Penyebab pasti autisme pada seorang anak seringkali tidak diketahui. Tanda-tanda awal terkadang tidak terlihat jelas sehingga mudah diabaikan.
"Banyak orangtua mungkin melewatkan tanda-tanda seperti kurangnya gerak tubuh, peniruan, atau kontak mata," kata penasehat orangtua Rebecca Landa, Ph.D., direktur Pusat Autisme dan Gangguan Terkait di Institut Kennedy Krieger, di Baltimore.
Itulah salah satu alasan usia rata-rata diagnosis autisme adalah empat tahun. Akibatnya, sebagian besar intervensi tidak akan dimulai sampai seorang anak sudah mengalami masalah dalam hal perkembangan, seperti komunikasi dan keterampilan sosial.
Namun belakangan ini, beberapa penelitian autisme berfokus pada interaksi dengan bayi berusia sembilan hingga 12 bulan, jauh sebelum dilakukan diagnosis. "Otak bayi sedang membangun jalur baru dan nantinya akan menyingkirkan jalur yang tidak dibutuhkannya," kata Damon Korb, M.D., seorang dokter anak perilaku dan perkembangan dan direktur Center for Developing Minds, di Los Gatos, California.
Pada saat inilah Mama dapat melakukan intervensi atau tindakan untuk membantu kemampuan otaknya. Apa saja manfaat intervensi bagi bayi dengan autisme? Serta kegiatan apa yang dapat Mama lakukan bersamanya?Yuk, simak ulasannya di Popmama.com berikut ini.
