Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menstruasi Pertama di Sekolah? Jelaskan Yuk, Ma!
Popmama.com/Novy Agrina/AI
  • Menstruasi pertama sering terjadi di usia 9–12 tahun dan bisa muncul tiba-tiba di sekolah, sehingga anak perlu dibekali informasi agar tidak panik atau malu.

  • Dokter menyarankan anak diajarkan langkah sederhana saat menstruasi di sekolah, menyiapkan emergency kit berisi pembalut dan perlengkapan kebersihan pribadi.

  • Orangtua disarankan memilih produk area kewanitaan yang lembut serta menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita agar ia merasa tenang dan percaya diri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menstruasi pertama atau menarche adalah momen penting dalam tumbuh kembang anak perempuan.

Rata-rata terjadi di usia 10–12 tahun, dan tidak selalu datang saat anak berada di rumah, Ma, tapi bisa juga terjadi tiba-tiba ketika ia sedang belajar di sekolah.

Studi menunjukkan lebih dari 50% anak perempuan di negara berkembang menghadapi menstruasi pertama tanpa bekal informasi yang cukup. Tanpa persiapan, anak bisa panik dan malu.

Sebagai seorang mama sekaligus dokter Obstetri dan Ginekologi, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, dalam salah satu paparan pernah menjelaskan bagaimana kekhawatiran kita para Mama.

Apa yang harus dilakukan jika anak menstruasi pertama saat berada di sekolah? Jelaskan pada anak yuk, Ma!

Nah, daripada Mama ikutan cemas, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan dari dokter mengenai langkah sederhana jika mengalami menstruasi pertama di sekolah yang bisa diajarkan ke anak sejak dini.

1. Ajarkan anak langkah sederhana ini saat menstruasi di sekolah

Freepik/8photo

Saat menghadapi menstruasi untuk pertama kalinya, yang paling penting bagi anak bukan hanya persiapan fisik, melainkan rasa percaya diri dan tahu harus berbuat apa.

Jika suatu saat anak mama masuk toilet dan melihat bercak merah di celana dalam, ingatkan ia untuk tenang dan melakukan empat hal menurut dr. Dinda ini, yuk.

Pertama, ambil tisu toilet, bersihkan perlahan, lalu buang tisunya.

Jika belum punya pembalut, jangan panik, langsung lipat dan gulung tisu toilet membentuk “bantal kecil” lalu letakkan di tengah celana dalam, ini aman untuk sementara dalam keadaan mendesak, Ma.

Setelah dirasa sudah aman, segera minta tolong ke guru perempuan atau petugas UKS untuk meminta pembalut dan beri tahu bahwa dirinya pertama kali menstruasi.

2. Siapkan emergency kit di tas anak

Freepik

Mama juga perlu mengingatkan anak untuk selalu menyiapkan perlengkapan darurat di tasnya, seperti pembalut, celana dalam pengganti, tisu basah, dan plastik membuang bekas pakai.

Mama bisa mulai menyiapkan tas kecil khusus untuk berjaga-jaga. Dengan perlengkapan ini, anak tidak perlu panik mencari-cari saat waktunya tiba.

Bukan barang biasa, perlengkapan ini mengajarkan anak bahwa menstruasi adalah hal yang normal dan bisa diantisipasi.

Yang terpenting, anak tahu ia tidak sendirian karena Mama sudah memersiapkan hal ini dari jauh-jauh hari untuk mengingatkannya.

3. Perhatikan produk area kewanitaan yang lembut

Freepik

Satu hal yang sering terlewat oleh para Mama adalah pemilihan produk kebersihan sehari-hari. Tak hanya kita orang dewasa, anak remaja kita juga perlu merawatnya, Ma.

Area kewanitaan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memiliki kulit yang lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi.

Untuk itu, sabun dan sampo yang mengandung SLS (Sodium Lauryl Sulfate) atau SLES (Sodium Laureth Sulfate) bisa mengganggu keseimbangan pH alami kulit anak.

Untuk sehari-hari, Mama bisa memilih produk yang bebas SLS dan SLES, serta mengandung bahan seperti Colloidal Oatmeal dan Ceramide. Kandungan ini aman dan membantu menjaga kelembapan serta perlindungan kulit anak yang masih dalam fase pertumbuhan.

4. Jadilah tempat pertama yang membuat anak nyaman bertukar cerita

Freepik

Kita tidak pernah bisa memastikan kapan hari pertama menstruasi anak akan tiba. Tapi satu hal yang selalu bisa Mama pastikan, jadilah tempat pertama yang ia ingat saat ia tidak tahu harus berbuat apa.

Menstruasi pertama anak lebih dari sekadar memberikan pembalut atau celana cadangan saja, Ma, tapi juga bagaimana kita sebagai orangtua hadir memberikan dukungan emosional untuknya.

Ketika anak merasa didengar, disiapkan, dan tidak dihakimi, ia akan tumbuh dengan keyakinan bahwa tubuhnya bukanlah sumber rasa malu.

Komunikasi yang hangat sejak kecil akan membuat anak merasa nyaman datang ke Mama, kapan pun masalah itu datang, termasuk saat masa menstruasi pertamanya tiba.

Ingatkan pada anak bahwa menstruasi pertama bukanlah suatu hal yang menakutkan, Ma.

Dengan membekali mereka informasi yang tepat, perlengkapan yang sederhana, dan komunikasi yang terbuka, anak perempuan bisa melewati masa ini dengan percaya diri.

Mama punya pengalaman saat anak menstruasi pertama di sekolah nggak, nih? Sharing di kolom komentar yuk cara Mama menyikapnya.

Editorial Team