Bayi yang belum mampu untuk berguling atau mengangkat kepalanya sendiri mungkin bisa terjebak dalam posisi menungging dan meningkatkan terjadinya risiko tercekik
    • Kesulitan bernapas. Tidur dengan posisi nungging memungkinkan bayi untuk mengalami kesulitan bernapas karena posisi wajahnya yang menekan ke kasur sehingga bisa menghalangi jalan napas.
    • Suhu tubuh yang meningkat berlebihan. Posisi menungging bisa membuat suhu tubuh bayi meningkat secara berlebihan, hal ini jjuga menjadi faktor risiko terjadinya SIDS.

    Meskipun posisi tidur nungging membuat bayi merasa tenang dan nyaman, manfaatnya tidak sebanding dengan risiko yang dapat terjadi.


  3. Posisi Tidur yang Aman untuk Bayi

    Kenapa bayi suka tidur nungging?
    Pexels/Yan Krukau

    American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk bayi untuk tidur dengan posisi telentang. Telentang merupakan posisi yang paling aman untuk bayi, terutama selama tahun pertama kehidupannya. Mama dianjurkan untuk selalu menidurkan si Kecil dalam posisi terlentang di atas permukaan yang datar dan keras. 

    Tidur dengan posisi telentang sangat dianjurkan karena beberapa alasan seperti:

    • Mengurangi resiko terjadinya SIDS. Posisi telentang diketahui bisa menjaga jalan napas bayi agar tetap terbuka lebar dan mengurangi risiko bayi tercekik.
    • Bayi lebih mudah diawasi. Bayi dapat lebih mudah diawasi oleh orang-orang di sekitarnya saat tidur dengan posisi telentang.
    • Mendukung perkembangan motorik. Meski ada kekhawatiran bahwa posisi telentang bisa memperlambat perkembangan motorik bayi, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaatnya lebih besar daripada risikonya. 

  4. Kapan Bayi Boleh Tidur dengan Posisi Nungging?

    Kenapa bayi suka tidur nungging?
    Magnific/lebsnow

    Secara umum, bayi dianggap sudah lebih aman tidur dalam posisi menungging ketika ia sudah mampu berguling dan mengganti posisinya sendiri dengan mudah, baik dari posisi menungging ke telentang maupun sebaliknya. 

    Kemampuan ini biasanya berkembang sekitar usia 6 bulan. Tapi seperti yang sudah disebutkan, penting bagi Mama untuk tetap menidurkan si Kecil dalam posisi telentang hingga usianya 1 tahun.

    Jika kemampuan bergulingnya sudah sempurna, tak ada masalah jika bayi tidur dalam posisi nungging jika posisi itu membuat ia nyaman. Mama bisa membalikkan posisinya untuk kembali telentang dengan lembut. 

    Tapi jika si Kecil kembali tidur dengan posisi nungging, Mama tak perlu terus menerus membalikkan badannya ke posisi semula, karena khawatir hal itu justru akan mengganggu tidurnya. Yang bisa Mama lakukan adalah tetap memastikan area tidurnya aman dan bebas dari risiko tercekik atau risiko membahayakan lainnya.

    Nah, itu alasan kenapa bayi suka tidur nungging. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menjawab pertanyaan Mama yang bingung dengan posisi tidur si Kecil yang menungging.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More