Memasuki usia pre-teens dan teens, anak mulai semakin sering bertanya tentang dirinya sendiri.
“Aku sebenarnya jago apa?”,
“Aku cocoknya ngapain?”,
“Apa yang bisa aku lakukan?”,
menjadi beberapa pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikirannya.
Pertanyaan tersebut tidak selalu bisa dijawab hanya melalui pelajaran di sekolah atau nasihat dari orangtua.
Anak juga membutuhkan pengalaman nyata untuk mencoba berbagai hal dan menemukan kemampuan yang ada dalam dirinya.
Psikolog Pritta Tyas, M.Psi., Psikolog, melalui akun Instagram @pritta_tyas, menjelaskan bahwa pengalaman nyata dapat membantu anak mengenali dirinya. Pengalaman tersebut tidak harus berupa internship formal seperti yang dilakukan orang dewasa.
Sederhana saja, anak bisa dipercaya menjadi MC, membantu di meja registrasi, menjadi usher, atau ikut membuat konten dalam sebuah acara.
Dari pengalaman kecil tersebut, anak bisa menemukan kemampuan, belajar bertanggung jawab, hingga mengetahui hal-hal yang ternyata tidak mereka sukai.
Lantas, kenapa pengalaman bekerja penting bagi anak usia preteens dan teens? Berikut Popmama.com telah merangkum 5 alasannya. Yuk, simak!
