Enam bulan pertama merupakan masa dimana si Kecil perlu banyak asupan makanan bergizi yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Kenapa Protein Nabati Tidak Disarankan untuk Awal MPASI?

- Pada awal MPASI, bayi membutuhkan sembilan asam amino esensial untuk mendukung pertumbuhan, regenerasi otot, penyembuhan luka, dan pengaturan gula darah.
- Protein hewani dinilai lebih lengkap karena satu jenisnya mengandung sembilan asam amino esensial, sedangkan protein nabati perlu dikombinasikan agar kandungannya lengkap.
- Protein hewani juga lebih padat kalori, sementara serat pada protein nabati dapat menghambat penyerapan nutrisi; protein nabati tetap boleh dikenalkan dalam porsi terbatas.
Selain lewat ASI, si Kecil juga bisa diberikan makanan pendamping (MPASI) sebagai pengenalan bahan-bahan makanan yang lebih bertekstur dan beragam rasa.
Salah satu nutrisi yang diperlukan untuk tubuh di masa pertumbuhan adalah asam amino esensial. Nutrisi ini berperan dalam merangsang pertumbuhan dan regenerasi otot, membantu proses penyembuhan luka, mengatur kadar gula darah, dan masih banyak lagi.
Asam amino esensial biasanya ditemukan pada bahan makanan protein hewani dan nabati. Meski keduanya memiliki kandungan asam amino esensial, protein nabati tidak terlalu disarankan untuk diberikan pada si Kecil terutama yang sedang dalam tahap awal MPASI.
Mengapa demikian? Apakah artinya protein nabati tidak diperbolehkan menjadi menu pengenalan MPASI?
Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai asam amino esensial dan kenapa protein nabati tidak boleh diberikan pada awal MPASI. Simak, yuk, Ma!
Table of Content
Jenis Asam Amino Esensial yang Dikonsumsi Harus Lengkap

freepik/freepik Diketahui asam amino esensial terdapat pada protein hewani dan nabati. Meski keduanya sama-sama mengandung asam amino esensial, protein nabati sebenarnya kurang komplit jenis asam aminonya.
Untuk menunjang masa tumbuh kembang si Kecil, diperlukan konsumsi asam amino esensial yang terpenuhi 9 jenis kandungannya dengan fungsi yang berbeda-beda pula untuk tubuh.
Asam amino esensial memiliki 9 jenis dengan manfaat yang berbeda-beda yakni fenilalanin, valin, metionin, triptofan, leusin, treonin, isoleusin, triptofan, dan histidin. Semua jenis asam amino tersebut memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Protein Apa yang Mengandung Asam Amino Esensial Komplit?

Freepik/Freepik Meski protein hewani dan protein nabati memiliki kandungan asam amino esensial, kadar jenis yang terdapat pada keduanya sedikit berbeda.
“Protein hewani satu macam saja sudah mengandung komplit sembilan jenis asam amino esensial,” kata dr. Kanya Ayu Sp.A, dikutip Senin (15/1/2024) lalu.
Dari penuturan di Instagram pribadinya @momdoc.id, protein hewani memiliki 9 kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan si Kecil saat masa pertumbuhan, terutama saat sedang mengenal MPASI.
Lain dengan protein hewani, jenis asam amino esensial yang terdapat pada protein nabati kurang komplit sehingga dalam mengonsumsi protein nabati, perlu digabung dua jenis protein nabati yang berbeda agar kebutuhan asam amino esensialnya komplit.
Protein Hewani Juga Mengandung Lebih Banyak Kalori

Freepik/yarunivstudio Dokter spesialis anak tersebut juga mengatakan kandungan kalori yang ada di protein hewani lebih besar dibanding kalori yang ada di protein nabati.
“35 gram daging sudah mengandung 75 kalori, sedangkan tempe 110 gram baru dapat 75 kalori,” tambahnya.
Meski keduanya tetap memiliki kandungan kalori dan asam amino esensial, protein hewani lebih banyak kandungannya, sehingga jika si Kecil mengonsumsi sedikit saja protein hewani, kebutuhan asam amino esensialnya sudah tercukupi dengan komplit.
Protein Nabati Banyak Mengandung Serat
-tbPVbAI2e1NTmnGhdkXnINKdAGTPY3xE.jpg)
Freepik/pvproductions Diketahui protein nabati merupakan produk yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang memiliki banyak kandungan serat dibanding protein hewani yang berasal dari daging-dagingan.
“Serat mengandung sifat anti-nutrient sehingga menghambat penyerapan nutrisi yang penting,” jelasnya.
Untuk itu, agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih maksimal, protein nabati tidak disarankan sebagai menu dalam tahap awal MPASI.
Protein Hewani Lebih Disarankan untuk MPASI Tahap Awal

Freepik/prostooleh Protein hewani lebih disarankan menjadi bahan utama saat si Kecil sedang berada di tahap awal MPASI. Hal ini dikarenakan protein hewani seperti daging merah, makanan laut, dan telur mengandung 9 jenis asam amino esensial yang dibutuhkan.
Jadi intinya, konsumsi protein nabati tetap diperbolehkan namun hanya sebagai pengenalan saja dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, dengan catatan konsumsi protein hewaninya harus lebih banyak.
Itu dia alasan mengapa protein nabati tidak boleh diberikan pada awal MPASI. Semoga dapat membantu menjawab pertanyaan Mama!






















