Tips Membersihkan Kotoran Telinga Si Kecil dengan Benar dan Aman

Mama wajib tahu cara yang benar nih!

7 Agustus 2018

Tips Membersihkan Kotoran Telinga Si Kecil Benar Aman
Pixabay/Woodypino

Mungkin Mama merasa bingung bagaimana caranya membersihkan telinga bayi dari kotoran yang melekat. Apalagi liang telinga bayi terlalu kecil dan sensitif untuk dibersihkan. Tenang, Ma. Jangan terlalu khawatir mengenai kotoran tersebut karena hal demikian adalah wajar dan bagian dari fisiologi bayi.

Kotoran dalam telinga bayi sendiri juga berfungsi untuk menghalangi air langsung masuk ke liang telinga. Mama hanya perlu tahu bahwa kotoran telinga itu merupakan kumpulan dari sel kulit mati yang diproduksi kelenjar telinga. Selain itu, ada bayi yang memiliki karakteristik kotoran basah dan lengket serta sebagian lainnya kering. Nah, kotoran telinga ini biasanya bisa keluar sendiri tanpa harus dibersihkan, Ma.

Namun, apabila hendak membersihkan kotoran telinga bayi, Mama hanya diperbolehkan membersihkan bagian luarnya saja. Tapi kalau masih ragu ihwal cara membersihkan telinga yang baik dan aman untuk si Kecil, sebaiknya simak dulu rangkuman Popmama.com berikut ini.

1. Gunakan waslap

1. Gunakan waslap
Pxhere/CC0 Public Domain

Momen terbaik membersihkan telinga Si kecil adalah ketika ia sedang mandi, Ma. Ketika mandi, telinga bayi jadi basah dan mudah untuk dibersihkan. Mama hanya perlu menyiapkan waslap yang sudah dibasuh dengan air hangat. Cara membersihkan telinga menggunakan waslap merupakan cara yang paling dianjurkan sebagian besar dokter.

Setelah waslap dibasuh air hangat, Mama peras perlahan hingga air yang meresap di waslap berkurang banyak. Lalu, gosokkanlah telinga bayi bagian luar dengan waslap secara pelan-pelan sampai kotoran telinga terangkat. Lakukan hal yang sama pada telinga sebelahnya, Ma. Jangan pernah menggunakan kapas ya, Ma, karena serat-seratnya dikhawatirkan masuk ke dalam telinga bayi.

2. Jangan pakai cotton bud

2. Jangan pakai cotton bud
Pixabay/Birev

Sebenarnya, cotton bud kurang tepat digunakan untuk bayi, Ma. Pasalnya, cotton bud atau alat pengorek telinga lainnya bisa menyentuh dan merusak gendang telinga si Kecil. Selain itu, kotoran yang melekat di liang telinga bayi kemungkinan terdorong semakin ke dalam.

Namun, jika Mama berkukuh pakai cotton bud, maka gunakanlah hanya untuk bagian luar telinga seperti di bagian lipatan daun telinga.

Editors' Picks

3. Obat tetes khusus

3. Obat tetes khusus
Pexels/Burst

Cara lain membersihkan kotoran telinga si Kecil adalah menggunakan obat tetes khusus, Ma. Cara ini bisa Mama terapkan ketika kotoran di telinga bayi sudah menumpuk. Tapi, penggunaan obat tetes khusus ini harus mendapatkan persetujuan dari pihak dokter, Ma.

Namun, di samping itu, penggunaan obat tetes ini boleh dilakukan ketika bayi sudah bisa menahan kepalanya sendiri, Ma. Pasalnya, bayi yang belum bisa menahan kepalanya justru akan membuat cairan tetesan yang mengandung hidrogen peroksida tidak mengalir ke liang telinga.

Cara pemakaiannya cukup mudah, Ma. Pertama-tama, bayi harus dalam kondisi yang tenang. Selanjutnya, campurkan tetesan khusus itu dengan air hingga tercampur merata. Setelah itu, teteskan pada telinga bagian kanan dan kiri sebanyak satu tetes, Ma.

Agar cairan tetes telinga bekerja dengan maksimal, usahakan kondisi bayi terbaring selama lima menit. Setelah cairan meresap, kotoran telinga si Kecil akan melunak dan keluar dari liang telinga. Mama tidak usah membantu mengeluarkannya menggunakan alat apa pun lantaran cairan ini bisa membantu mengeluarkan kotoran dengan sendirinya.

4. Kuret

4. Kuret
Flickr/James Willcox

Alat ini hanya dipakai ketika tetes telinga tidak berhasil, Ma. Dan lagi, kuret hanya boleh digunakan oleh dokter, bukan Mama. Menggunakan kuret tentu lebih menyakitkan dan membuat si Kecil tidak nyaman, Ma. Karena itu, memang lebih baik komunikasikan terlebih dahulu kepada dokter, Ma.

Ingat, Ma, tidak semua kotoran telinga bayi berbahaya. Hanya, jika melihat tumpukan kotoran telinga yang tidak lazim dari biasanya, Mama jangan gegabah dan tetap harus berkonsultasi dengan dokter tekait untuk penanganan lebih lanjut.

5. Gunakan MPASI atau dot

5. Gunakan MPASI atau dot
Pixabay/Mathias-Ziegler

Cara ini bisa diterapkan pada bayi yang sudah mendapatkan MPASI, Ma. Tapi sebelumnya Mama mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya MPASI atau dot dengan membersihkan telinga si Kecil?

Ternyata cara seperti ini bisa manjur, Ma. Jika Mama hendak mengeluarkan kotoran di telinga si Kecil, maka biarkan dia mengunyah MPASI atau berikan dot agar ia menghisap-hisapnya. Cara ini bisa mengeluarkan kotoran di telinganya secara alamiah tanpa harus menggunakan obat tetes ataupun alat lain, Ma.

Merawat telinga bayi memang bisa dibilang susah-susah gampang, Ma. Tapi asalkan Mama tahu caranya dan sering menggali informasi yang benar, telinga si Kecil akan terjaga dengan baik.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;